
<h1><b>Adakah Doa Tahun Baru Hijriah?</b></h1>
<p><em><b>Pertanyaan:</b></em></p>
<p><em><span style="font-weight: 400;">Sebagian orang saling berkirim hadis ini sebagai doa khusus tahun baru ketika memasuki awal tahun baru Hijriah. Bagaimana status kesahihan hadis ini?</span></em></p>
<p class="arab"><em><span style="font-weight: 400;">كان أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم يتعلمون هذا الدعاء كما يتعلمون القرآن  إذا دخل الشهر أو السنة : اللَّهُمَّ أَدْخِلْهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ  وَالْإِيمَانِ  وَالسَّلَامَةِ  وَالْإِسْلَامِ  وَرِضْوَانٍ مِنَ الرَّحْمَنِ  وَجَوَازٍ مِنَ الشَّيْطَانِ</span></em></p>
<p><em><span style="font-weight: 400;">“Dahulu para sahabat Rasulullah </span><span style="font-weight: 400;">sallallāhu ‘alaihi wa sallam</span><span style="font-weight: 400;"> mempelajari hadis ini sebagaimana mempelajari al-Qur’an, ketika memasuki awal bulan atau tahun, ‘Ya Allah, masukkan kami ke bulan ini dengan aman dan iman, dengan selamat dan Islam, dan dengan rida Allah ar-Rahman dan terbebas dari setan.'”</span></em></p>
<p><b>Ringkasan jawaban:</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Doa ini:</span></p>
<p class="arab"><span style="font-weight: 400;">اللَّهُمَّ أَدْخِلْهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ  وَالْإِيمَانِ  وَالسَّلَامَةِ  وَالْإِسْلَامِ  وَرِضْوَانٍ مِنَ الرَّحْمَنِ  وَجَوَازٍ مِنَ الشَّيْطَانِ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Allāhumma adẖilhu ʿalaina bil amni wal īmāni was salāmati wal islāmi war riḍwāni minar rahmāni wa jawāzi minaš šaiṭāni</span></i><span style="font-weight: 400;">” ada landasan dalilnya, dan dianjurkan bagi seorang muslim membacanya ketika masuk bulan baru (hijriah).</span></p>
<p><b>Jawaban lengkap:</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Segala puji hanya bagi Allah. Hadis ini diriwayatkan oleh at-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Ausaṭ (6/221), beliau berkata, “Muhammad bin Ali Ali aṣ-Ṣānigh mengabarkan kepada kami, dia berkata, ‘Mahdi bin Ja’far ar-Ramli mengabarkan kepada kami, dia berkata, ‘Rišdīn bin Sa’di mengabarkan kepada kami dari Abu ‘Uqail Zuhrah bin Ma’bad dari kakeknya Abdullah bin Hisyam, dia berkata,</span></p>
<p class="arab"><span style="font-weight: 400;">كَانَ أَصْحَابُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَعَلَّمُونَ هَذَا الدُّعَاءَ إِذَا دَخَلَتِ السَّنَةُ أَوِ الشَّهْرُ : اللَّهُمَّ أَدْخِلْهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ  وَالسَّلَامَةِ  وَالْإِسْلَامِ  وَرِضْوَانٍ مِنَ الرَّحْمَنِ  وَجَوَازٍ مِنَ الشَّيْطَانِ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">‘Dahulu para sahabat Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">sallallāhu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> mempelajari hadis ini ketika memasuki awal bulan atau tahun, ‘Ya Allah, masukkan kami ke bulan ini dengan aman dan iman, dengan selamat dan Islam, dan dengan rida Allah ar-Rahman, dan terbebas dari setan.’”</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Namun, pada sanad hadis ini ada Rišdīn bin Ma’bad, dia adalah perawi yang lemah. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Az-Zahabi </span><i><span style="font-weight: 400;">raẖimahullahu taʿalā</span></i><span style="font-weight: 400;"> berkata, “Abu Zu’rah berkata, ‘(Risydin bin Ma’bad) lemah, wafat tahun 188 H. Dia adalah orang saleh, ahli ibadah dan perawi hadis, namun buruk hafalannya.'” Selesai kutipan dari kitab al-Kāšif (1/397).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Al-Hafidz Ibnu Hajar </span><i><span style="font-weight: 400;">raẖimahullahu taʿalā</span></i><span style="font-weight: 400;"> berkata, “Rišdīn bin Saʿdi … lemah dan disepakati oleh Abu Hatim dan menjadi pendapat Ibnu Lahīʿah. Ibnu Yunus berkata bahwa dulunya dia adalah orang yang baik agamanya, kemudian dia lalai, sehingga hadisnya bercampur aduk.” Selesai kutipan dari Taqrīb at-Tahḏīb halaman 209.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Karena alasan ini, hadis ini dilemahkan, sebagaimana dalam kitab al-Silsilah aḍ-Ḍaʿīfah (6/8)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Namun Ḥaiwah menyambung Rišdīn dengan sanad yang sahih, yang diriwayatkan oleh al-Baghawi dalam Muʿjam aṣ-Ṣahābah (3/543) dia berkata, “Ibrahim bin Hānīʾ mengabarkan kepadaku dari Aṣbagh dia berkata: Ibnu Wahb mengabarkan kepadaku dari Ḥaiwah dari Abu Uqail dari kakeknya Abdullah bin Hisyam, dia berkata,</span></p>
<p class="arab"><span style="font-weight: 400;"> كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  يَتَعَلَّمُونَ هَذَا الدُّعَاءَ كَمَا يَتَعَلَّمُونَ القُرآنَ إِذَا دَخَل الشَّهْرُ أَوِ السَّنَةُ: اللَّهُمَّ أَدْخِلْهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ  وَالْإِيمَانِ  وَالسَّلَامَةِ  وَالْإِسْلَامِ  وَجِوَارٍ مِنَ الشَّيْطَانِ  وَرِضْوَانٍ مِنَ الرَّحْمَنِ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Dahulu para sahabat Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">sallallāhu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> mempelajari hadis ini sebagaimana mempelajari al-Qur’an, ketika memasuki awal bulan atau tahun, ‘Ya Allah, masukkan kami ke bulan ini dengan aman dan iman, dengan selamat dan Islam, dan dengan rida Allah ar-Rahman dan terbebas dari setan.'”</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Riwayat ini disahihkan oleh al-Ḥafīḏ Ibnu Hajar dalam kitab al-Iṣābah (6/407-408), beliau raẖimahullahu taʿalā berkata, “Abu Qasim al-Baghawi mengeluarkan hadis ini dari jalur Aṣbagh, dari Abu Wahb, dengan sanad hadis yang dikeluarkan oleh Bukhari dalam bab Berserikat pada hadis lain yang diriwayatkan dari para sahabat yang bunyinya, “Dahulu para sahabat Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">sallallāhu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">mempelajari doa ini, …..” hingga akhir hadis. Hadis ini mauquf menurut syarat aṣ-Ṣahīh. Selesai kutipan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Hadis ini walaupun statusnya Mauquf karena disandarkan kepada perbuatan para sahabat—semoga Allah meridai mereka semua—namun menunjukkan isyarat yang kuat bahwa hukumnya Marfu’ kepada Nabi sallallāhu ‘alaihi wa sallam, mengingat kesungguhan mereka, kesepakatan mereka dalam satu lafal doa dan hafalannya yang seperti hafalan al-Quran, semua ini menunjukkan bahwa doa ini ada kedudukan tersendiri, sedangkan pengetahuan mereka tentang ini tidak mungkin didapat kecuali dari jalan wahyu.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kesimpulannya bahwa doa ini ada dalilnya dan dianjurkan bagi seorang muslim untuk membacanya ketika memasuki bulan baru (hijriah).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Untuk tambahan faedah, simak penjelasan berikut:</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">https://www.youtube.com/watch?v=GXFhS6U7sLQ dan https://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=146982</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Allāhuaʿlam.</span></i></p>
<p><b>Sumber artikel:</b></p>
<p><a href="https://islamqa.info/ar/downloads/answers/322345"><span style="font-weight: 400;">https://islamqa.info/ar/downloads/answers/322345</span></a><span style="font-weight: 400;"> </span></p>
<p><a href="https://drive.google.com/file/d/1RiFEAfkzsdqogLDExQYK2bfw5FYO4Tu1/view?usp=sharing"><span style="font-weight: 400;">PDF Sumber Terjemahan</span></a></p>
<p><strong>Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Tanya Ustadz untuk Android</a>. <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Download Sekarang !!</a></strong></p>
<p><strong>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</strong></p>
<ul>
<li>
<strong>REKENING DONASI</strong>:</li>
</ul>
<p>BANK SYARIAH INDONESIA<br>
7086882242<br>
a.n. YAYASAN YUFID NETWORK<br>
Kode BSI: 451</p>
 