
<p><iframe width="100%" height="166" scrolling="no" frameborder="no" allow="autoplay" src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/1132453771&amp;color=d5265f&amp;hide_related=true&amp;show_artwork=false&amp;show_comments=false&amp;show_teaser=false&amp;show_user=false"></iframe></p>
<p><strong>Amalan ketika Hujan (Bagian 01)</strong></p>
<p><em>Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,</em></p>
<p>Kita bersyukur kepada Allah, hujan yang kita nanti-nantikan telah tiba. Kita berharap, semoga hujan yang Allah turunkan, menjadi keberkahan bagi kehidupan manusia dan lingkungannya.</p>
<p>Sebagai tanda syukur kepada Allah atas nikmat hujan yang Allah turunkan, sejenak kita akan mempelajari beberapa amalan sunah ketika hujan,</p>
<p><strong><em>Pertama</em></strong>, merasa takut ketika melihat mendung gelap</p>
<p>Diantara kebiasaan Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, beliau sangat takut ketika melihat mendung yang sangat gelap. Karena kehadiran mendung gelap, merupakan mukadimah adzab yang Allah berikan kepada umat-umat di masa silam. Sebagaimana yang terjadi pada kaum ‘Ad.</p>
<p>Dari Aisyah <em>radhiyallahu ‘anha</em>, beliau berkata,</p>
<p class="arab">أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى نَاشِئًا فِى أُفُقِ السَّمَاءِ تَرَكَ الْعَمَلَ وَإِنْ كَانَ فِى صَلاَةٍ ثُمَّ يَقُولُ « اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا ». فَإِنْ مُطِرَ قَالَ « اللَّهُمَّ صَيِّبًا هَنِيئًا »</p>
<p>“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila melihat awan gelap di ufuk langit, beliau meninggalkan aktivitasnya meskipun dalam shalat. Lalu beliau membaca, ‘<em>Allahumma inni a’udzubika min syarriha</em>’ [Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya].” Apabila turun hujan, beliau membaca ‘Allahumma Shayyiban Hani’a’ [Ya Allah jadikanlah hujan ini sebagi hujan yang bermanfaat] (HR. Abu Daud 5101 dan dishahihkan al-Albani)</p>
<p>Mengapa Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> meninggalkan semua aktivitasnya?</p>
<p>Karena beliau takut, beliau keluar masuk rumah sambil berdoa memohon perlindungan kepada Allah dari keburukan awan itu.</p>
<p>A’isyah <em>Radhiyallahu ‘anha</em> menceritakan,</p>
<p class="arab">كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا رَأَى مَخِيلَةً فِى السَّمَاءِ أَقْبَلَ وَأَدْبَرَ وَدَخَلَ وَخَرَجَ وَتَغَيَّرَ وَجْهُهُ ، فَإِذَا أَمْطَرَتِ السَّمَاءُ سُرِّىَ عَنْهُ ، فَعَرَّفَتْهُ عَائِشَةُ ذَلِكَ ، فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « مَا أَدْرِى لَعَلَّهُ كَمَا قَالَ قَوْمٌ ( فَلَمَّا رَأَوْهُ عَارِضًا مُسْتَقْبِلَ أَوْدِيَتِهِمْ .</p>
<p>Apabila Nabi<em> Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> melihat mendung gelap di lanngit, beliau tidak tenang, keluar masuk, dan wajahnya berubah. Ketika hujan turun, baru beliau merasa bahagia. A’isyahpun bertanya kepada beliau apa sebabnya. Jawab Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam,</em></p>
<p><em>“Saya tidak tahu ini mendung seperti apa. Bisa jadi ini seperti yang disampaikan kaum ‘Ad, “Tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka: “Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami”. (Bukan!) bahkan itulah azab yang kamu minta supaya datang dengan segera (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih”</em> (HR. Bukhari 3206).</p>
<p><strong><em>Kedua</em></strong>, Membaca doa ketika ada angin kencang</p>
<p>Ketika ada angin kencang, dianjurkan membaca doa,</p>
<p class="arab">اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ</p>
<p>Ya Allah, aku memohon kepadamu kebaikan angin ini, kebaikan yang dibawa angin ini, dan kebaikan angin ini diutus. Dan aku berlindung kepada-Mu, dari keburukan angin ini, keburukan yang dibawa angin ini, dan keburukan angin ini diutus.</p>
<p>A’isyah <em>Radhiyallahu ‘anha</em> menceritakan,</p>
<p class="arab">كَانَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا عَصَفَتِ الرِّيحُ قَالَ « اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ »</p>
<p>Apabila ada angin bertiup, Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> membaca doa,</p>
<p>[doa di atas]</p>
<p><em>Ya Allah, aku memohon kepadamu kebaikan angin ini, kebaikan yang dibawa angin ini, dan kebaikan angin ini diutus. Dan aku berlindung kepada-Mu, dari keburukan angin ini, keburukan yang dibawa angin ini, dan keburukan angin ini diutus.</em> (HR. Muslim 2122).</p>
<p><strong><em>Ketiga</em></strong>, Membaca doa ketika hujan turun</p>
<p>Ketika hujan turun, dianjurkan membaca,</p>
<p>اللَّهُمَّ صَيِّباً ناَفِعاً</p>
<p>“<em>Allahumma shoyyiban naafi’aa</em>”</p>
<p><em>[Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat].”</em></p>
<p>Dari Ummul Mukminin, A’isyah <em>radhiyallahu ‘anha,</em></p>
<p class="arab">إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ: اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً</p>
<p>”Nabi<em> shallallahu ’alaihi wa sallam</em> ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”<em>Allahumma shoyyiban nafi’an</em>” [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat].” (HR. HR. Ahmad no. 24190, Bukhari no. 1032, dan yang lainnya).</p>
<p>Dalam riwayat lain, beliau membaca,</p>
<p class="arab">اللَّهُمَّ صَيِّبًا هَنِيئًا</p>
<p>“<em>Allahumma shoyyiban hani’an</em>”</p>
<p>[Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat].”</p>
<p><strong><em>Keempat</em></strong>, Perbanyak doa ketika turun hujan</p>
<p>Dari Sahl bin Sa’d, beliau berkata bahwa Rasulullah <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِوَ تَحْتَ المَطَرِ</p>
<p>“Dua doa yang tidak akan ditolak: doa ketika azan dan doa ketika ketika hujan turun.” (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi; dan dihasankan al-Albani; lihat Shahihul Jami’, no. 3078)</p>
<p>Turunnya Hujan, Kesempatan Terbaik untuk Memanjatkan Do’a</p>
<p>Ibnu Qudamah dalam Al Mughni mengatakan, “Dianjurkan untuk berdo’a ketika turunnya hujan, sebagaimana diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p class="arab">اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ</p>
<p>’Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan : Bertemunya dua pasukan, Menjelang shalat dilaksanakan, dan Saat hujan turun.” (al-Mughni, 2/294)</p>
<p>Demikian beberapa adab yang bisa kita rutinkan selama musim hujan. Semoga Allah memberikan keberkahan di musim hujan ini.</p>
<p>Bersambung…</p>
<p>Baca <a href="https://konsultasisyariah.com/amalan-ketika-hujan-bagian-02/" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Amalan Ketika Hujan Bagian 2</strong></a></p>
<p><strong>Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)</strong></p>
<p>Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Tanya Ustadz untuk Android</strong></a>.<br>
<a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Download Sekarang !!</strong></a></p>
<p><strong>KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting <a href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</a>.</strong></p>
<p><strong>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</strong></p>
<ul>
<li>SPONSOR hubungi: 081 326 333 328</li>
<li>DONASI hubungi: 087 882 888 727</li>
<li>Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial</li>
</ul>
 