
<p>Banyak diantara anak-anak  kita atau bahkan diri kita sendiri tertimpa rasa tidak percaya diri. Rasa tidak  percaya diri yang berlebihan dapat menghambat perkembangan seseorang. Jadi  perasaan ini harus kita antisipasi sedini mungkin pada diri anak kita agar  mereka bisa berkembang menjadi pribadi yang mandiri. Rasa tidak percaya diri  pada anak biasa ditandai dengan gejala-gejala sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Susah  berbicara, gagap, dan gagu.</li>
<li> Menutup diri, adanya rasa  malu, dan tidak berani.</li>
<li> Ketidakmampuan berfikir  secara mandiri.</li>
<li> Merasakan ada kejahatan dan  bahaya serta bertambahnya rasa ketakutan dan kekhawatiran.</li>
</ol>
<p>Adapun yang menjadi sebab  tidak percaya diri pada anak biasanya adalah sebagai berikut :</p>
<ol>
<li> Cara mendidik yang salah dan  berdasar pada ancaman, kekerasan, dan pemukulan setiap kali anak berbuat  kesalahan atau main-main sesuatu.</li>
<li> Sering disalahkan, dipukul,  diancam, dicela, dan direndahkan.</li>
<li> Orang tua terlalu membatasi  setiap perilaku anak dan cara berfikirnya.</li>
<li> Selalu dibandingkan dengan  anak yang lain untuk memberinya motivasi, terkadang justru memberikan pengaruh  yang sebaliknya.</li>
<li> Meremehkan kemampuan dan  harga dirinya serta melemahkan minatnya.</li>
<li> Bentuk badan yang kecil,  tubuhnya yang cacat, seperti pincang, buntung, dan sebagainya.</li>
<li> Rendah IQ dan keterlambatan  dalam belajar.</li>
<li> Selalu mencelanya ketika ia  mengalami kegagalan.</li>
<li> Banyaknya pertengkaran  antara kedua orangtuanya.</li>
<li> Dibebani pekerjaan yang  diluar kemampuannya. Dan bakatnya sehingga ia tidak mampu dan gagal.</li>
</ol>
<p>Sedangkan usaha-usaha yang  dapat dilakukan untuk menyembuhkan atau mengurangi rasa tidak percaya diri  adalah sebagai berikut :</p>
<ol>
<li> Menunjukkan rasa kasih  sayang, khususnya dari kedua orang tua.</li>
<li> Membiarkan anak memilih  sendiri makannya, minumnya, dan permainannya. Sebaiknya orang tua tidak terlalu  mengatur dalam hal-hal yang memang terdapat kelapangan dalam syari’at. Adapun  dalam hal yang disyari’atkan (misal: makan dengan tangan kanan) maka sebaiknya  orang tua mengarahkan sejak dini.</li>
<li> Memotivasi anak dan  meningkatkan kemampuannya serta memujinya dengan kebaikannya.</li>
<li> Ketika dibandingkan dengan  anak lain, hendaknya disebutkan pula kebaikannya disamping anak yang  dibandingkan dengannya serta menyebutkan kemampuan keduanya, kemudian menyuruh  untuk berbuat sebagaimana yang telah dilakukan yang lain agar menjadi lebih  baik darinya.</li>
<li> Orang tua hendaknya tidak  saling mengoreksi di hadapan anak-anak, tidak saling mencela, atau berselisih  di hadapan mereka.</li>
<li> Menyebutkan namanya pada  pertemuan-pertemuan, memujinya secara proporsional didepan orang-orang dewasa  dan tidak menyebutkan kekurangannya di hadapan mereka maupun anak-anak kecil.</li>
<li> Menggunakan kisah/cerita dan  permainan untuk menyembuhkan penyakit tidak percaya dirinya.</li>
<li> Teladan dari kedua orang tua  dalam hal percaya diri dan tidak bimbang.</li>
<li> Membawanya dalam kumpulan  orang-orang dewasa, dan membuatnya mau berbicara tentang kemampuannya dalam  membaca al-Qur’an, hadits, cerita-cerita, dan lain-lain. Jangan lupa untuk  mengingatkan bahwa semua itu adalah nikmat dari Allah semata.</li>
<li> Menyuruhnya membeli beberapa  keperluan dari toko dan memberinya tanggung jawab yang ringan sesuai  kemampuannya.</li>
<li> Mendengarkan dengan baik  ketika anak berbicara dan tidak meremehkannya.</li>
<li> Menemaninya dalam  menyelesaikan permasalahannya yang kecil dan dalam memilih kebutuhan  pribadinya, seperti memilih mainan, pakaian, dan lain sebagainya.</li>
<li> Membiasakannya berpuasa  meski hanya beberapa jam saja, dan memujinya apabila ia melakukannya.</li>
<li> Mencontoh masa kecil  Rasulullah <em>shalallahu’alaihi wasslam</em> dan mengajarkannya tentang masa  kecil Rasulullah <em>shalallahu ‘alaihi wassalam.</em>
</li>
<li> Memperdalam kepercayaan  tentang takdir dalam hatinya dan menghubungkan segala sesuatu dengan Allah ‘<em>azza  wa jalla</em>.</li>
</ol>
<p>***<br>
Diambil dari: <em>Metode  Pendidikan Anak Muslim</em> Usia Prasekolah, Abu Amr Ahmad Sulaiman, Darul Haq  dengan sedikit perubahan dari <a href="https://muslimah.or.id/">muslimah.or.id</a></p>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 