
<p><strong>ADAB-ADAB MASJID NABAWI</strong></p>
<p>1. Jika anda hendak masuk ke <a href="https://almanhaj.or.id/35775-hukum-hukum-ziarah-ke-masjid-nabawi.html">Masjid Nabawi</a> atau masjid manapun, maka dahulukanlah kaki kanan anda seraya mengucapkan :</p>
<p><strong>اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ</strong></p>
<p>“<em>Ya Allah semoga shalawat tercurah atas Muhammad, Ya Allah bukakanlah pintu-pintu rahmat-Mu untukku.</em>”</p>
<p>2. Lakukanlah shalat <em>tahiyatul masjid </em>sebanyak 2 (dua) raka’at, sampaikanlah salam atas Rasulullah <em>Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam </em>dan kedua sahabatnya secara santun, dengan suara yang rendah, seraya mengucapkan :</p>
<p><strong>السَّلامُ عَلَيْكُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ  ، السَّلامُ عَلَيْكُمْ يَا أبَا بَكْرٍ ، السَّلامُ عَلَيْكُمْ يَا عُمَرَ</strong></p>
<p>“<em>Salam sejahtera  atasmu wahai Rasulullah, Salam sejahtera  atasmu wahai Abu Bakar, Salam sejahtera  atasmu wahai Umar.</em>”</p>
<p>3. Tidak <a href="https://almanhaj.or.id/4675-shalat-di-masjid-nabi-padahal-ada-kuburannya.html">menghadap kuburan</a> saat berdoa, sebaliknya menghadaplah ke kiblat saat berdoa, berdoalah kepada Allah semata tidak kepada selain-Nya, berdasarkan firman Allah <em>Azza wa Jalla </em>:</p>
<p><strong>وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلاَ تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَداً ﴿١٨﴾ سورة الجن</strong></p>
<p>“<em>Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.</em>” [Al Jin/72:18].</p>
<p>4. Jangan memohon kepada Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> untuk memenuhi hajat, melepaskan suatu kesusahan, atau menyembuhkan suatu penyakit. Bahkan sebaliknya bermohonlah kepada Allah <em>Ta’ala</em>, Rasulullah <em>Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam </em>bersabda :</p>
<p><strong>إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلْ اللَّهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ</strong></p>
<p>“<em>Jika engkau meminta maka mintalah (langsung) ke Allah, jika engkau memohon pertolongan maka minta tolonglah (langsung) ke Allah.</em>”</p>
<p>Dan katakanlah, “Ya Allah dengan seluruh keimananku, dan dengan kecintaanku kepada nabi-Mu Muhammad <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> maka penuhilah hajatku dan lepaskanlah kesusahan.” Karena iman dan cinta adalah bagian dari amal shalih yang dibolehkan ber<em>tawassul </em>kepada Allah <em>Ta’ala </em>dengannya.</p>
<p>5. Jangan berdiri seperti berdirinya orang yang sedang shalat dengan meyedakapkan tangan kanan di atas tangan kiri di depan kuburan beliau <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, karena bentuk tersebut merupakan bentuk penghinaan dan ketundukan, tidak layak dilakukan kecuali kepada Allah <em>Azza wa Jalla </em>semata.</p>
<p>6. Jangan meminta syafa’at kepada Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, karena syafaat milik Allah semata. Berdasarkan firman Allah <em>Ta’ala </em>:</p>
<p><strong>قُل لِّلَّهِ الشَّفَاعَةُ ﴿٤٤﴾ سورة الزمر</strong></p>
<p>“<em>Katakanlah: “Hanya kepunyaan Allah syafaat itu semuanya.</em>” [Az Zumar/39:44]</p>
<p>Dan ucapkanlah, “Ya Allah, karuniakanlah kepada kami kecintaan kepadanya, kemampuan mengikutinya, dan syafa’atnya di hari Kiamat nanti.</p>
<p>7. Tidak berdiri berlama-lama di sisi kubur beliau <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, dan memberikan kesempatan kepada yang lainnya. Dan jangan sampai anda menjadi penyebab terjadinya kemacetan dan desak-desakan serta mencelakai orang lain.</p>
<p>8. Tidak mengeraskan suara anda saat di makam beliau <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> sehingga mengakibatkan kegaduhan dan hiruk pikuk, serta jangan menyelisihi adab syar’i berdasarkan firman Allah <em>Ta’ala </em>:</p>
<p><strong>إِنَّ الَّذِينَ يَغُضُّونَ أَصْوَاتَهُمْ عِندَ رَسُولِ اللَّهِ أُوْلَئِكَ الَّذِينَ امْتَحَنَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ لِلتَّقْوَى لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ ﴿٣﴾ سورة الحجرات</strong></p>
<p>“<em>Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.</em>” [Al Hujurat/49:3]</p>
<p>9. Hindarilah untuk menyentuh dan mencium terali atau dinding agar mendapatkan keberkahannya, karena keberkahan itu hanya dari Allah semata.</p>
<p>10. Hindarilah bertawaf mengelilingi makam Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, karena tawaf adalah suatu ibadah yang tidak dibolehkan melakukannya kecuali di Ka’bah. Allah <em>Ta’ala </em>berfirman :</p>
<p><strong>وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ ﴿٢٩﴾ سورة الحج</strong></p>
<p>“<em>Dan hendaklah mereka melakukan tawaf sekeliling rumah yang tua (Baitullah) itu.</em>” [Al Hajj/22:29]</p>
<p>11. Perbanyaklah shalawat kepada Rasul <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, berdasarkan sabda beliau <em>Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam</em> :</p>
<p><strong>مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْراً</strong></p>
<p>“<em>Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali (saja), niscaya Allah  akan bershalawat kepadanya 10 (sepuluh) kali.</em>”</p>
<p>Sebaik-baiknya bentuk shalawat adalah shalawat Ibrahimiyah berdasarkan sabda beliau <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> :</p>
<p><strong>قُولُوا اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيم</strong></p>
<p>“<em>Ucapkanlah, ‘Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada Ibrahim’</em>.”</p>
<p>12. Berkunjung ke <a href="https://almanhaj.or.id/4221-masjid-nabawi-dan-masjid-quba.html">Masjid Nabawi</a> merupakan hal yang dianjurkan, dan ia tidak memiliki waktu dan tempo tertentu untuk berkunjung.</p>
<p>13. Tidak memotivasi dengan menggunakan hadits-hadits palsu yang merupakan pendustaan atas nama Rasulullah <em>Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam</em>, seperti</p>
<p><strong>مَنْ حَجَّ وَلَمْ يَزُرْنِي فَقَدْ جَفَانِي</strong></p>
<p>“Barangsiapa yang berhaji, dan tidak menziarahi (makam)ku, sungguh ia telah bersikap kurangajar kepadaku.” <strong>Hadits <em>maudhu’ </em>(palsu).</strong></p>
<p><strong>(مَنْ زَارَنِي بَعْدَ مَمَاتِي فَكَأنَّمَا زَرَانِي فِي حَيَاتِي)</strong></p>
<p>“Barangsiapa yang berziarah kepadaku setelah kematianku, maka seakan-akan ia mengunjungiku pada masa hidupku.” <strong>Hadits palsu (<em>maudhu’</em>).</strong></p>
<p>14.<em> Safar </em>(kepergian) ke <a href="https://almanhaj.or.id/36100-ziarah-ke-masjid-masjid-bersejarah-di-madinah-al-munawwarah-2.html">Madinah</a> diniatkan untuk untuk berkunjung ke <a href="https://almanhaj.or.id/3745-pembangunan-masjid-nabawi-pondasi-masyarakat-islam.html">Masjid Nabi,</a> kemudian menyampaikan salam kepada beliau <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> saat masuk ke dalamnya, karena bershalawat di dalam masjidnya lebih utama daripada 1.000 (seribu) shalawat yang dilakukan di masjid-masjid selainnya. Berdasarkan sabda Nabi <em>Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam </em>:</p>
<p><strong>لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلاَّ إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَسْجِدِ الأَقْصَى</strong></p>
<p>“<em>Tidak ditekankan melakukan perjalanan kecuali ke 3 (tiga) masjid, (yaitu) masjidil haram, masjid Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan masjid al-Aqsha</em>.”</p>
<p>15. Jika anda hendak keluar masjid, maka dahulukan kaki kiri anda, sambil mengucapkan :</p>
<p><strong>اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، للَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ</strong></p>
<p>“<em>Ya Allah, semoga shalawat tercurah kepada Muhammad. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu akan karunia-Mu.</em>”</p>
<p>16. Disunnahkan untuk berziarah kubur –di al-Baqi’ dan makam para syuhada Uhud- untuk mengingatkan akhirat, dan bukan untuk maksud berdoa di pekuburan.</p>
<p>17. Janganlah anda berkunjung ke 7 (tujuh) <a href="https://almanhaj.or.id/3078-kubah-hijau-di-madinah-sejarah-hukum-membangun-dan-membiarkannya.html">masjid di Madinah</a>, namun pergilah ke Masji Quba` dan shalatlah dua rakaat di sana. Rasulullah <em>Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam </em>bersabda :</p>
<p><strong>مَنْ تَطَهَّرَ فِى بَيْتِهِ ثُمَّ أَتَى مَسْجِدَ قُبَاءٍ فَصَلَّى فِيهِ صَلاَةً كَانَ لَهُ كَأَجْرِ عُمْرَةٍ</strong></p>
<p>“<em>Barangsiapa yang bersuci di rumahnya, kemudian datang ke masjid Quba` lalu melakukan shalat di dalamnya, baginya seperti pahala umrah</em>.”</p>
<p>[Disalin dari <strong>الحج المبرور  </strong>Penulis  Syaikh  Muhammad bin Jamil Zainu, Penerjemah : Mohammad Khairuddin Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad.Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah. IslamHouse.com 2009 – 1430]</p>
 