
<p><em>Baca pembahasan sebelumnya <a href="https://muslim.or.id/33383-10-kiat-istiqomah-8.html">10 Kiat Istiqomah (8)</a></em></p>
<p>“Istiqomah yang tertuntut adalah beribadah kepada Allah sesuai dengan sunah, apabila tidak mampu, maka mendekatinya”, kaidah ini sesuai dengan firman Allah <i>Ta’ala</i>:</p>
<p style="text-align: right;"><b> فَاسْتَقِيمُوا إِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ</b></p>
<p>“<i>Maka istiqomahlah (dengan mengikhlaskan ibadah) kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya. </i>(QS. Fushshilat: 6), karena di dalam ayat ini terdapat penyebutan istigfar setelah perintah istiqomah yang mengandung isyarat bahwa seorang hamba pastilah ada kekurangannya, meskipun ia telah bersungguh-sungguh untuk istiqomah.</p>
<p>Ibnu Rajab <i>rahimahullah </i>di dalam kitabnya <i>Jami’ul ‘Ulum wal Hikam</i> menjelaskan ayat di atas:</p>
<p style="text-align: right;"><b>وفي قوله عز وجل {فَاسْتَقِيمُوا إِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ}إشارةٌ إلى أنَّه لابُدَّ من تقصيرٍ في الاستقامةِ المأمورِ بها ، فيُجبَرُ ذلكَ بالاستغفارِ المقتَضِي للتَّوبة، والرُّجوعِ إلى الاستقامَةِ</b></p>
<p>“Di dalam firman-Nya <i>Azza wa Jalla</i>: <i>“Maka istiqomahlah (dengan mengikhlaskan ibadah) kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya” </i>terdapat isyarat bahwa pastilah (seorang hamba) ada kekurangannya dalam beristiqomah yang diperintahkan, maka hal itu ditutup dengan istigfar yang mengantarkan kepada taubat dan mengantarkan kepada kemampuan beristiqomah kembali”.</p>
<p>Oleh karena itu di dalam sebuah hadits, Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wasallam</i> bersabda:</p>
<p style="text-align: right;"><b>اِستَقِيمُوا وَلَن تُحصُوا </b></p>
<p><i>“Istiqomahlah dan kalian tidaklah akan mampu (untuk istiqomah dalam semua ketaatan dengan sebenar-benar istiqomah)” </i>(HR. Imam Ahmad dan Ibnu Majah, dinilai sahih oleh Syaikh Al-Albani).</p>
<p>Berkata Ibnu Rajab <i>rahimahullah </i>menjelaskan hadits di atas:</p>
<p style="text-align: right;"><b>وقد أخبر النَّبيُّ- صلى الله عليه وسلم- أنَّ الناس لن يُطيقوا الاستقامةَ حقَّ الاستقامةِ، كما خرَّجه الإمام أحمد وابن ماجه من حديثِ ثوبانَ عن النَّبيِّ -صلى الله عليه وسلم- </b></p>
<p style="text-align: right;"><b>قال: ((استَقيموا ولن تُحْصوا))</b></p>
<p>“Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wasallam </i>mengabarkan bahwa manusia tidaklah mampu untuk istiqomah dengan sebenar-benar istiqomah sebagaimana hadits yang dikeluarkan (diriwayatkan) oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah dari hadits Tsauban dari Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wasallam, </i>beliau berkata:</p>
<p style="text-align: right;"><b>اِستَقِيمُوا وَلَن تُحصُوا </b></p>
<p><i>“Istiqomahlah dan kalian tidaklah akan mampu (untuk istiqomah dalam semua ketaatan dengan sebenar-benar istiqomah).</i>”</p>
<p>Dalam hadits riwayat Imam Muslim di dalam kitab <i>Shahih-</i>nya, Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wasallam</i> berkata kepada Ali <i>radhiyallahu ‘anhu </i>tatkala Ali <i>radhiyallahu ‘anhu </i>meminta kepada Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wasallam</i>  untuk mengajarkan kepadanya sebuah doa, Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wasallam</i> bersabda:</p>
<p style="text-align: right;"><b> «قُلْ: اللَّهُمَّ اهْدِنِي وَسَدِّدْنِي»</b></p>
<p><i>“Ucapkanlah: “Allahummah dinii wa saddidnii” (Ya Allah berilah aku petunjuk dan jadikanlah aku benar dan lurus dalam seluruh perkaraku).”</i></p>
<p>Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wasallam </i>mengingatkan Ali <i>radhiyallahu ‘anhu</i>:</p>
<p style="text-align: right;"><b>وَاذْكُرْ بِالهُدَى هِدَايَتَكَ الطَّرِيقَ، وَالسَّدَادِ سَدَادَ السَّهْمِ</b></p>
<p><i>“Dan ingatlah petunjuk (yang anda ucapkan dalam doamu) adalah sebagaimana anda mendapatkan petunjuk ketika meniti jalan dan ingatlah kelurusan (yang anda ucapkan dalam doamu) adalah ibarat lurusnya anak panah.”</i></p>
<p>Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wasallam </i>juga memberi petunjuk berupa sebuah doa:</p>
<p style="text-align: right;"><b>قُلْ : اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالسَّدَادَ</b></p>
<p><i>“Ucapkanlah: “Allahumma innii as`alukal hudaa was sadaad” (Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu petunjuk dan kebenaran/kelurusan)”</i> (H.R. Muslim).</p>
<p><b>Kesimpulan :</b></p>
<p>Seorang hamba di dalam niat, ucapan dan perbuatannya tertuntut untuk bersungguh-sungguh sesuai dengan petunjuk Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wasallam (As-Sadaad) </i>sebagaimana orang yang meniti sebuah jalan berusaha untuk melaluinya dengan sesuai rambu-rambu penunjuk jalan<i>, </i>dan iapun berusaha meluruskan niat, ucapan dan perbuatannya sebagaimana seorang pemanah berusaha untuk membidikkan anak panah dengan lurus sehingga tepat sasaran.</p>
<p>Namun apabila ia tidak mampu untuk meraih hal itu, maka hendaklah ia berupaya untuk <i>Muqaarabah</i> dengan meraih target yang mendekati kelurusan dan kesempurnaan yang tertinggi.</p>
<h2>Daftar link artikel ini:</h2>
<ol>
<li><a href="https://muslim.or.id/31217-10-kiat-istiqamah-1.html">10 Kiat Istiqamah (1)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/31331-10-kiat-istiqamah-2.html">10 Kiat Istiqamah (2)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/31345-10-kiat-istiqamah-3.html">10 Kiat Istiqamah (3)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/32372-10-kiat-istiqamah-4.html">10 Kiat Istiqamah (4)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/32376-10-kiat-istiqamah-5.html">10 Kiat Istiqamah (5)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/32382-10-kiat-istiqomah-6.html">10 Kiat Istiqamah (6)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/32443-10-kiat-istiqomah-7.html">10 Kiat Istiqamah (7)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/33383-10-kiat-istiqomah-8.html">10 Kiat Istiqamah (8)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/33385-10-kiat-istiqomah-9.html">10 Kiat Istiqomah (9)</a></li>
</ol>
<p>Penulis: <span class=""><span class="author xt-post-author"><a title="Posts by Sa'id Abu Ukkasyah" href="https://muslim.or.id/author/abu-ukkasyah" rel="author" data-slimstat-clicked="false" data-slimstat-type="2" data-slimstat-tracking="false" data-slimstat-callback="false">Sa’id Abu Ukkasyah</a></span></span><br>
Artikel: <a href="http://muslim.or.id">Muslim.or.id</a></p>
<p> </p>
 