
<p>Pengertian Ilmu yang Bermanfaat</p>
<p>Al-Hafidz Ibnu Rajab mendefinisikan al-Ilmu an-Nafi’ (ilmu yang manfaat) sebagai berikut,</p>
<p dir="RTL">ضبط نصوص الكتاب والسنة وفهم معانيها والتقيد في ذلك بالمأثور عن الصحابة والتابعين وتابعيهم في معاني القرآن والحديث</p>
<p>“Ilmu yang bermanfaat dari semua ilmu adalah mempelajari dengan seksama dalil-dalil al-Qur’an dan Sunah, yang disesuikan dengan keterangan dari para sahabat, para Tabi’in, dan orang-orang yang mengikuti petunjuk mereka dalam memahami kandungan Al Qur-an dan Hadis.</p>
<p>Kemudian beliau melanjutkan,</p>
<p dir="RTL">وفيما ورد عنهم من الكلام في مسائل الحلال والحرام. والزهد. والرقائق. والمعارف</p>
<p>Termasuk beberapa keterangan dari mereka dalam masalah halal-haram, zuhud, amalan hati (pensucian jiwa), pengenalan (tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah).</p>
<p>(Fadhlu ‘ilmis salaf ‘ala ‘ilmil khalaf, hlm. 6).</p>
<p>Semua metode kajian dalam memahami al-Quran dan sunah yang tidak pernah diajarkan oleh para sahabat, tabi’in, maupun tabi’ tabi’in (orang-orang yang mengikuti petunjuk sahabat), bukanlah ilmu nafi’.</p>
 