
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Bagaimanakah hukum tentang seorang muhallil?<br>
<!--more--><br>
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> pernah ditanya tentang muhallil.</p>
<p class="arab">قَالَ: لَعَنَ اللهُ اَلْمُحَلِّلَ وَالْمُحَلِّلَ لَهُ</p>
<p>Beliau menjawab, <em>“Allah Ta’ala melaknat orang yang menghalalkan dan orang yang minta dihalalkan.”</em> (HR. Ibnu Majah)</p>
<p>*)Catatan: Muhallil adalah orang yang menikah untuk sementara, kemudian bercerai. Dengan tujuan agar perempuan yang dia nikahi setelah ditalak tiga oleh suami yang pertama bisa kembali kepada suami pertamanya tersebut.</p>
<p>Sumber: <em>Fatawa Rasulullah: Anda Bertanya Rasulullah Menjawab</em>, Tahqiq dan Ta’liq oleh Syekh Qasim Ar-Rifa’i, Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah, Pustaka As-Sunnah, Cetakan Ke-1, 2008.</p>
<p>(<strong>Dengan penataan bahasa oleh www.konsultasisyariah.com</strong>)</p>
 