
<p><iframe loading="lazy" width="100%" height="166" scrolling="no" frameborder="no" allow="autoplay" src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/1252138783&amp;color=2f4468&amp;hide_related=true&amp;show_artwork=false&amp;show_comments=false&amp;show_teaser=false&amp;show_user=false"></iframe></p>
<p>Pada tanggal 8 Ramadhan 83 H, lahirlah seorang tokoh besar ahlul bait, Ja’far bin Muhammad bin Ali (Zainal Abidin) bin Husein bin Ali bin Abu Thalib rahimahullah. Beliau lahir di Kota Madinah an-Nabawiyah. Di kota nabi ini pula beliau tumbuh besar di tengah lingkungan ilmu dan agama. Ia banyak mempelajari ilmu agama dari ayahnya. Juga dari kakek pihak ibunya, al-Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar ash-Shiddiq, yang terkenal sebagai salah satu ahli fikih Madinah.</p>
<p>Ja’far ash-Shadiq adalah seorang ulama mujtahid. Di antara kaidah ushul yang ia rumuskan adalah:</p>
<p class="arab">أن الأصل في الأشياء الإباحة حتى يرد فيها نهي</p>
<p>“Hukum asal dari sesuatu itu adalah boleh sampai ada yang melarangnya.”</p>
<p>Ia termasuk ulama yang berpendapat tidak ada qiyas. Karena qiyas merupakan logika. Semuanya harus dikembalikan pada apa yang termaktub dalam Alquran dan sunnah. Beliau adalah ulama Ahlussunnah wal Jamaah. Meskipun onrag-orang Syiah mengklaim bahwa beliau adalah imam mereka.</p>
<p>Banyak ulama besar berguru kepada Ja’far ash-Shadiq. Yang terkenal di antara mereka adalah Imam Abu Hanifah, Imam malik bin Anas, dan anaknya sendiri, Musa bin Ja’far. Atas dasar inilah, orang-orang Syiah promo di masyarakat Sunni bahwa imam mereka adalah guru dari ulama-ulama madzhab Ahlussunnah. Kemudian, mereka mulai mengajak masyarakat awam untuk menjadi Syiah. Dengan dalih persatuan Sunni Syiah. Waspadalah!</p>
<p>Ulama-ulama hadits juga banyak meriwayatkan darinya. Di antaranya Yahya bin Said al-Anshari, Ibnu Ihaq, Sufyan ats-Tsauri, Syu’bah bin al-Hajjaj, Yahya al-Qahthan, dan lain-lain.</p>
<p>Ja’far ash-Shadiq rahimahullah terus tinggal di Madinah hingga wafatnya pada tahun 148 H. Beliau dimakamkan di Baqi’. Tempat pemakaman yang sama dengan ayah dan kakeknya.</p>
<p>Lebih luas mengenal sosok beliau, bisa disimak di: <a href="http://kisahmuslim.com/4016-jafar-ash-shadiq-imam-ahlussunnah.html">http://kisahmuslim.com/4016-jafar-ash-shadiq-imam-ahlussunnah.html</a></p>
<p><strong>Oleh Nurfitri Hadi (@nfhadi07)<br>
Artikel www.KisahMuslim.com</strong></p>
 