
<p><em>Bro and sist …</em></p>



<p>Tau nggak, shalat sunnah fajar adalah shalat sunnah yang dilakukan sebelum shalat fardhu Shubuh, nama lain shalat sunnah fajar ini adalah shalat sunnah qabliyah Shubuh. Setelah masuk waktu Shubuh dan azan sudah dikumandangkan, barulah shalat ini dilaksanakan. Mudah <em>kok</em> melakukannya, yaitu dengan shalat sunnah dua rakaat.</p>



<p>Seperti yang kami kutip dari akun twitter @bin_othaimen, Syaikh Ibnu ‘Utsaimin <em>rahimahullah</em> menyatakan:</p>



<p>Shalat sunnah fajar punya keistimewaan dari shalat sunnah lainnya sebagaimana berikut.</p>



<ol>
<li>Shalat sunnah fajar punya surah yang dibaca khusus yaitu surah Al-Kafirun dan surah Al-Ikhlas.</li>
<li>Shalatnya ringan, bukan shalat yang berat.</li>
<li>Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam terus menjaganya ketika mukim maupun safar.</li>
<li>Pahalanya besar (lebih baik dari dunia seisinya).</li>
</ol>



<p></p>



<h3>Ada berbagai macam dalil mengenai keutamaan shalat sunnah Fajar ini loh.</h3>



<h4>Dalil pertama: Mengenai bacaan surah Al-Kafirun dan Al-Ikhlas</h4>



<p>Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em> bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> biasa membaca dalam dua rakaat shalat Sunnah Fajar, yaitu surah Qul yaa ayyuhal kaafirun (surah Al-Kafirun) dan surah Qul huwallahu ahad (surah Al-Ikhlas). (HR. Muslim, no. 726)</p>



<h4>Dalil kedua: Mengenai shalatnya yang ringan</h4>



<p>Dari ‘Aisyah <em>radhiyallahu ‘anha</em> bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> biasa melaksanakan shalat dua rakaat yang ringan di antara azan dan iqamah shalat Shubuh. (<em>Muttafaqun ‘alaih</em>. HR. Bukhari, no. 618 dan Muslim, no. 724)</p>



<h4>Dalil ketiga: Shalat Sunnah Fajar terus dijaga oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam</h4>



<p>Dari ‘Aisyah <em>radhiyallahu ‘anha,</em> ia menyatakan, “<em>Tidak ada shalat yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat perhatikan selain dua raka’at qabliyah Shubuh</em>.” (HR. Bukhari, 1169 dan Muslim, no. 724)</p>



<h4>Dalil keempat: Pahalanya besar (lebih baik dari dunia seisinya)</h4>



<p>Dari ‘Aisyah <em>radhiyallahu ‘anha</em>, ia menyatakan,</p>



<p dir="rtl" style="text-align: center;" align="center"><span style="font-size: 14pt;">رَكْعَتاَ الفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنيَا وَمَا فِيْهَا</span></p>



<p>“<em>Dua rakaat shalat Sunnah Fajar lebih baik daripada dunia dan seisinya</em>.” (HR. Muslim). </p>



<p>Dalam riwayat lain disebutkan, “<em>Dua rakaat shalat Sunnah Fajar lebih aku sukai daripada dunia semuanya</em>.” (HR. Muslim, no. 725)</p>



<p>Mumpung lagi #dirumahaja nih, jangan sampai telat bangun Subuh dan jangan lewatkan kesempatan dapat pahala yang lebih besar dari dunia dan seiinya.</p>



<p>Semoga bermanfaat untuk mas bro dan mbak sist, jangan lupa share ya.</p>



<h3>Baca berbagai artikel lainnya di Rumaysho: <a href="https://rumaysho.com/tag/shalat-sunnah-fajar" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Shalat Sunnah Fajar</a>
</h3>



<hr class="wp-block-separator">



<p>Your brother: Muhammad Abduh Tuasikal </p>



<p>Diedit oleh: Ricky</p>



<p>Artikel <strong><a href="https://remajaislam.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">RemajaIslam.Com</a></strong></p>
 