
<h5>1. Niat membedakan ibadah dengan adat kebiasaan, dan membedakan ibadah yang satu dengan lainnya.</h5>
<p>Jenis pertama, misalnya dua orang mandi <em>nyebur</em> ke kali, yang satu niatnya mandi junub, yang lain lagi niatnya mandi biasa saja. Jenis kedua, ketika seseorang <em>takbiratul ihram </em>“<em>Allahu akbar….</em>“, yang satu niatnya shalat subuh, yang satu shalat <em>tahiyatul masjid</em>. </p>
<h5>2. Untuk siapa kita beramal?</h5>
<p>Kalau kita bersedekah, apakah kita niatkan bersedekah karena Allah <em>Ta’alaa </em>ataukah karena ingin disebut sebagai seorang dermawan?</p>
<h5>3. Apa balasan yang diharapkan? </h5>
<p>Ini banyak yg lalai darinya. Kita beribadah karena Allah, lalu apakah kita mengharapkan dengan ibadah kita mendapatkan balasan dunia atau akhirat? Contoh, seorang malam hari bangun shalat tahajud, niatnya betul-betul hanya mengharap wajah Allah. Namun dengan penuh air mata yg mengalir ia meminta: “<em>Ya Allah, aku meminta keuntungan daganganku dua kali lipat</em>“, doanya hanya meminta keuntungan dunia saja.</p>
<p>Orang yg kedua melakukan hal yang sama dan berdoa dengan doa yang sama, tapi ia tambah: “<em>dan keuntungan akhirat yang lipat ganda ya Allah</em>“.</p>
<p>Yang pertama ikhlas karena Allah <em>ta’alaa</em>, tapi hanya mengharapkan dunia…<br>
Yang seperti ini tidak mendapatkan bagian di akhirat.</p>
<p>Yang kedua ikhlas dan mengharap dunia akhirat, ia mendapatkan bagian di akhirat.</p>
<p>Mana dalilnya? Silakan lihat di dalam Al Quran, surat Al Baqarah, ayat 200 sampai 202.</p>
<p>Renungkan!</p>
<p>—</p>
<p>Penulis: Ust. Muhammad Sanusin, Lc.</p>
<p>Artikel Muslimah.Or.Id</p>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 