
<p>Selanjutnya aktivitas di bulan Ramadhan di pagi hari. Apa saja?</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #ff0000;">14- Sejak fajar menjalankan rukun dan tidak melakukan pembatal-pembatal puasa.</span></h4>
<p>Rukun puasa ada dua:</p>
<ul>
<li>Berniat puasa, di mana niat puasa Ramadhan tersebut harus ada di malam hari sebelum terbit fajar, niat tersebut harus dikhususkan untuk puasa Ramadhan, dan niat harus diulang tiap malamnya.</li>
<li>Menahan diri dari berbagai pembatal, mulai dari terbit fajar Shubuh hingga tenggelamnya matahari.</li>
</ul>
<p>Pembatal puasa ada enam:</p>
<ul>
<li>Makan dan minum atau memasukkan sesuatu yang berpengaruh pada lambung dan sifatnya mengenyangkan.</li>
<li>Muntah dengan sengaja.</li>
<li>Hubungan intim dengan sengaja.</li>
<li>Mengeluarkan mani dengan sengaja (<em>al-istimnaa’</em>).</li>
<li>Datang bulan (haidh) dan nifas.</li>
<li>Gila dan murtad.</li>
</ul>
<p>(Lihat <em>Al-Fiqh Al-Manhaji</em>, 1: 340-345)</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #ff0000;">15- Saat puasa, meninggalkan hal-hal yang diharamkan yaitu berdusta, ghibah, namimah (adu domba), memandang wanita yang tidak halal, dan mendengarkan musik.</span></h4>
<p>Syaikh Musthafa Al-Bugha menyatakan bahwa perbuatan haram yang dilakukan saat puasa menghancurkan pahala puasa, walaupun puasanya sah dan yang wajib terpenuhi. (Lihat <em>Al-Fiqh Al-Manhaji</em>, hlm. 347)</p>
<p>Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ</p>
<p>“<em>Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan</em>.” (HR. Bukhari, no. 1903).</p>
<p>Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الأَكْلِ وَالشَّرَبِ ، إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ</p>
<p>“<em>Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan sia-sia dan kata-kata kotor</em>.” (HR. Ibnu Khuzaimah, 3: 242. Al-A’zhomi mengatakan bahwa sanad hadits tersebut shahih)</p>
<p>Jabir bin ‘Abdillah <em>radhiyallahu ‘anhu</em> berkata, “Seandainya engkau berpuasa maka hendaknya pendengaran, penglihatan dan lisanmu turut berpuasa, yaitu menahan diri dari dusta dan segala perbuatan haram serta janganlah engkau menyakiti tetanggamu. Bersikap tenang dan berwibawalah di hari puasamu. Janganlah kamu jadikan hari puasamu dan hari tidak berpuasamu sama saja.” (<em>Latha’if Al-Ma’arif</em>, 277).</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #0000ff;">Baca bahasan:</span></h4>
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="VBXXCEy46I"><p><a href="https://rumaysho.com/1904-pacaran-saat-puasa.html">Pacaran Saat Puasa</a></p></blockquote>
<p><iframe class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted" style="position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);" title="“Pacaran Saat Puasa” — Rumaysho.Com" src="https://rumaysho.com/1904-pacaran-saat-puasa.html/embed#?secret=VBXXCEy46I" data-secret="VBXXCEy46I" width="500" height="282" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe></p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #ff0000;">16- Melakukan shalat Dhuha minimal dua raka’at.</span></h4>
<p>Mulainya shalat Dhuha adalah dari matahari setinggi tomba (15 menit setelah matahari terbit) dan berakhir ketika matahari akan berada di atas kepala (10 menit sebelum masuk Zhuhur).</p>
<p>Sedangkan waktu utama mengerjakan shalat Dhuha adalah di akhir waktu, yaitu keadaan yang semakin panas. Dalilnya adalah,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">أَنَّ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ رَأَى قَوْمًا يُصَلُّونَ مِنَ الضُّحَى فَقَالَ أَمَا لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلاَةَ فِى غَيْرِ هَذِهِ السَّاعَةِ أَفْضَلُ. إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ صَلاَةُ الأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ</p>
<p>Zaid bin Arqom melihat sekelompok orang melaksanakan shalat Dhuha, lantas ia mengatakan, “Mereka mungkin tidak mengetahui bahwa selain waktu yang mereka kerjakan saat ini, ada yang lebih utama. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, <em>“(Waktu terbaik) shalat awwabin (shalat Dhuha) yaitu ketika anak unta merasakan terik matahari.</em>” (HR. Muslim, no. 748). Artinya, ketika kondisi panas di akhir waktu.</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #0000ff;">Baca bahasan:</span></h4>
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="ERpY2TFv7f"><p><a href="https://rumaysho.com/9488-waktu-shalat-dhuha.html">Waktu Shalat Dhuha</a></p></blockquote>
<p><iframe class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted" style="position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);" title="“Waktu Shalat Dhuha” — Rumaysho.Com" src="https://rumaysho.com/9488-waktu-shalat-dhuha.html/embed#?secret=ERpY2TFv7f" data-secret="ERpY2TFv7f" width="500" height="282" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe></p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #0000ff;">Apa saja keutamaan Shalat Dhuha?</span></h4>
<h4><span style="color: #0000ff;">Baca bahasan:</span></h4>
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="TV6o3Ha4C5"><p><a href="https://rumaysho.com/2845-keutamaan-shalat-dhuha.html">Keutamaan Shalat Dhuha</a></p></blockquote>
<p><iframe class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted" style="position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);" title="“Keutamaan Shalat Dhuha” — Rumaysho.Com" src="https://rumaysho.com/2845-keutamaan-shalat-dhuha.html/embed#?secret=TV6o3Ha4C5" data-secret="TV6o3Ha4C5" width="500" height="282" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe></p>
<p> </p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #ff0000;">17- Memperbanyak sedekah di bulan Ramadhan.</span></h4>
<p>Dalam shahihain, dari Ibnu ‘Abbas <em>radhiyallahu ‘anhuma</em>, ia berkata,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ جِبْرِيلُ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ</p>
<p>“Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> adalah orang yang paling gemar bersedekah. Semangat beliau dalam bersedekah lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan tatkala itu Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malamnya di bulan Ramadhan. Jibril mengajarkan Al-Qur’an kala itu. Dan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang paling semangat dalam melakukan kebaikan bagai angin yang bertiup.” (HR. Bukhari, no. 3554 dan Muslim, no. 2307)</p>
<p>Ibnu Rajab <em>rahimahullah</em> berkata, “Al juud berarti rajin dan banyak memberi (berderma)” (<em>Lathaif Al-Ma’arif</em>, hlm. 291). Jadi maksud hadits adalah Rasulullah –<em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>– rajin memberi sedekah pada orang lain di bulan Ramadhan.</p>
<p>Ibnu Rajab juga menyebutkan, “Pada diri Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> terkumpul berbagai macam sifat dermawan. Beliau gemar berderma dengan ilmu dan harta beliau. Beliau juga mengorbankan jiwa untuk memperjuangkan agamanya. Beliau juga memberikan manfaat pada umat dengan menempuh berbagai macam cara. Bentuk kemanfaatan yang beliau berikan adalah dengan memberi makan pada orang yang lapar, menasihati orang yang bodoh, memenuhi hajat dan mengangkat kesulitan orang yang butuh.” (<em>Lathaif Al-Ma’arif</em>, hlm. 293).</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #0000ff;">Apa yang mendorong Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> lebih bersemangat bersedekah di bulan Ramadhan?</span></h4>
<h4><span style="color: #0000ff;">Baca bahasan:</span></h4>
<p> </p>
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="nn5f9w1Mc1"><p><a href="https://rumaysho.com/3240-apa-pekerjaan-yang-terbaik.html">Apa Pekerjaan yang Terbaik?</a></p></blockquote>
<p><iframe class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted" style="position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);" title="“Apa Pekerjaan yang Terbaik?” — Rumaysho.Com" src="https://rumaysho.com/3240-apa-pekerjaan-yang-terbaik.html/embed#?secret=nn5f9w1Mc1" data-secret="nn5f9w1Mc1" width="500" height="282" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe></p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #ff0000;">18- Memperbanyak membaca Al-Quran, bahkan berusaha mengkhatamkannya di bulan Ramadhan.</span></h4>
<p>Dari ‘Abdullah bin ‘Amr <em>radhiyallahu ‘anhuma</em>, ia berkata bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">« اقْرَإِ الْقُرْآنَ فِى شَهْرٍ » . قُلْتُ إِنِّى أَجِدُ قُوَّةً حَتَّى قَالَ « فَاقْرَأْهُ فِى سَبْعٍ وَلاَ تَزِدْ عَلَى ذَلِكَ »</p>
<p>“<em>Bacalah (khatamkanlah) Al Quran dalam sebulan.” ‘Abdullah bin ‘Amr lalu berkata, “Aku mampu menambah lebih dari itu.” Beliau pun bersabda, “Bacalah (khatamkanlah) Al Qur’an dalam tujuh hari, jangan lebih daripada itu.</em>” (HR. Bukhari No. 5054).</p>
<p>Bukhari membawakan judul Bab untuk hadits ini,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">باب فِى كَمْ يُقْرَأُ الْقُرْآنُ .وَقَوْلُ اللَّهِ تَعَالَى ( فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ ) .</p>
<p>“Bab Berapa Banyak Membaca Al Qur’an?”. Lalu beliau membawakan firman Allah,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ</p>
<p>“<em>Maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran.</em>” (QS. Al-Muzammil: 20).</p>
<p>Ibnu Hajar juga menukil perkataan Imam Nawawi, “Imam Nawawi berkata, “Kebanyakan ulama berpendapat bahwa tidak ada batasan hari dalam mengkhatamkan Al Qur’an, semuanya tergantung pada semangat dan kekuatan. Dan ini berbeda-beda satu orang dan lainnya dilihat dari kondisi dan person.” (<em>Fath Al-Bari</em>, 9: 95).</p>
<p>Bahkan masih boleh baca setiap hari walau hanya lima ayat. Abu Sa’id Al-Khudri ketika ditanya firman Allah,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآَنِ</p>
<p>“<em>Karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran ” (QS. Al Muzammil: 20). Jawab beliau, “Iya betul. <u>Bacalah walau hanya lima ayat</u></em>.” Disebutkan dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 7: 414.</p>
<blockquote><p>Namun jangan sampai melupakan mentadabburi Al-Qur’an.</p></blockquote>
<p>Imam Nawawi <em>rahimahullah</em> berkata, “Waktu mengkhatamkan tergantung pada kondisi tiap person. Jika seseorang adalah yang paham dan punya pemikiran mendalam, maka dianjurkan padanya untuk membatasi pada kadar yang tidak membuat ia luput dari tadabbur dan menyimpulkan makna-makna dari Al Qur’an. Adapun seseorang yang punya kesibukan dengan ilmu atau urusan agama lainnya dan mengurus maslahat kaum muslimin, dianjurkan baginya untuk membaca sesuai kemampuannya dengan tetap melakukan tadabbur (perenungan). Jika tidak bisa melakukan perenungan seperti itu, maka perbanyaklah membaca sesuai kemampuan tanpa keluar dari aturan dan tanpa tergesa-gesa. <em>Wallahu a’lam</em>. ” (Dinukil dari <em>Fath Al-Bari</em>, 9: 97).</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #0000ff;">Baca bahasan:</span></h4>
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="0wqVRNs4IA"><p><a href="https://rumaysho.com/5956-mengkhatamkan-al-quran-sebulan-sekali.html">Mengkhatamkan Al Qur’an Sebulan Sekali</a></p></blockquote>
<p><iframe class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted" style="position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);" title="“Mengkhatamkan Al Qur’an Sebulan Sekali” — Rumaysho.Com" src="https://rumaysho.com/5956-mengkhatamkan-al-quran-sebulan-sekali.html/embed#?secret=0wqVRNs4IA" data-secret="0wqVRNs4IA" width="500" height="282" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe></p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #0000ff;">Apakah mengkhatamkan Al-Qur’an itu wajib?</span></h4>
<p>Imam Nawawi <em>rahimahullah</em> menyebutkan bahwa seperti itu berbeda tergantung pada orang masing-masing. Orang yang sibuk pikirannya, maka berusaha sebisa mungkin sesuai kemampuan pemahamannya. Begitu pula orang yang sibuk dalam menyebarkan ilmu atau sibuk mengurus urusan agama lainnya atau urusan orang banyak, berusahalah pula untuk mengkhatamkannya sesuai kemampuan. Sedangkan selain mereka yang disebut tadi, hendaknya bisa memperbanyak membaca, jangan sampai jadi lalai. Lihat <em>At-Tibyan</em>, hlm. 72.</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #0000ff;">Baca bahasan:</span></h4>
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="zLhylVnG34"><p><a href="https://rumaysho.com/11162-kisah-menakjubkan-para-ulama-mengkhatamkan-al-quran-dalam-sehari.html">Kisah Menakjubkan: Para Ulama Mengkhatamkan Al Quran dalam Sehari</a></p></blockquote>
<p><iframe class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted" style="position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);" title="“Kisah Menakjubkan: Para Ulama Mengkhatamkan Al Quran dalam Sehari” — Rumaysho.Com" src="https://rumaysho.com/11162-kisah-menakjubkan-para-ulama-mengkhatamkan-al-quran-dalam-sehari.html/embed#?secret=zLhylVnG34" data-secret="zLhylVnG34" width="500" height="282" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe></p>
<p> </p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #0000ff;">Bagaimana tipsnya agar mudah khatam Al Quran di bulan Ramadhan?</span></h4>
<ul>
<li>Al Quran terdiri dari 30 juz.</li>
<li>1 Juz terdiri dari 20 halaman (10 lembar).</li>
<li>Buat target, tiap shalat 5 waktu untuk membaca 4 halaman (2 lembar), bisa dipilih sebelum dan sesudah shalat. Sebelum shalat membaca 1 lembar dan sesudahnya membaca 1 lembar.</li>
<li>1 hari bisa 1 juz yang didapatkan, sebulan bisa dapat 30 juz.</li>
</ul>
<p> </p>
<h4><span style="color: #0000ff;">Baca bahasan :</span></h4>
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="bq0paoV1Cw"><p><a href="https://rumaysho.com/8071-tips-khatam-al-quran-di-bulan-ramadhan.html">Tips Khatam Al Quran di Bulan Ramadhan</a></p></blockquote>
<p><iframe class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted" style="position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);" title="“Tips Khatam Al Quran di Bulan Ramadhan” — Rumaysho.Com" src="https://rumaysho.com/8071-tips-khatam-al-quran-di-bulan-ramadhan.html/embed#?secret=bq0paoV1Cw" data-secret="bq0paoV1Cw" width="500" height="282" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe></p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #ff0000;">19- Tetap beraktivitas dan bekerja seperti biasa. Sebaik-baik pekerjaan adalah pekerjaan dengan tangan sendiri.</span></h4>
<p>Dari Al-Miqdam <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ ، وَإِنَّ نَبِىَّ اللَّهِ دَاوُدَ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ</p>
<p>“<em>Tidaklah seseorang memakan suatu makanan yang lebih baik dari makanan yang ia makan dari hasil kerja keras tangannya sendiri. Karena Nabi Daud ‘alaihis salam dahulu bekerja pula dengan hasil kerja keras tangannya</em>.” (HR. Bukhari, no. 2072).</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #0000ff;">Baca bahasan :</span></h4>
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="t5H2fChk5J"><p><a href="https://rumaysho.com/3240-apa-pekerjaan-yang-terbaik.html">Apa Pekerjaan yang Terbaik?</a></p></blockquote>
<p><iframe class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted" style="position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);" title="“Apa Pekerjaan yang Terbaik?” — Rumaysho.Com" src="https://rumaysho.com/3240-apa-pekerjaan-yang-terbaik.html/embed#?secret=t5H2fChk5J" data-secret="t5H2fChk5J" width="500" height="282" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe></p>
<p> </p>
<p>Tunggu kelanjutannya insya Allah.</p>
<p>—</p>
<p><a href="http://DarushSholihin.Com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">@ DS Panggang, Gunungkidul</a>, 6 Sya’ban 1438 H</p>
<p>Oleh: <a href="http://rumaysho.com/about-me">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p>Follow Us : Facebook <a href="https://www.facebook.com/muhammad.tuasikal" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Muhammad Abduh Tuasikal</a> (bisa ikuti kajian LIVE via Facebook)</p>
<p>Fans Page Facebook <a href="https://www.facebook.com/rumaysho/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Rumasyho.Com</a> | Twitter <a href="https://twitter.com/RumayshoCom" target="_blank" rel="noopener noreferrer">@RumayshoCom</a> <strong>|</strong> Instagram <a href="https://www.instagram.com/rumayshocom/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">@RumayshoCom</a> <strong>|</strong> Channel Telegram <a href="https://telegram.me/rumayshocom" target="_blank" rel="noopener noreferrer">@RumayshoCom</a> | Channel Telegram <a href="https://telegram.me/tanyarumayshocom" target="_blank" rel="noopener noreferrer">@TanyaRumayshoCom</a> | Channel Youtube <a href="https://youtube.com/rumayshoTV" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Rumaysho TV</a></p>
<p>Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=sms.com.rumaysho"><strong>di sini</strong></a>.</p>
 