
<p>Dalam tulisan bagian <a href="baca/artikel/1308/10-tips-rahasia-presentasi-spektakuler-ala-steve-jobs-bagian-1" target="_parent">pertama</a>, saya sudah memaparkan lima trik  jitu sukses presentasi produk ala Steve Jobs; Gunakan slide yang  sederhana, font yang jelas, kata-kata hiperbolis, ulang dan ulangi lagi  kata-kata menakjubkan itu, dan kurangi kuantitas teks. Nah kali ini,  akan ada lima lagi untuk Anda. Siapkan sabuk pengaman, Anda hampir  sampai. Bismillah …</p>
<p><strong>6. Merasa hebat, demokan!</strong></p>
<p><img loading="lazy" title="Demo Produk" src="https://i0.wp.com/www.pengusahamuslim.com/images/iPhone2g.jpeg?resize=352%2C277" alt="Demo Produk" width="352" height="277" data-recalc-dims="1"></p>
<p>Nah ini  yang paling utama dalam sebuah peluncuran produk. Dan tampaknya, ini  juga yang membuat Apple lebih bernilai ketimbang vendor-vendor lain di  dunia teknologi informasi. Ketika Apple mengadakan peluncuran produk,  Steve Jobs atau rekannya akan menyuguhkan hiburan tersendiri yang  dirangkum bersama demo fitur. Contoh konkritnya terjadi pada tahun 2007  saat iPhone untuk pertama kalinya diluncurkan. Waktu itu, Steve  mendemokan bagaimana iPhone bisa digunakan untuk melihat peta denah  alamat kedai makanan dan minuman melalui bantuan Google Maps. Dan  asyiknya, Steve mendemokan kepada para penonton bahwa iPhone juga bisa  langsung digunakan untuk menelepon kedai tersebut melalui antarmuka yang  masih didominasi oleh denah peta kedai tadi. </p>
<p>Lalu apa yang  membuat penonton gaduh? Mereka gaduh sambil memberi applause karena  Steve memesankan makanan dan minuman untuk orang yang berada dalam  gedung tempat acara tersebut dilangsungkan. Wow, tidak heran penonton  langsung bersorak gembira. Siapa sih yang tidak gembira diberi makanan  dan minuman gratis.</p>
<p><strong>7. Gunakan video </strong></p>
<p>Untuk penjelasan  lebih jauh dari fitur-fitur tertentu, Steve Jobs lebih sering  menyerahkan tugas ini kepada klip video. Dan ini adalah trik yang sangat  bagus karena andai saja sebuah fitur diceritakan terlalu jelas dan  dengan sifat “berpanjang lebar”, maka penonton akan bosan dan bisa-bisa  ketiduran. Hal ini dicontohkan oleh Steve ketika ia mempresentasikan  iPad 2. Untuk membeberkan dampak apa yang sudah dibuat oleh iPad di  seluruh dunia, Steve mempersilahkan penonton untuk menikmati video yang  durasinya bisa antara 4 sampai 7 menit. </p>
<p><strong>8. Buat perbandingan</strong></p>
<p>Sebagai  perusahaan dengan pengikut-pengikut fanatik, Apple acapkali membuat  perbandingan secara eksplisit antara produknya dengan produk buatan  vendor lain di depan publik. Salah satu contohnya adalah ketika Steve  Jobs memperkenalkan MacBook Air sebagai laptop tertipis di seluruh  dunia, Steve tidak takut membanding-bandingkan besutan Apple terbaru itu  dengan produk lain yang tidak kalah tipisnya dari vendor teknologi  terkemuka lainnya, Sony. Selama itu bisa dipertanggungjawabkan, saya  rasa Anda juga berhak untuk melakukan ini. Tapi ingat, Anda juga harus  tahu bahwa Anda tidak perlu mempermalukan produk pesaing Anda di depan  pendukung Anda seperti yang sering dilakukan oleh Steve selama ini.  Maklum, agaknya kurang islami. Lagipula, tanpa menjelek-jelekkan produk  pesaing pun, sebenarnya orang akan cenderung lebih memilih produk kita  asalkan itu memang lebih bagus. </p>
<p><strong>9. Jangan ceritakan berita buruk</strong> <strong>(pun yang biasa-biasa saja)</strong></p>
<p>Selama  presentasi dilakukan, Steve Jobs selalu menyebut-nyebut keberhasilan  atau pencapaian besar perusahaannya. Jarang atau mungkin bahkan tidak  pernah sama sekali seorang Steve menyebutkan berita buruk atau berita  “biasa-biasa saja” yang menghinggapi Apple. Contohnya begini, dalam  acara <a href="http://www.youtube.com/watch?v=qQG0XfU-bFs" target="_blank">peluncuran iPad 2</a>, Steve juga membeberkan bahwa aplikasi iBooks  sudah menjadi channel tempat penggunanya untuk mengunduh tidak kurang  dari 100 juta buku. Selain itu, pria yang menyenangi mobil Mercedes dan  Porsche ini juga membeberkan bahwa Apple sudah menyimpan kurang lebih  200 juta akun kartu kredit dari anggota-anggotanya di seluruh dunia.  Tentu saja, hal-hal seperti ini akan turut membuat pendengar sekaligus  calon pelanggan Anda akan semakin bersemangat untuk menjadi bagian dari  perusahaan yang Anda bangun. </p>
<p><strong>10. Suruh penonton mencoba sendiri</strong></p>
<p><img title="demo apple" src="https://i0.wp.com/www.pengusahamuslim.com/images/ipad2.jpg?w=1200" alt="demo apple" data-recalc-dims="1"></p>
<p>Dan  inilah pentas pamungkas, supaya penonton tadi benar-benar terkesima dan  bisa merasakan efek magis barang besutan perusahaan Anda, Anda tidak  boleh ragu untuk meminta mereka mencoba langsung produk-produk tersebut.  Selama mereka mencoba, biarkan mereka melakukan apa saja selama itu  positif seperti menekan-nekan sisi luar produk, mengangkatnya ke atas  dan ke bawah, merekamnya dengan video maupun mengambil gambarnya untuk  publikasi ulang di blog atau situs milik mereka. Ah, Anda asti sudah  membayangkan sebuah usaha pemasaran gratis bukan? </p>
<p>Baiklah  teman-teman pembaca semua, waktunya bagi Anda untuk mulai latihan  meniru-niru Steve Jobs. Siapa tahu Anda bisa melakukan hal yang sama  terhadap produk Anda persis seperti apa yang telah ditunjukkan oleh  Steve semasa hidupnya. Menjadi CEO sekaligus salesman yang berhasil.  Insyaallah. Semoga bermanfaat. Amin.</p>
<p><strong>Artikel <a target="_top">www.pengusahaMuslim.com</a></strong></p>
 