
<p><strong>Baca pembahasan sebelumnya <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/33594-10-kiat-istiqomah-15.html" data-darkreader-inline-color="">10 Kiat Istiqamah (15)</a></span></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;">Dalil tentang kekuatan hati</span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Banyak dalil yang menunjukkan adanya kekuatan hati berupa kekuatan ilmiah dan amaliah, seperti dalam surat Al-Baqarah ayat 1-5, 186, dan 177, Al-A‘raaf: 157, serta surat Al-Ashr.</span><span style="font-weight: 400;"> Berikut ini penjelasan Ibnul Qayyim </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah </span></i><span style="font-weight: 400;">tentang surat Al-Ashr,</span></p>
<p style="text-align: center;"><b><span style="font-size: 21pt;">بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ</span> </b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Dengan hanya menyebut setiap nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.</span></i><span style="font-weight: 400;">”</span></p>
<p style="text-align: center;"><b><span style="font-size: 21pt;">وَالْعَصْرِ</span> </b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">(1) </span><i><span style="font-weight: 400;">Demi masa.</span></i></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ </b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">(2) Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,</span></p>
<p style="text-align: center;"><b><span style="font-size: 21pt;">إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ </span> </b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">(3) </span><i><span style="font-weight: 400;">kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ibnul Qayyim </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah </span></i><span style="font-weight: 400;">menjelaskan surat tersebut,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">فأقسم سبحانه وتعالى بالدهر الذى هو زمن الأعمال الرابحة والخاسرة، على أن كل واحد فى خسر، إلا من كمل قوته العلمية بالإيمان بالله، وقوته العملية بالعمل بطاعته. …… فكمل نفسه بالعلم النافع والعمل الصالح، وكمل غيره بتعليمه إياه ذلك، ووصيته له بالصبر عليه </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">subhanahu wa ta‘ala</span></i><span style="font-weight: 400;"> (dalam surat ini) bersumpah dengan masa yang merupakan waktu untuk beramal, baik amal yang menguntungkan maupun yang merugikan (pelakunya) bahwa setiap orang berada dalam kerugian, kecuali orang yang menyempurnakan</span><b> kekuatan ilmiah dengan beriman kepada Allah dan menyempurnakan kekuatan amaliah dengan taat kepada-Nya.</b><span style="font-weight: 400;"> Maka ia menyempurnakan dirinya dengan ilmu yang bermanfaat dan beramal shalih, serta menyempurnakan orang lain dengan mengajarkan kepadanya hal itu, dan berwasiat kepadanya dengan bersabar atas hal itu.</span></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;">Ucapan emas bagi orang yang menyayangi hatinya agar bisa istiqamah</span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Ibnul Qayyim </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah </span></i><span style="font-weight: 400;">bertutur dalam </span><i><span style="font-weight: 400;">Ighatsatul Lahfan min Mashaidisy Syaithan, </span></i><span style="font-weight: 400;">hal. 22, “Hendaknya (seorang hamba) ketahui bahwa kedua kekuatan (hati) ini</span><span style="font-weight: 400;"> tidak pernah berhenti beraktifitas</span><span style="font-weight: 400;">, bahkan (kemungkinan yang ada) yaitu:</span></p>
<ol>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">Jika tidak ia gunakan kekuatan ilmiahnya untuk mengenal kebenaran dan mencarinya, maka ia akan gunakan kekuatan tersebut untuk mengetahui sesuatu yang selaras dan cocok dengan kebatilan.</span></li>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">Begitu pula, jika tidak ia gunakan kekuatan kehendak amalnya untuk beramal shalih, maka ia akan gunakan untuk sesuatu yang bertentangan dengan amal shalih.</span></li>
</ol>
<p> </p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jadi, (Kesimpulannya) bahwa manusia itu, secara tabiat, disifati dengan </span><i><span style="font-weight: 400;">harits</span></i><span style="font-weight: 400;"> dan </span><i><span style="font-weight: 400;">hammam</span></i><span style="font-weight: 400;">, sebagaimana sabda Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ta’ala ‘alaihi wa alihi wa sallam,</span></i></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>أَصْدَقُ الأَسْمَاءِ: حَارِثٌ وَهَمَّامٌ</b></span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Nama yang paling jujur adalah Harits dan Hammam</span></i><span style="font-weight: 400;">.</span><i><span style="font-weight: 400;">”</span></i></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Harits</span></i><span style="font-weight: 400;"> adalah orang yang (suka) beraktifitas. Sedangkan </span><i><span style="font-weight: 400;">hammam</span></i><span style="font-weight: 400;"> adalah orang yang banyak berkeinginan/selera </span><i><span style="font-weight: 400;">ham</span></i><span style="font-weight: 400;">.</span><span style="font-weight: 400;"> Karena sesungguhnya jiwa itu sifatnya dinamis dan gerakannya sesuai kehendak jiwa itu. Hal ini adalah bagian dari konsekuensi dzatnya</span><i><span style="font-weight: 400;">.</span></i><span style="font-weight: 400;">”</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sedangkan kehendak itu mengharuskan bahwa sesuatu yang dikehendaki akan tergambar pada jiwanya dan memiliki keistimewaan tersendiri menurut jiwanya. Jadi, jika jiwa (manusia) </span><b>tidak</b><span style="font-weight: 400;"> menggambarkan kebenaran, mencarinya dan menghendakinya, maka </span><b>akan </b><span style="font-weight: 400;">menggambarkan kebatilan, mencarinya dan menghendakinya. Dan itu pasti!”</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Setelah kita mengetahui penjelasan Ibnul Qayyim </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah </span></i><span style="font-weight: 400;">maka dapat disimpulkan bahwa keistiqamahan seorang hamba dipengaruhi oleh dua kekuatan hati tersebut, karena apabila kekuatan hati itu baik, maka baik pula ucapan dan amalan seluruh anggota tubuh lainnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">bersabda,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><span style="font-weight: 400;">أَلَا إِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسَدُ كُلُّهُ </span><b>, </b><span style="font-weight: 400;">وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ ؛ أَلَا وَهِيَ القَلْبُ</span></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Ingatlah seseungguhnya dalam jasad terdapat segumpal daging, apabila segumpal daging itu baik, maka baik pula seluruh jasad, dan apabila segumpal daging itu rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Perhatikanlah, bahwa segumpal daging itu adalah hati</span></i><span style="font-weight: 400;">” (Hadits dalam </span><i><span style="font-weight: 400;">Shahihain</span></i><span style="font-weight: 400;">).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebaliknya, apabila dua kekuatan hati itu rusak, maka hal itu akan merusak keistiqamahan seorang hamba, dan ketahuilah bahwa syahwat dan syubhat adalah induk penyakit yang merusak dua kekuatan hati.</span></p>
<p> </p>
<p><b>[Bersambung]</b></p>
<h2>Daftar link artikel ini:</h2>
<ol>
<li><a href="https://muslim.or.id/31217-10-kiat-istiqamah-1.html">10 Kiat Istiqamah (1)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/31331-10-kiat-istiqamah-2.html">10 Kiat Istiqamah (2)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/31345-10-kiat-istiqamah-3.html">10 Kiat Istiqamah (3)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/32372-10-kiat-istiqamah-4.html">10 Kiat Istiqamah (4)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/32376-10-kiat-istiqamah-5.html">10 Kiat Istiqamah (5)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/32382-10-kiat-istiqomah-6.html">10 Kiat Istiqamah (6)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/32443-10-kiat-istiqomah-7.html">10 Kiat Istiqamah (7)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/33383-10-kiat-istiqomah-8.html">10 Kiat Istiqamah (8)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/33385-10-kiat-istiqomah-9.html">10 Kiat Istiqomah (9)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/33387-10-kiat-istiqomah-10.html">10 Kiat Istiqomah (10)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/33581-10-kiat-istiqomah-11.html">10 Kiat Istiqomah (11)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/33584-10-kiat-istiqomah-12.html">10 Kiat Istiqomah (12)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/33587-10-kiat-istiqamah-13.html">10 Kiat Istiqomah (13)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/33591-10-kiat-istiqomah-14.html">10 Kiat Istiqomah (14)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/33594-10-kiat-istiqomah-15.html">10 Kiat Istiqomah (15)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/33598-10-kiat-istiqamah-16.html">10 Kiat Istiqomah (16)</a></li>
</ol>
<p>Penulis: <span class=""><span class="author xt-post-author"><a title="Posts by Sa'id Abu Ukkasyah" href="https://muslim.or.id/author/abu-ukkasyah" rel="author" data-slimstat-clicked="false" data-slimstat-type="2" data-slimstat-tracking="false" data-slimstat-callback="false">Sa’id Abu Ukkasyah</a></span></span><br>
Artikel: <a href="http://muslim.or.id">Muslim.or.id</a></p>
 