
<p><strong>Baca pembahasan sebelumnya <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/54302-agar-aku-sukses-menuntut-ilmu-bag-6-berikan-perhatianmu-kepada-ilmu.html" data-darkreader-inline-color="">Agar Aku Sukses Menuntut Ilmu (bag. 6) : Berikan Perhatianmu Kepada Ilmu</a></span></strong></p>

<p><em><span style="font-weight: 400;">Bismillah …</span></em></p>
<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Fase Terbaik dalam Usia Manusia</span></strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Umur manusia berjalan pada tiga fase kehidupan: <strong>fase balita, fase muda, kemudian fase tua.</strong> Dua di antaranya (fase balita dan fase tua) adalah titik lemah manusia. Hanya satu fase saja manusia berada di titik terkuat dan puncak kesempurnaan akal dan fisiknya, yaitu masa muda. Sehingga kehidupan kita, diawali dengan kelemahan yaitu saat balita, dan berakhir dengan kelemahan, yaitu tua. Ibarat seorang yang menaiki gunung, dari lembah menuju puncak kemudian turun kembali ke ke lembah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">هُوَ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ يُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ ثُمَّ لِتَكُونُوا شُيُوخًا ۚ وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّىٰ مِن قَبْلُ ۖ وَلِتَبْلُغُوا أَجَلًا مُّسَمًّى وَلَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya).”  </span><b>(QS. Ghofir: 67)</b></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/33857-masa-muda-yang-dipertanggungjawabkan.html" data-darkreader-inline-color="">Masa Muda yang DipertanggungJawabkan</a></strong></p>
<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Optimalkan Masa Muda kita</span></strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Jika diperhatikan perjalanan siklus kehidupan kita, kita berada di posisi sempurna kekuatan akal dan fisik, hanya di satu kesempatan saja, yaitu di masa muda. Masa yang sedikit, minoritas dari tiga fase hidup kita dan sangat sebentar. Sungguh merugi jika usia muda tersebut tidak kita manfaatkan untuk belajar.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Imam Ahmad pernah mengatakan,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">ما شبهت الشاب إلا بشيء كان في كمي فسقط</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Tidak ada permisalan yang paling tepat untuk waktu muda, kecuali ibarat seorang yang memegang barang di genggamannya lalu terjatuh.” </span><b>(</b><b><i>Mukhtashor Ta’dhim Al-‘Ilmi, </i></b><b>hal. 24)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jangan sampai kita berprinsip, taubat di masa tua saja. Sekarang mumpung masih muda, kita nikmati dunia, foya-foya, dan bersenang-senang. Saat sudah tua, baru sadar akhirat, sadar belajar agama. Jangan sampai prinsip ini merasuki kita. Akankah kita persembahkan untuk Allah lemah-lemah kita?! Masa kuat saat muda, kita persembahkan untuk hawa nafsu?! Apakah kita berikan untuk Allah hanya sisa-sisa?! Di mana sikap pengagungan kepada Allah Tuhan Pencipta kita?! </span></p>
<blockquote><p><strong>Maka mensyukuri masa muda, adalah dengan mengorbankannya untuk ibadah dan belajar tentang agama Allah Ta’ala.</strong></p></blockquote>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/30123-menjaga-anak-dan-pemuda-dari-paham-liberal-dan-plurarisme.html" data-darkreader-inline-color="">Menjaga Anak dan Pemuda dari Paham Liberal dan Pluralisme</a></strong></p>
<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Keutamaan Menuntut Ilmu di Usia Muda</span></strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Belajar di usia muda, akan lebih efektif. Ilmu mudah diserap dan dipahami. Karena akal dan pikiran, berada di puncak kekuatannya. Hasan Al-Basri </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah </span></i><span style="font-weight: 400;">memberikan testimoni,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">العلم في الصغر كالنقش في الحجر</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Ilmu yang dipelajari saat masih muda, akan melekat seperti seorang yang memahat batu.” </span><b>(</b><b><i>Mukhtashor Ta’dhim Al-‘Ilmi</i></b><b>, hal. 24)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Artinya, tulisan di pahatan batu, akan awet ada, tidak mudah terhapus.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Namun pesan ini bukan berarti menanamkan pesismisme kepada orang-orang tua untuk belajar. Mari terus belajar di usia apapun kita. Dan jangan malu belajar meski sudah berumur. Karena banyak pula di antara para sahabat Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ’alahi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> yang belajar, tak lagi di usia muda, mereka mulai belajar saat sudah menjadi ayah, bahkan ada yang sudah menjadi kakek untuk cucu-cucunya. Namun mereka tetap bisa menjadi yang terdepan dalam ilmu dan amal. Tidak da kata terlambat untuk belajar.</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Wallahua’lam bis sholab.</span></i></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/29545-jangan-mudah-berhutang.html" data-darkreader-inline-color="">Jangan Mudah Berhutang!</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/27701-nasihat-dan-bimbingan-untuk-pemuda-muslim-terhadap-diri-agama-dan-masyarakatnya.html" data-darkreader-inline-color="">Nasihat Dan Bimbingan Untuk Pemuda Muslim terhadap Diri, Agama, dan Masyarakatnya</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><strong>Penulis:<span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/aanshori" data-darkreader-inline-color=""> Ustadz Ahmad Anshori, Lc</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</a></span></strong></p>
 