
<p><strong>Kiat ketujuh menggapai keberkahan: <em>Istighfar</em>/ bertaubat dari segala dosa.</strong></p>
<p>Sebagaimana halnya perbuatan dosa adalah salah satu penyebab terhalangnya rezeki dari pelakunya, maka sebaliknya, tobat dan <em>istighfar</em> adalah salah satu penyebab rezeki datang dan diberkahi. Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh Nabi Nuh<em> ‘alaihissalam</em> kepada umatnya,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا  يُرْسِلِ  السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَارًا  وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ  وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَارًا</p>
<p>“<em>Maka aku katakan kepada mereka, ‘Ber-istighfar-lah kamu kepada  Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan  mengirmkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan  anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di  dalamnya) untukmu sungai-sungai</em>.” (Qs. an-Nuh: 10-12).</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">وَأَنِ اسْتَغْفِرُواْ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُواْ إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُم  مَّتَاعًا حَسَنًا إِلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ  فَضْلَهُ</p>
<p>“<em>Dan hendaklah kamu ber-istighfar kepada Tuhanmu dan bertaubat  kepadanya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan  memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai kepada  waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang  yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya.</em>” (Qs. Huud: 3).</p>
<p>Berdasarkan ayat ini dan juga lainnya ulama ahli tafsir menjelaskan,  bahwa di antara manfaat istighfar dan tobat adalah mendatangkan  kelapangan rezeki, kebahagian hidup, terhindar dari berbagai bentuk  petaka dan adzab (baca <em>Tafsir al-Qurthuby</em>, 9/4 dan <em>Adhwaaul Bayan</em>, 2/267).</p>
<p>Pada ayat lain dalam surat yang sama, Allah menceritakan tentang Nabi Hud<em> ‘alaihissalam</em> bersama kaumnya,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُواْ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُواْ إِلَيْهِ يُرْسِلِ  السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ  وَلاَ تَتَوَلَّوْاْ مُجْرِمِينَ</p>
<p>“<em>Dan (Hud berkata), ‘Hai kaumku, ber-istighfar-lah kepada Tuhanmu  lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan atasmu hujan yang  sangat deras, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan  janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.</em>” (Qs. Hud: 52).</p>
<p>Ulama ahli tafsir menyebutkan, bahwa akibat kekufuran dan perbuatan  dosa kaum ‘Aad, mereka ditimpa kekeringan dan kemandulan, sehingga tidak  seorang wanitapun yang bisa melahirkan anak. Keadaan ini berlangsung  selama beberapa tahun lamanya. Oleh karena itu, Nabi Huud <em>‘alaihissalam </em>memerintahkan mereka untuk bertobat dan ber-<em>istighfar</em>, karena dengan keduanya Allah akan menurunkan hujan, dan mengaruniai mereka anak keturunan (baca <em>Tafsir ath-Thabary</em>, 15/359 dan<em> Tafsir al-Qurthuby</em>, 9/51).</p>
<p>Penulis: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Baderi, M.A<br> Artikel <a href="http://www.PengusahaMuslim.com" target="_blank">www.PengusahaMuslim.com</a></p>
 