
<p>Apa saja aktivitas yang baik dilakukan di bulan Ramadhan saat Ashar?</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #ff0000;">23- Menyiapkan makan berbuka puasa. Suami berusaha membantu pekerjaan istri di rumah.</span></h4>
<p>Membantu pekerjaan istri di rumah termasuk bentuk berbuat baik dari suami pada istri dan menunjukkan keluhuran akhlak suami.</p>
<p>Coba lihat bagaimanakah contoh dari suri tauladan kita, Nabi Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> ketika beliau berada di rumah.</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">عَنِ الأَسْوَدِ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ مَا كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يَصْنَعُ فِى أَهْلِهِ قَالَتْ كَانَ فِى مِهْنَةِ أَهْلِهِ ، فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ</p>
<p>Dari Al-Aswad, ia bertanya pada ‘Aisyah, “Apa yang Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> lakukan ketika berada di tengah keluarganya?” ‘Aisyah menjawab, “Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> biasa membantu pekerjaan keluarganya di rumah. Jika telah tiba waktu shalat, beliau berdiri dan segera menuju shalat.” (HR. Bukhari, no. 6039)</p>
<p>Ingatlah suami yang paling baik adalah suami yang paling baik pada istri, anak dan keluarganya. Dari ‘Aisyah <em>radhiyallahu ‘anha</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى</p>
<p>“<em>Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik pada keluarganya. Aku sendiri adalah orang yang paling baik pada keluargaku.</em>” (HR. Tirmidzi, no. 3895. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini <em>shahih</em>)</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #0000ff;">Baca selengkapnya di sini:</span></h4>
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="EeLRR4P7U2"><p><a href="https://rumaysho.com/15770-suami-terbaik-suami-yang-selalu-membantu-istri-di-rumah.html">Suami Terbaik, Suami yang Selalu Membantu Istri di Rumah</a></p></blockquote>
<p><iframe class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted" style="position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);" title="“Suami Terbaik, Suami yang Selalu Membantu Istri di Rumah” — Rumaysho.Com" src="https://rumaysho.com/15770-suami-terbaik-suami-yang-selalu-membantu-istri-di-rumah.html/embed#?secret=EeLRR4P7U2" data-secret="EeLRR4P7U2" width="500" height="282" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe></p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #ff0000;">24- Melaksanakan shalat sunnah qabliyah Ashar dua atau empat rakaat.</span></h4>
<p>Adapun dibolehkan shalat qabliyah ‘Ashar dua raka’at adalah berdasarkan riwayat dari Ummu Salamah, ia menyatakan,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْعَصْرِ</p>
<p>“Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> biasa melakukan dua raka’at qabliyah ‘Ashar. ” (HR. An-Nasa’i, no. 581 dan Ahmad, 6: 306. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth menyatakan bahwa hadits ini <em>shahih</em>)</p>
<p>Secara tekstual yang dimaksud hadits di atas, shalat qabliyah ‘Ashar adalah dua raka’at. Lihat <em>Syarh Shahih Muslim</em>, 6: 110.</p>
<p>Alasan lainnya yang menunjukkan qabliyah ‘Ashar adalah dua raka’at sebagaimana hadits berikut,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُغَفَّلٍ قَالَ قَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ – ثُمَّ قَالَ فِى الثَّالِثَةِ – لِمَنْ شَاءَ »</p>
<p>Dari ‘Abdullah bin Mughaffal <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, ia menyatakan bahwa Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Antara dua azan (azan dan iqamah) ada shalat, antara dua azan ada shalat, -kemudian disebutkan yang ketiga kalinya-, bagi siapa yang mau</em>.” (HR. Bukhari, no. 627  dan Muslim, no. 838)</p>
<p>Adapun dalil yang menunjukkan shalat sunnah qabliyah ‘Ashar itu empat raka’at adalah hadits dari Ibnu ‘Umar <em>radhiyallahu ‘anhuma</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">رَحِمَ اللَّهُ امْرَأً صَلَّى قَبْلَ الْعَصْرِ أَرْبَعًا</p>
<p>“<em>Semoga Allah merahmati seseorang yang mengerjakan shalat qabliyah ‘Ashar sebanyak empat raka’at.</em>” (HR. Abu Daud, no. 1271 dan Tirmidzi, no. 430. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini <em>hasan</em>)</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #0000ff;">Tentang shalat sunnah qabliyah Ashar, diharapkan membaca dua artikel berikut:</span></h4>
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="jzPRFW5jSq"><p><a href="https://rumaysho.com/15774-cara-shalat-sunnah-qabliyah-ashar.html">Cara Shalat Sunnah Qabliyah Ashar</a></p></blockquote>
<p><iframe class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted" style="position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);" title="“Cara Shalat Sunnah Qabliyah Ashar” — Rumaysho.Com" src="https://rumaysho.com/15774-cara-shalat-sunnah-qabliyah-ashar.html/embed#?secret=jzPRFW5jSq" data-secret="jzPRFW5jSq" width="500" height="282" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe></p>
<p> </p>
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="VNRbFzGpDk"><p><a href="https://rumaysho.com/15814-shalat-qabliyah-ashar-dua-ataukah-empat-rakaat.html">Shalat Qabliyah Ashar Dua ataukah Empat Rakaat?</a></p></blockquote>
<p><iframe class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted" style="position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);" title="“Shalat Qabliyah Ashar Dua ataukah Empat Rakaat?” — Rumaysho.Com" src="https://rumaysho.com/15814-shalat-qabliyah-ashar-dua-ataukah-empat-rakaat.html/embed#?secret=VNRbFzGpDk" data-secret="VNRbFzGpDk" width="500" height="282" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe></p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #ff0000;">25- Dilarang melakukan shalat Sunnah setelah Shalat ‘Ashar.</span></h4>
<p>Para ulama menyatakan terlarangnya shalat setelah ‘Ashar sampai tenggelamnya matahari dan setelah Shubuh sampai matahari meninggi.</p>
<p>Dari Abu Sa’id Al-Khudri <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">لاَ صَلاَةَ بَعْدَ الصُّبْحِ حَتَّى تَرْتَفِعَ الشَّمْسُ ، وَلاَ صَلاَةَ بَعْدَ الْعَصْرِ حَتَّى تَغِيبَ الشَّمْسُ</p>
<p>“<em>Tidak ada shalat setelah shalat Shubuh sampai matahari meninggi dan tidak ada shalat setelah shalat ‘Ashar sampai matahari tenggelam.</em>” (HR. Bukhari, no. 586 dan Muslim, no. 827)</p>
<p>Dari ‘Uqbah bin ‘Amir <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, ia berkata,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">ثَلاَثُ سَاعَاتٍ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَنْهَانَا أَنْ نُصَلِّىَ فِيهِنَّ أَوْ أَنْ نَقْبُرَ فِيهِنَّ مَوْتَانَا حِينَ تَطْلُعُ الشَّمْسُ بَازِغَةً حَتَّى تَرْتَفِعَ وَحِينَ يَقُومُ قَائِمُ الظَّهِيرَةِ حَتَّى تَمِيلَ الشَّمْسُ وَحِينَ تَضَيَّفُ الشَّمْسُ لِلْغُرُوبِ حَتَّى تَغْرُبَ</p>
<p>“Ada tiga waktu yang Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> melarang kami untuk shalat atau untuk menguburkan orang yang mati di antara kami yaitu: (1) ketika matahari terbit (menyembur) sampai meninggi, (2) ketika matahari di atas kepala hingga tergelincir ke barat, (3) ketika matahari  akan tenggelam hingga tenggelam sempurna.”  (HR. Muslim, no. 831)</p>
<p> </p>
<p>Kesimpulannya, waktu terlarang untuk shalat ada lima:</p>
<ul>
<li>Dari shalat Shubuh hingga terbit matahari terbit.</li>
<li>Dari matahari terbit hingga matahari meninggi (kira-kira 15 menit setelah matahari terbit).</li>
<li>Ketika matahari di atas kepala tidak condong ke timur atau ke barat hingga matahari tergelincir ke barat.</li>
<li>Dari shalat Ashar hingga mulai tenggelam.</li>
<li>Dari matahari mulai tenggelam hingga tenggelam sempurna. (Lihat <em>Minhah Al-‘Allam</em> <em>fii Syarh Bulugh Al-Maram</em>, 2: 205)</li>
</ul>
<p> </p>
<h4><span style="color: #0000ff;">Baca selengkapnya tentang waktu terlarang shalat:</span></h4>
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="8hYTU6NRRO"><p><a href="https://rumaysho.com/15797-lima-waktu-terlarang-shalat.html">Lima Waktu Terlarang Shalat</a></p></blockquote>
<p><iframe class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted" style="position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);" title="“Lima Waktu Terlarang Shalat” — Rumaysho.Com" src="https://rumaysho.com/15797-lima-waktu-terlarang-shalat.html/embed#?secret=8hYTU6NRRO" data-secret="8hYTU6NRRO" width="500" height="282" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe></p>
<h4></h4>
<h4><span style="color: #0000ff;">Baca juga artikel tentang dua tanduk setan:</span></h4>
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="6cpH0FL0Y5"><p><a href="https://rumaysho.com/15818-ngeri-ada-dua-tanduk-setan-saat-matahari-terbit-dan-tenggelam.html">Ngeri Ada Dua Tanduk Setan Saat Matahari Terbit dan Tenggelam</a></p></blockquote>
<p><iframe class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted" style="position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);" title="“Ngeri Ada Dua Tanduk Setan Saat Matahari Terbit dan Tenggelam” — Rumaysho.Com" src="https://rumaysho.com/15818-ngeri-ada-dua-tanduk-setan-saat-matahari-terbit-dan-tenggelam.html/embed#?secret=6cpH0FL0Y5" data-secret="6cpH0FL0Y5" width="500" height="282" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe></p>
<p> </p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #0000ff;">Apakah benar Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>merutinkan shalat sunnah ba’diyah ‘Ashar?</span></h4>
<p>Para ulama yang duduk di Al-Lajnah Ad-Daimah li Al-Buhuts Al-‘Ilmiyyah wa Al-Ifta’ (Komisi Fatwa Kerajaan Saudi Arabia) pernah ditanya tentang hadits-hadits yang menunjukkan adanya shalat ba’diyah ‘Ashar, mereka lantas menjawab,</p>
<p>“Tidak boleh shalat sunnah setelah ‘Ashar karena ketika itu waktu terlarang untuk shalat. Adapun yang dilakukan oleh Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dari hadits-hadits yang disebutkan adalah untuk mengqadha shalat rawatib Zhuhur yang luput dikerjakan. Adapun Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> merutinkannya terus menerus dikarenakan jika beliau telah melakukan suatu amalan, maka beliau akan merutinkannya, ini adalah kekhususan bagi beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Akan tetapi masih boleh melakukan shalat yang punya sebab setelah ‘Ashar, seperti shalat tahiyatul masjid, shalat kusuf (gerhana), shalat dua raka’at thawaf setelah ‘Ashar maupun setelah Shubuh, juga shalat jenazah karena ada hadits tentang hal ini.” (Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah, <a href="http://www.alifta.net/Fatawa/fatawaDetails.aspx?BookID=3&amp;View=Page&amp;PageNo=1&amp;PageID=12380">pertanyaan pertama dari fatwa no. 19518, 6: 174</a>. Fatwa ini ditandatangani oleh Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz selaku ketua, Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah Alu Syaikh selaku wakil ketua dan Syaikh Bakr Abu Zaid selaku anggota)</p>
<p>Berarti shalat sunnah setelah ‘Ashar asalnya tidak ada karena masih waktu terlarang untuk shalat, kecuali tiga sebab:</p>
<ul>
<li>Khusus untuk Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>.</li>
<li>Mengqadha’ shalat sunnah rawatib Zhuhur.</li>
<li>Mengerjakan shalat sunnah yang punya sebab seperti shalat tahiyatul masjid dan shalat sunnah wudhu.</li>
</ul>
<p> </p>
<h4><span style="color: #0000ff;">Baca artikel selengkapnya di sini:</span></h4>
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="FCenoAZbm1"><p><a href="https://rumaysho.com/15838-8-keutamaan-memberi-makan-buka-puasa.html">8 Keutamaan Memberi Makan Buka Puasa</a></p></blockquote>
<p><iframe class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted" style="position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);" title="“8 Keutamaan Memberi Makan Buka Puasa” — Rumaysho.Com" src="https://rumaysho.com/15838-8-keutamaan-memberi-makan-buka-puasa.html/embed#?secret=FCenoAZbm1" data-secret="FCenoAZbm1" width="500" height="282" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe></p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #ff0000;">26- Mempersiapkan makanan buka puasa untuk orang-orang yang akan berbuka di masjid-masjid terdekat. Atau bisa menjadi panitia pengurusan buka puasa di masjid.</span></h4>
<p>Keutamaan turut serta dalam memberi buka puasa sebagai berikut.</p>
<p>a- Memberi makan buka puasa akan mendapatkan pahala dari orang yang berpuasa</p>
<p>Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, ia berkata bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا</p>
<p>“<em>Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga</em>.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5: 192. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini <em>shahih</em>)</p>
<p>b- Dengan banyak berderma melalui memberi makan berbuka dibarengi dengan berpuasa itulah jalan menuju surga.</p>
<p>Dari ‘Ali <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, ia berkata, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">إِنَّ فِى الْجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا. فَقَامَ أَعْرَابِىٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِىَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لِمَنْ أَطَابَ الْكَلاَمَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ</p>
<p>“<em>Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya.” Lantas seorang arab baduwi berdiri sambil berkata, “Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan shalat pada malam hari di waktu manusia pada tidur</em>.” (HR. Tirmidzi no. 1984. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)</p>
<p>Lihatlah bagaimana keutamaan Abu Bakr Ash-Shiddiq <em>radhiyallahu ‘anhu</em> yang menggabungkan antara memberi makan dengan amalan lainnya. Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ صَائِمًا قَالَ أَبُو بَكْرٍ أَنَا قَالَ فَمَنْ تَبِعَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ جَنَازَةً قَالَ أَبُو بَكْرٍ أَنَا قَالَ فَمَنْ أَطْعَمَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ مِسْكِينًا قَالَ أَبُو بَكْرٍ أَنَا قَالَ فَمَنْ عَادَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ مَرِيضًا قَالَ أَبُو بَكْرٍ أَنَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا اجْتَمَعْنَ فِي امْرِئٍ إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bertanya (kepada para sahabat), “Siapakah di antara kalian yang pada hari ini berpuasa?” Abu Bakar berkata, “Saya.”</p>
<p>Beliau bertanya lagi, “Siapakah di antara kalian yang hari ini sudah mengiringi jenazah?” Maka Abu Bakar berkata, “Saya.”</p>
<p>Beliau kembali bertanya, “Siapakah di antara kalian yang hari ini memberi makan orang miskin?” Maka Abu Bakar mengatakan, “Saya.”</p>
<p>Lalu beliau bertanya lagi, “Siapakah di antara kalian yang hari ini sudah mengunjungi orang sakit.” Abu Bakar kembali mengatakan, “Saya.”</p>
<p>Maka Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> pun bersabda, “<em>Tidaklah ciri-ciri itu terkumpul pada diri seseorang melainkan dia pasti akan masuk surga</em>.” (HR. Muslim, no. 1028).</p>
<p>c- Menggabungkan shalat, puasa dan sedekah dapat mengantarkan pada ridha Allah.</p>
<p>Ibnu Rajab Al-Hambali <em>rahimahullah </em>karenanya menyatakan, “Puasa, shalat dan sedekah mengantarkan orang yang mengamalkannya pada Allah. Sebagian salaf sampai berkata, ‘Shalat mengantarkan seseorang pada separuh jalan. Puasa mengantarkannya pada pintu raja. Sedekah nantinya akan mengambilnya dan mengantarnya pada raja.’“ (<em>Lathaif Al-Ma’arif</em>, hlm. 298)</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #0000ff;">Selengkapnya baca 8 Keutamaan Memberi Buka Puasa di sini:</span></h4>
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="b568pLx9rY"><p><a href="https://rumaysho.com/15838-8-keutamaan-memberi-makan-buka-puasa.html">8 Keutamaan Memberi Makan Buka Puasa</a></p></blockquote>
<p><iframe class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted" style="position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);" title="“8 Keutamaan Memberi Makan Buka Puasa” — Rumaysho.Com" src="https://rumaysho.com/15838-8-keutamaan-memberi-makan-buka-puasa.html/embed#?secret=b568pLx9rY" data-secret="b568pLx9rY" width="500" height="282" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe></p>
<p> </p>
<p>Semoga bermanfaat dan bisa diamalkan.</p>
<p>—</p>
<p><a href="http://DarushSholihin.Com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">@ DS Panggang, Gunungkidul</a>, 23 Sya’ban 1438 H</p>
<p>Oleh: <a href="http://rumaysho.com/about-me">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p>Follow Us : Facebook <a href="https://www.facebook.com/muhammad.tuasikal" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Muhammad Abduh Tuasikal</a> (bisa ikuti kajian LIVE via Facebook)</p>
<p>Fans Page Facebook <a href="https://www.facebook.com/rumaysho/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Rumasyho.Com</a> | Twitter <a href="https://twitter.com/RumayshoCom" target="_blank" rel="noopener noreferrer">@RumayshoCom</a> <strong>|</strong> Instagram <a href="https://www.instagram.com/rumayshocom/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">@RumayshoCom</a> <strong>|</strong> Channel Telegram <a href="https://telegram.me/rumayshocom" target="_blank" rel="noopener noreferrer">@RumayshoCom</a> | Channel Telegram <a href="https://telegram.me/tanyarumayshocom" target="_blank" rel="noopener noreferrer">@TanyaRumayshoCom</a> | Channel Youtube <a href="https://youtube.com/rumayshoTV" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Rumaysho TV</a></p>
<p>Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=sms.com.rumaysho"><strong>di sini</strong></a>.</p>
 