
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Bagaimana pandangan hukum Islam terhadap jawaban sebagian orang, “Allah berada di mana-mana,” bila ia ditanya, <strong>“Dimanakah Allah?” Apakah jawaban seperti ini sepenuhnya benar?</strong></p>
<p><strong><!--more--></strong></p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Jawaban seperti ini sepenuhnya batil! Apabila seorang ditanya, “Dimanakah Allah?” maka hendaklah ia menjawab, “Di langit,” seperti yang dikemukakan oleh seorang perempuan yang ditanya oleh Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, “Dimanakah Allah?” Dia menjawab, “Di langit.”</p>
<p>Adapun orang yang menjawab dengan kata-kata “Allah itu ada” maka jawaban ini sangat samar dan menyesatkan. Orang yang mengatakan bahwa Allah itu ada di mana-mana dengan pengertian bahwa dzat Allah ada di mana-mana, maka orang tersebut menjadi kafir karena ia telah mendustakan keterangan-keterangan agama, bahkan dalil-dalil wahyu dan akal serta fitrah. Allah berada di atas segala makhluk. Dia berada di atas semua langit, bersemayam di atas ‘Arsy. (<em>Majmu’ Fataawa wa Rasaail</em>, juz 1, hlm. 132–133, Syekh Ibnu Utsaimin)</p>
<p>Sumber: <em>Fatwa Kontemporer Ulama Besar Tanah Suci</em>, Media Hidayah, cetakan 1 Tahun 2003.<br>
(Dengan beberapa pengubahan tata bahasa oleh redaksi www.konsultasisyariah.com)</p>
 