
<p><em>Baca pembahasan sebelumnya <a href="https://muslim.or.id/31331-10-kiat-istiqamah-2.html">Sepuluh kaedah Istiqomah (2)</a></em></p>
<h3><b>Kesungguhan dalam bersandar, berharap, dan memohon kepada Allah termasuk diantara kaedah istiqomah yang pertama-tama dan asasi!</b></h3>
<p>Demikianlah saudaraku, ayat-ayat yang menunjukkan bahwa hidayah itu ada di tangan Allah <i>Ta’ala </i>banyak jumlahnya.</p>
<p>Jadi, hidayah itu karunia Allah <i>Ta’ala </i>yang Allah <i>Ta’ala </i>berikan kepada orang yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Mengetahui siapa diantara hamba-hamba-Nya yang benar-benar bersungguh-sungguh untuk mendapatkan petunjuk-Nya dan layak mendapatkan petunjuk-Nya, dan siapa yang enggan mendapatkannya!</p>
<p>Oleh karena itulah, termasuk diantara kaedah istiqomah yang pertama kali perlu diperhatikan dan sangat mendasar adalah kesungguhan seorang hamba dalam bersandar, berharap, dan memohon kepada Allah <i>Ta’ala, </i>karena hidayah istiqomah itu hanyalah ada di tangan-Nya. Allah <i>Ta’ala </i>yang memberi petunjuk kepada hamba-hamba-Nya jalan yang lurus.</p>
<h2>
<b>Tahukah anda doa yang banyak dibaca oleh Rasulullah </b><b><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i></b><b>?</b>
</h2>
<p>Karena istiqomah itu ada di tangan Allah <i>Ta’ala, </i>maka pantaslah apabila doa yang banyak dibaca oleh Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> adalah doa mohon ketetapan hati di atas agama-Nya!</p>
<p>Dari Anas <i>radhiyallahu ‘anhu </i>menuturkan:</p>
<p>“Dahulu Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> memperbanyak berdoa :</p>
<h3 style="text-align: right;"><b>يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ</b></h3>
<p><i>“Wahai Sang Pembolak-balik hati, teguhkan hatiku di atas agama-Mu</i>”.</p>
<p>Lalu akupun berkata:</p>
<p>“Wahai Rasulullah, kami beriman kepadamu, dan beriman kepada ajaran Islam yang engkau bawa, maka apakah engkau mengkhawatirkan kami?”.</p>
<p>Beliau menjawab :</p>
<h3 style="text-align: right;"><b>نَعَمْ، إِنَّ الْقُلُوبَ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ، يُقَلِّبُهَا كَيْفَ يَشَاءُ</b></h3>
<p><i>“Ya! Sesungguhnya hati (para hamba) itu berada diantara dua jari dari jari-jemari Allah, Dia membolak-balikkannya sesuai dengan yang Dia kehendaki!”. </i>[HR. At-Tirmidzi, Ahmad, dan selainnya, dishahihkan oleh Al-Albani dalam <i>Shahih At-Tirmidzi</i> 2140].</p>
<p>Jadi, istiqomah itu di tangan Allah <i>Ta’ala, </i>maka barangsiapa yang ingin bisa istiqomah dalam hidupnya, maka mohonlah kepada Allah <i>Ta’ala </i>semata, hendaklah ia menghiba, merengek-rengek, dan memelas dalam memohonnya kepada Allah <i>Ta’ala.</i></p>
<h2>
<b>Inilah kebiasaan Rasulullah </b><b><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i></b><b>dalam shalat malam!</b>
</h2>
<p>Oleh karena istiqomah itu di tangan Allah <i>Ta’ala</i>, maka pantaslah apabila diantara kebiasaan Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>dalam shalat malam adalah membuka shalat malam dengan doa istiftah yang diantara kalimatnya, yaitu:</p>
<h3 style="text-align: right;">إنك تهدي من تشاء إلى صراط مستقيم</h3>
<p><i>“ٍSesungguhnya Engkau memberi petunjuk orang yang Engkau kehendaki kepada jalan yang lurus”</i> [HR. Muslim dalam <i>Shahih</i>nya].</p>
<h2>
<b>Kewajiban memohon kepada Allah </b><b><i>Ta’ala</i></b><b> hidayah jalan yang lurus dalam setiap shalat kita!</b>
</h2>
<p>Oleh karena istiqomah itu di tangan Allah <i>Ta’ala</i>, maka pantaslah apabila kita diwajibkan berdoa pada setiap shalat-shalat yang kita lakukan dengan memohon hidayah kepada-Nya jalan yang lurus! Bahkan, Allah <i>Ta’ala </i>mewajibkan kita berdoa dengan doa itu berulang kali dalam sehari semalam!</p>
<p>Doa tersebut adalah sebuah doa yang terdapat dalam surat Al-Fatihah,</p>
<h3 style="text-align: right;"><b>اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ </b></h3>
<p><i>Tunjukilah kami jalan yang lurus,</i></p>
<h3 style="text-align: right;"><b>صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ </b></h3>
<p><i>(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. </i>[QS. Al-Fatihah]
[<b>Bersambung]</b></p>
<h2>Daftar link artikel ini:</h2>
<ol>
<li><a href="https://muslim.or.id/31217-10-kiat-istiqamah-1.html">10 Kiat Istiqamah (1)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/31331-10-kiat-istiqamah-2.html">10 Kiat Istiqamah (2)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/31345-10-kiat-istiqamah-3.html">10 Kiat Istiqamah (3)</a></li>
</ol>
<p>Penulis: <span class=""><span class="author xt-post-author"><a title="Posts by Sa'id Abu Ukkasyah" href="https://muslim.or.id/author/abu-ukkasyah" rel="author" data-slimstat-clicked="false" data-slimstat-type="2" data-slimstat-tracking="false" data-slimstat-callback="false">Sa’id Abu Ukkasyah</a></span></span><br>
Artikel: <a href="http://muslim.or.id">Muslim.or.id</a></p>
 