
<p><iframe src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/546132864&amp;color=d5265f&amp;auto_play=false&amp;show_artwork=false&amp;hide_related=true&amp;show_comments=false&amp;show_user=false&amp;show_reposts=false" width="100%" height="166" frameborder="no" scrolling="no"></iframe></p>
<h2><strong>Air ini lebih Mulia Dibanding Zam-zam</strong></h2>
<p><em>Mohon dijelaskan sisi kemuliaan zam-zam.. Bagaimana dengan air hujan yang banyak dipuji dalam al-Quran?</em></p>
<p><strong>Jawab:</strong></p>
<p><em>Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,</em></p>
<p>Secara umum, air merupakan zat yang sangat bermanfaat bagi makhluk lainnya. Allah jadikan air sebagai sebab kehidupan segala makhluk. Allah berfirman,</p>
<p class="arab">وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ</p>
<p><em>“Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”</em> (QS. al-Anbiya: 30)</p>
<p>Ibnu Katsir menjelaskan ayat ini dengan mengatakan,</p>
<p class="arab">أي: أصل كل الأحياء منه</p>
<p>“Maksudnya asal segala yang hidup itu dari air.” (Tafsir Ibnu katsir, 5/339).</p>
<p>Karena nilai manfaat dan asalnya berbeda beda, maka nilai keutamaan air juga berbeda-beda.</p>
<p>Zam-zam memiliki nilai keutamaan yang besar. Keterangan selengkapnya mengenai keutamaan zam-zam, bisa dipelajari di artikel:</p>
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="80dccTIY55"><p><a href="https://konsultasisyariah.com/25692-khasiat-zam-zam-sesuai-niat-yang-minum.html">Khasiat Zam-zam, Sesuai Niat Yang Minum</a></p></blockquote>
<p><iframe class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted" style="position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);" title="“Khasiat Zam-zam, Sesuai Niat Yang Minum” — KonsultasiSyariah.com" src="https://konsultasisyariah.com/25692-khasiat-zam-zam-sesuai-niat-yang-minum.html/embed#?secret=68tH42Fa7W#?secret=80dccTIY55" data-secret="80dccTIY55" width="560" height="315" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe></p>
<p>Hanya saja, sebagian ulama menyebutkan bahwa air itu nilai keutamannya bertingkat. Banyak ulama Hanafiyah dan Syafiiyah yang membuat urutan tingkat keutamaan beberapa jenis air.</p>
<p>Mereka mengatakan, air yang paling afdhal adalah air yang pernah keluar dari jari-jari Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Kemudian air zam-zam, lalu air telaga Kautsar, lalu air sungai Nil, kemudian air dari sungai lainnya.</p>
<p>As-Subki – ulama Syafiiyah – membuat syair yang menyimpulkan mengenai urutan nilai kemuliaan air,</p>
<p class="arab">وأفضل المياه ماء قد نبع *** من بين أصبع النبي المتبع</p>
<p class="arab">يليه ماء زمزم فالكوثر *** فنيل مصر ثم باقي الأنهر</p>
<p>Air yang paling afdhal adalah air yang keluar dari jari-jari Nabi sang panutan <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam..</em></p>
<p>Kemudian air zam-zam, lalu al-Kautsar, lalu air sungai Nil, kemudian air sungai lainnya. (I’anah at-Thalibin, 2/316).</p>
<p>Menurut al-Bulqini, al-Haitami, dan para ulama Syafiiyah lainnya, air Zam-zam lebih afdal dari air telaga al-Kautsar lantaran air itulah yang dipilih oleh Malaikat Jibril untuk menyucikan hati Nabi Muhammad <em>shallallāhu ‘alaihi wa sallam</em> di malam Isra dan Mikraj.</p>
<p>Mengenai mukjizat Nabi<em> shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> yang bisa mengeluarkkan air dari tangan beliau, disebutkan dalam hadis dari Jabir bin Abdillah <em>radhiyallahu ‘anhuma</em>, beliau menceritakan,</p>
<p>“Para sahabat pada peristiwa perang Hudaibiyah mengalami kehausan. Ketika itu di hadapan Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> ada wadah berisi air, beliau pun berwudhu. Para sahabat menghampiri Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wasallam</em> dengan wajah-wajah yang tampak kesusahan dan kesedihan.”</p>
<p>Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wasallam</em> bertanya, ‘Ada apa dengan kalian?’</p>
<p>‘Wahai Rasulullah, Kami tidak memiliki air untuk berwudhu, tidak pula untuk minum selain air yang ada di hadapanmu.’ Jawab kami.</p>
<p>Lalu Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wasallam</em> meletakkan tangan beliau ke dalam bejana, seketika itu air memancar deras dari sela-sela jari jemari beliau seperti mata air, kami segera minum dan berwudhu dengan air itu.”</p>
<p>Jabir ditanya, “Berapa jumlah sahabat ketika itu?” Jabir menjawab, “Seandainya jumlah kami seratus ribu, niscaya air itu mencukupi kami. Ketika itu jumlah kami seribu lima ratus orang.” (HR. Bukhari)</p>
<p>Kesimpulan yang ingin kami sampaikan, bahwa ada air yang lebih mulia dibandingkan zam-zam, yaitu air yang keluar dari jemari Nabi<em> shallallahu ‘alaihi wa sallam.</em></p>
<p>Demikian…</p>
<p><em>Allahu a’lam.</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)</strong></p>
<p>Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener"><strong>Tanya Ustadz untuk Android</strong></a>.<br>
<a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener"><strong>Download Sekarang !!</strong></a></p>
<p><strong>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</strong></p>
<ul>
<li>
<strong>REKENING DONASI</strong> : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK</li>
<li>
<strong>KONFIRMASI DONASI</strong> hubungi: 087-738-394-989</li>
</ul>
 