
<p>Sebagian orang ingin menggeluti dunia tulis dan menulis. Bahkan bidang ini dijadikan profesinya. Di antara alasan mereka menulis adalah:</p>
<p>  <!--more-->  </p>
<p>1- Menulis karena hobi</p>
<p>2- Menulis karena tertarik pada keberhasilan penulis lain</p>
<p>3- Karena tergila-gila ingin jadi penulis</p>
<p>4- Ingin meredam rasa bete, jenuh dan bosan dengan kegiatan rutinitas yang biasa dilakukan</p>
<p>5- Memiliki banyak minat yang ingin disalurkan pada tulisan</p>
<p>6- Mengisi waktu luang dengan menulis (How To Be A Writerpreneur, Eni Setiati, hal. 32)</p>
<p> </p>
<p>Adapun alasan menyalurkan ilmu agama lewat tulisan:</p>
<p>1- Sebagai bentuk amal jariyah</p>
<p>2- Ingin memberi kemanfaatan pada orang lain, apalagi orang awam banyak mengambil manfaat lewat tulisan</p>
<p>3- Dengan semakin banyak menulis ilmu agama, maka ilmu agama akan terus bertambah dan semakin kokoh</p>
<p>4- Semakin semangat mengamalkan ilmu yang ditulis</p>
<p>5- Bentuk dakwah lewat ilmu yang dimiliki</p>
<p>Semoga dengan alasan ini kita para pemuda semakin banyak memberikan manfaat pada orang lain lewat tulisan<em>. Hanya Allah yang memberi taufik.</em></p>
<p>—</p>
<p>Siluk, Imogiri (di jalan menuju Panggang, Gunungkidul), Jum’at, 5 Sya’ban 1434 H</p>
<p>Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal</p>
<p>Artikel <a href="https://remajaislam.com/">RemajaIslam.Com</a></p>
 