
<p><em>Baca pembahasan sebelumnya <a href="https://muslim.or.id/33584-10-kiat-istiqomah-12.html">10 Kiat Istiqamah (12)</a></em></p>
<p><b>KAEDAH KEDELAPAN “Buah Istiqamah di Dunia adalah Istiqamah di atas Jembatan (</b><b><i>Ash-Shirath</i></b><b>) pada Hari Kiamat”</b></p>
<p>“Buah istiqamah di dunia adalah istiqamah di atas jembatan (<i>Ash-Shirath</i>) pada hari Kiamat”, maksudnya adalah barangsiapa yang diberi petunjuk sewaktu di dunia hingga ia berhasil meniti <i>Ash-Shirathul Mustaqim </i>(Syariat Islam) dan istiqamah di atasnya, maka ia akan berhasil meniti jembatan (<i>Ash-Shirath</i>) di akhirat.”</p>
<p>Hal ini sesuai dengan kaidah dalam Al-Qur`an <i>Al-Jaza` min jinsil ‘Amal</i> bahwa balasan itu sejenis dengan amal yang diperbuat. Tatkala amalan seseorang adalah istiqamah di dunia, maka iapun memetik buahnya berupa istiqamah di akhirat. Ketika ia berhasil meniti <i>Ash-Shirath </i>yang lurus di dunia, maka iapun berhasil meniti <i>Ash-Shirath </i>di akhirat.</p>
<p>Di akhirat kelak, akan dibentangkan jembatan (<i>Ash-Shirath</i>) di atas neraka Jahannam. Ciri khas jembatan tersebut lebih tajam daripada pedang dan lebih tipis daripada rambut. Manusia diperintahkan melewatinya. Berhasil atau tidaknya seseorang dalam melewatinya sesuai dengan tingkatan istiqamahnya meniti <i>Ash-Shirathul Mustaqim </i>(Syariat Islam) sewaktu di dunia, sebagaimana disebutkan dalam sabda Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i>,</p>
<p style="text-align: right;"><b>ثُمَّ يُؤْتَى بِالْجسْرِ فَيُجْعَلُ بَيْنَ ظَهْرَيْ جَهَنَّمَ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْجسْرُ قَالَ مَدْحَضَةٌ مَزِلَّةٌ عَلَيْهِ خَطَاطِيفُ وَكَلَالِيبُ وَحَسَكَةٌ مُفَلْطَحَةٌ لَهَا شَوْكَةٌ عُقَيْفَاءُ تَكُونُ بِنَجْدٍ يُقَالُ لَهَا السَّعْدَانُ </b></p>
<p>“Kemudian didatangkan jembatan lalu dibentangkan di atas permukaan neraka Jahannam. Kami (para Sahabat) bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana (bentuk) jembatan itu?’ Jawab beliau, ‘Licin (lagi) mengelincirkan. Di atasnya terdapat besi-besi pengait dan kawat berduri yang ujungnya bengkok, ia bagaikan pohon berduri di Najd, dikenal dengan pohon Sa’dan …’” (Muttafaqun ‘alaih).</p>
<p>Sebagaimana pula hadits tentang macam-macam nasib orang yang melewati jembatan (<i>Ash-Shirath</i>) di akhirat,</p>
<p style="text-align: right;">فَنَاجٍ مُسَلَّمٌ ، وَمَخْدُوشٌ مُرْسَلٌ ، وَمَكْدُوسٌ فِي نَارِ جَهَنَّمَ</p>
<p>“<i>Maka ada yang selamat tanpa luka, namun ada yang terkoyak lalu selamat, dan adapula yang jatuh kedalam neraka Jahannam</i>” (H.R. Muslim).</p>
<p><b>Kecepatan Melintasi </b><b><i>Ash-Shirath</i></b><b> (Jembatan) pada Hari Kiamat Berbanding Lurus dengan Keistiqamahan di Dunia</b></p>
<p>Adapun tingkat kecepatan dan kesuksesan dalam melintasi <i>Ash-Shirath</i> (jembatan) pada hari Kiamat berdasarkan amal pelintasnya dan berdasarkan keistiqamahan dalam berpegang teguh dengan <i>Ash-Shirathul Mustaqim</i> di dunia.</p>
<p>Imam Ibnul Qayyim <i>rahimahullah </i>dalam kitab <i>Madarijus Salikin </i>1/10 berkata,</p>
<p style="text-align: right;">فمَنْ هُدِي في هذه الدَّار إلى صراطِ الله المستقيمِ الَّذي أرسَل به رسُلَه وأنْزَل به كُتبَه هُدِيَ هُناك إلى الصِّراط المستقيم الموصِل إلى جنَّتِه ودار ثَوابِه ، وعلى قَدر ثُبوتِ قَدمِ العبدِ على هذا الصِّراط الَّذي نَصبَه الله لعبادِه في هذه الدَّار يكونُ ثُبوت قدمِه على الصِّراط المنصُوب على مَتنِ جهنَّم ، وعلى قَدر سَيْره على هذه الصِّراط يكونُ سَيْرُه على ذاك الصِّراط</p>
<p>“Maka barangsiapa yang diberi petunjuk ke jalan Allah yang lurus di dunia ini -yang para rasul-Nya diutus dengannya dan Allah turunkan Kitab-Kitab-Nya dengan sebabnya, maka ia akan diberi petunjuk di (akharat) sana kepada jalan lurus yang menghantarkan kepada surga-Nya dan tempat pahala-Nya.”</p>
<p>Sekadar tegarnya kaki seorang hamba meniti jalan yang Allah tetapkan untuk hamba-Nya di dunia ini, maka sekadar itu pulalah tegarnya kaki seorang hamba meniti jembatan yang dibentangkan di atas Jahannam. Dan sesuai dengan kadar perjalanan seorang hamba meniti jalan lurus (<i>Ash-Shirathul Mustaqim </i>di dunia ini), maka sekadar itu pulalah kadar perjalanannya di atas jalan <i>Ash-Shiroth</i> (jembatan pada hari Kiamat).”</p>
<p><b>(Bersambung)</b></p>
<h2>Daftar link artikel ini:</h2>
<ol>
<li><a href="https://muslim.or.id/31217-10-kiat-istiqamah-1.html">10 Kiat Istiqamah (1)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/31331-10-kiat-istiqamah-2.html">10 Kiat Istiqamah (2)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/31345-10-kiat-istiqamah-3.html">10 Kiat Istiqamah (3)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/32372-10-kiat-istiqamah-4.html">10 Kiat Istiqamah (4)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/32376-10-kiat-istiqamah-5.html">10 Kiat Istiqamah (5)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/32382-10-kiat-istiqomah-6.html">10 Kiat Istiqamah (6)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/32443-10-kiat-istiqomah-7.html">10 Kiat Istiqamah (7)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/33383-10-kiat-istiqomah-8.html">10 Kiat Istiqamah (8)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/33385-10-kiat-istiqomah-9.html">10 Kiat Istiqomah (9)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/33387-10-kiat-istiqomah-10.html">10 Kiat Istiqomah (10)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/33581-10-kiat-istiqomah-11.html">10 Kiat Istiqomah (11)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/33584-10-kiat-istiqomah-12.html">10 Kiat Istiqomah (12)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/33587-10-kiat-istiqamah-13.html">10 Kiat Istiqomah (13)</a></li>
</ol>
<p>Penulis: <span class=""><span class="author xt-post-author"><a title="Posts by Sa'id Abu Ukkasyah" href="https://muslim.or.id/author/abu-ukkasyah" rel="author" data-slimstat-clicked="false" data-slimstat-type="2" data-slimstat-tracking="false" data-slimstat-callback="false">Sa’id Abu Ukkasyah</a></span></span><br>
Artikel: <a href="http://muslim.or.id">Muslim.or.id</a></p>
<p><b><br>
</b></p>
<p> </p>
 