
<p>Ada lagi amalan setelah masuk Shubuh yang bisa jadi aktivitas rutin di bulan Ramadhan. Moga mudah diamalkan.</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #ff0000;">8- Wajib bagi yang berpuasa menahan diri dari makan dan minum serta pembatal puasa lainnya mulai dari terbit fajar Shubuh.</span></h4>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ</p>
<p>“<em>Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam</em>.” (QS. Al-Baqarah: 187).</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #ff0000;">9- Ketika mendengar azan Shubuh lakukanlah lima amalan berikut.</span></h4>
<p>(1) mengucapkan seperti apa yang diucapkan oleh muazin.</p>
<p>(2) bershalawat pada Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>setelah mendengar azan: Allahumma sholli ‘ala Muhammad atau membaca shalawat ibrahimiyyah seperti yang dibaca saat tasyahud.</p>
<p>(3) minta pada Allah untuk Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> wasilah dan keutamaan sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Jabir bin ‘Abdillah: <em>Allahumma robba hadzihid da’watit taammah wash sholatil qoo-imah, aati Muhammadanil wasilata wal fadhilah, wab’atshu maqoomam mahmuuda alladzi wa ‘adtah.</em></p>
<p>(4) lalu membaca: <em>Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu laa syarika lah wa anna muhammadan ‘abduhu wa rasuluh, radhitu billahi robbaa wa bi muhammadin rosulaa wa bil islami diinaa</em>, sebagaimana disebutkan dalam hadits Sa’ad bin Abi Waqqash.</p>
<p>(5) memanjatkan doa sesuai yang diinginkan. (Lihat <em>Jalaa’ Al-Afham</em>, hlm. 329-331)</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #0000ff;">Baca mengenai lima amalan setelah mendengar azan:</span></h4>
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="atO3ssPtsJ"><p><a href="https://rumaysho.com/10008-5-amalan-ketika-mendengar-azan.html">5 Amalan Ketika Mendengar Azan</a></p></blockquote>
<p><iframe class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted" style="position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);" title="“5 Amalan Ketika Mendengar Azan” — Rumaysho.Com" src="https://rumaysho.com/10008-5-amalan-ketika-mendengar-azan.html/embed#?secret=atO3ssPtsJ" data-secret="atO3ssPtsJ" width="500" height="282" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe></p>
<p> </p>
<h4></h4>
<h4><span style="color: #ff0000;">10- Melaksanakan shalat Sunnah Fajar sebanyak dua raka’at.</span></h4>
<p>Keutamaan shalat tersebut disebutkan dalam hadits dari ‘Aisyah di mana Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا</p>
<p>“Dua raka’at fajar (shalat sunnah qabliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim, no. 725).</p>
<p>Shalat sunnah fajar inilah yang paling Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> jaga, dikatakan pula oleh ‘Aisyah,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- لَمْ يَكُنْ عَلَى شَىْءٍ مِنَ النَّوَافِلِ أَشَدَّ مُعَاهَدَةً مِنْهُ عَلَى رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الصُّبْحِ</p>
<p>“Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> tidaklah menjaga shalat sunnah yang lebih daripada menjaga shalat sunnah dua raka’at sebelum Shubuh”  (HR. Muslim, no. 724).</p>
<p>Dalam lafazh lain disebutkan bahwa ‘Aisyah berkata,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى شَىْءٍ مِنَ النَّوَافِلِ أَسْرَعَ مِنْهُ إِلَى الرَّكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ</p>
<p>“Aku tidaklah pernah mendengar Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> mengerjakan shalat sunnah yang lebih semangat dibanding dengan shalat sunnah dua raka’at sebelum Fajar” (HR. Muslim, no. 724).</p>
<p>Surat yang dibaca ketika shalat sunnah fajar (qabliyah Shubuh) adalah surat Al-Kafirun dan surat Al-Ikhlas, sebagaimana Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu </em>menyatakan,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَرَأَ فِى رَكْعَتَىِ الْفَجْرِ (قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ) وَ (قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ)</p>
<p>“Sesungguhnya Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> membaca ketika shalat sunnah qobliyah shubuh surat Al-Kafirun dan surat Al-Ikhlas” (HR. Muslim, no. 726).</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #0000ff;">Bagaimana penjelasan shalat sunnah fajar?</span></h4>
<p>Bisa baca di sini:</p>
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="JlfyAqUMuc"><p><a href="https://rumaysho.com/15673-shalat-isyraq-bolehkah-dilakukan-wanita-di-rumah.html">Shalat Isyraq Bolehkah Dilakukan Wanita di Rumah?</a></p></blockquote>
<p><iframe class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted" style="position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);" title="“Shalat Isyraq Bolehkah Dilakukan Wanita di Rumah?” — Rumaysho.Com" src="https://rumaysho.com/15673-shalat-isyraq-bolehkah-dilakukan-wanita-di-rumah.html/embed#?secret=JlfyAqUMuc" data-secret="JlfyAqUMuc" width="500" height="282" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe></p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #ff0000;">11- Melaksanakan shalat Shubuh berjamaah di masjid bagi laki-laki dan berusaha mendapatkan takbir pertama bersama imam di masjid. Sedangkan shalat terbaik bagi wanita adalah di rumah, bahkan di dalam kamarnya.</span></h4>
<p>Pahala shalat berjamaah bagi laki-laki di masjid disebutkan dalam hadits Ibnu ‘Umar <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً</p>
<p>“<em>Shalat jama’ah lebih utama dari shalat sendirian sebanyak 27 derajat</em>.” (HR. Bukhari, no. 645 dan Muslim, no. 650)</p>
<p>Mengenai shalat Shubuh dikhususkan perintahnya bahkan dinyatakan sebagai shalat yang paling berat bagi orang munafik sebagaimana dalam hadits berikut.</p>
<p>Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, ia berkata bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">لَيْسَ صَلاَةٌ أثْقَلَ عَلَى المُنَافِقِينَ مِنْ صَلاَةِ الفَجْرِ وَالعِشَاءِ ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْواً</p>
<p>“<em>Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik selain dari shalat Shubuh dan shalat ‘Isya’. Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walau sambil merangkak</em>.” (HR. Bukhari, no. 657).</p>
<p>Adapun shalat bagi wanita yang terbaik adalah di rumahnya. Dari Ibnu Mas’ud <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, dari Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">صَلاَةُ الْمَرْأَةِ فِى بَيْتِهَا أَفْضَلُ مِنْ صَلاَتِهَا فِى حُجْرَتِهَا وَصَلاَتُهَا فِى مَخْدَعِهَا أَفْضَلُ مِنْ صَلاَتِهَا فِى بَيْتِهَا</p>
<p>“<em>Shalat seorang wanita di kamar khusus untuknya lebih afdhal daripada shalatnya di ruang tengah rumahnya. Shalat wanita di kamar kecilnya (tempat simpanan barang berharganya, pen.) lebih utama dari shalatnya di kamarnya</em>.” (HR. Abu Daud, no. 570. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini <em>dha’if. </em>Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini <em>shahih</em>. Lihat pengertian hadits ini dalam ‘<em>Aun Al-Ma’bud</em>, 2: 225). Artinya, tempat shalat wanita di dalam rumah semakin tidak terlihat dan jauh dari ikhtilath (campur baur dengan lawan jenis), akan semakin utama.</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #0000ff;">Mengenai hukum shalat wanita lebih utama di rumah ataukah di masjid?</span></h4>
<p>Bisa baca bahasan:</p>
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="qSOLdau8wQ"><p><a href="https://rumaysho.com/15669-shalat-wanita-di-masjid-ternyata-kalah-utama-dengan-shalat-wanita-di-rumahnya.html">Shalat Wanita di Masjid Ternyata Kalah Utama dengan Shalat Wanita di Rumahnya</a></p></blockquote>
<p><iframe class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted" style="position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);" title="“Shalat Wanita di Masjid Ternyata Kalah Utama dengan Shalat Wanita di Rumahnya” — Rumaysho.Com" src="https://rumaysho.com/15669-shalat-wanita-di-masjid-ternyata-kalah-utama-dengan-shalat-wanita-di-rumahnya.html/embed#?secret=qSOLdau8wQ" data-secret="qSOLdau8wQ" width="500" height="282" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe></p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #ff0000;">12- Setelah melaksanakan shalat sunnah, menyibukkan diri dengan berdoa dan membaca Al-Qur’an. Ingat bahwa doa antara azan dan iqamah adalah doa yang terkabul.</span></h4>
<p>Dari Anas bin Malik <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, ia berkata bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">إِنَّ الدُّعَاءَ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ فَادْعُوا</p>
<p>“<em>Sesungguhnya do’a yang tidak tertolak adalah do’a antara adzan dan iqomah, maka berdo’alah (kala itu)</em>.” (HR. Ahmad 3: 155. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini <em>shahih</em>)</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #0000ff;">Baca 6 Waktu Terkabulnya Doa:</span></h4>
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="srtd8KoMxx"><p><a href="https://rumaysho.com/14154-6-waktu-terkabulnya-doa.html">6 Waktu Terkabulnya Doa</a></p></blockquote>
<p><iframe class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted" style="position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);" title="“6 Waktu Terkabulnya Doa” — Rumaysho.Com" src="https://rumaysho.com/14154-6-waktu-terkabulnya-doa.html/embed#?secret=srtd8KoMxx" data-secret="srtd8KoMxx" width="500" height="282" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe></p>
<h4><span style="color: #0000ff;">Baca juga artikel doa antara azan dan iqamah:</span></h4>
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="uGjYP9pj5V"><p><a href="https://rumaysho.com/15673-shalat-isyraq-bolehkah-dilakukan-wanita-di-rumah.html">Shalat Isyraq Bolehkah Dilakukan Wanita di Rumah?</a></p></blockquote>
<p><iframe class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted" style="position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);" title="“Shalat Isyraq Bolehkah Dilakukan Wanita di Rumah?” — Rumaysho.Com" src="https://rumaysho.com/15673-shalat-isyraq-bolehkah-dilakukan-wanita-di-rumah.html/embed#?secret=uGjYP9pj5V" data-secret="uGjYP9pj5V" width="500" height="282" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe></p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #ff0000;">13- Setelah shalat Shubuh berdiam di masjid untuk berdzikir seperti membaca dzikir pagi-petang, membaca Al-Qur’an dengan tujuan mengkhatamkannya dalam sebulan, atau mendengarkan majelis ilmu hingga matahari meninggi (kira-kira 15 menit setelah matahari terbit). Ketika matahari meninggi tadi, lalu melaksanakan shalat isyraq dua raka’at yang dijanjikan pahalanya haji dan umrah yang sempurna.</span></h4>
<p>Dari Abu Umamah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">مَنْ صَلَّى صَلاةَ الصُّبْحِ فِي مَسْجِدِ جَمَاعَةٍ يَثْبُتُ فِيهِ حَتَّى يُصَلِّيَ سُبْحَةَ الضُّحَى، كَانَ كَأَجْرِ حَاجٍّ، أَوْ مُعْتَمِرٍ تَامًّا حَجَّتُهُ وَعُمْرَتُهُ</p>
<p>“<em>Barangsiapa yang mengerjakan shalat shubuh dengan berjama’ah di masjid, lalu dia tetap berdiam di masjid sampai melaksanakan shalat sunnah Dhuha, maka ia seperti mendapat pahala orang yang berhaji atau berumroh secara sempurna.</em>” (HR. Thabrani dalam <em>Al-Mu’jam Al-Kabir</em>, 8: 174, 181, 209. Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, 1: 189 mengatakan bahwa hadits ini <em>hasan</em>).</p>
<p>Dari Anas bin Malik <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">« مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ ». قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ »</p>
<p>“<em>Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara berjama’ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh.” Beliau pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna</em>.” (HR. Tirmidzi, no. 586. Syaikh Muhammad Bazmul menyatakan bahwa hadits ini <em>hasan lighairihi, </em>hasan dilihat dari jalur lain)</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #0000ff;">Bagaimana shalat isyraq bagi wanita, apakah bisa di rumah?</span></h4>
<p>Bisa baca bahasan:</p>
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="QoSIYW4oJq"><p><a href="https://rumaysho.com/15673-shalat-isyraq-bolehkah-dilakukan-wanita-di-rumah.html">Shalat Isyraq Bolehkah Dilakukan Wanita di Rumah?</a></p></blockquote>
<p><iframe class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted" style="position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);" title="“Shalat Isyraq Bolehkah Dilakukan Wanita di Rumah?” — Rumaysho.Com" src="https://rumaysho.com/15673-shalat-isyraq-bolehkah-dilakukan-wanita-di-rumah.html/embed#?secret=QoSIYW4oJq" data-secret="QoSIYW4oJq" width="500" height="282" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe></p>
<p> </p>
<p>Semoga bermanfaat, tunggu lagi kelanjutannya.</p>
<p>—</p>
<p><a href="http://DarushSholihin.Com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">@ DS Panggang</a>, 30 Rajab 1438 H</p>
<p>Oleh: <a href="http://rumaysho.com/about-me">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p>Follow Us : Facebook <a href="https://www.facebook.com/muhammad.tuasikal" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Muhammad Abduh Tuasikal</a> (bisa ikuti kajian LIVE via Facebook)</p>
<p>Fans Page Facebook <a href="https://www.facebook.com/rumaysho/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Rumasyho</a> | Twitter <a href="https://twitter.com/RumayshoCom" target="_blank" rel="noopener noreferrer">@RumayshoCom</a> <strong>|</strong> Instagram <a href="https://www.instagram.com/rumayshocom/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">@RumayshoCom</a> <strong>|</strong> Channel Telegram <a href="https://telegram.me/rumayshocom" target="_blank" rel="noopener noreferrer">@RumayshoCom</a> | Channel Telegram <a href="https://telegram.me/tanyarumayshocom" target="_blank" rel="noopener noreferrer">@TanyaRumayshoCom</a> | Channel Youtube <a href="https://youtube.com/rumayshoTV" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Rumaysho TV</a></p>
<p>Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=sms.com.rumaysho"><strong>di sini</strong></a>.</p>
 