
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Benarkah lafal “وَكَبِّرُوْا” (bertakbirlah) dimaksudkan dengan takbiran sebagaimana takbiran pada Hari Raya? Mereka mengucapkan kalimat tersebut sebelum pelaksanaan shalat gerhana, dengan dasar hadis,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللهَ وَكَبِّرُوْا وَصَلُّوْا وَتَصَدَّقُوْا….</p>
<p>“<em>Jika kalian melihat hal tersebut (gerhana), maka hendaklah kalian berdoa kepada Allah, bertakbir, shalat, dan bersedekah .</em>…” (HR. Bukhari)<br>
<!--more--><br>
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Sepanjang yang kami ketahui, para ulama mengartikan perintah takbir di dalam hadis itu dengan ucapan “<em>Allahu Akbar</em>”, bukan dengan takbiran sebagaimana takbiran pada Hari Raya. Penulis kitab <em>‘Aunul Ma’bud Syarh Abi Daud</em> berkata, “(Sabda Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>) وَكَبِّرُوْا (bertakbirlah), yaitu agungkanlah <em>Ar-Rabb</em> atau katakanlah ‘<em>Allahu Akbar</em>‘.” (<em>‘Aunul Ma’bud,</em> hadis no. 1191). <em>Wallahu a’lam bish-shawab.</em></p>
<p>Sumber: Majalah As-Sunnah, Edisi 5, Tahun VIII, 1425 H/2004 M.<br>
Dengan pengeditan oleh redaksi <a href="www.konsultasisyariah.com" target="_self">www.KonsultasiSyariah.com</a></p>
 