
<p><iframe src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/564733590&amp;color=d5265f&amp;auto_play=false&amp;show_artwork=false&amp;hide_related=true&amp;show_comments=false&amp;show_user=false&amp;show_reposts=false" width="100%" height="166" frameborder="no" scrolling="no"></iframe></p>
<h2><strong>Apakah ada Musik di Surga ?</strong></h2>
<p><em>Ada orang bertanya ke saya, apakah di surga ada musik? Karena saya penggemar berat musik…</em></p>
<p><strong>Jawab:</strong></p>
<p><em>Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,</em></p>
<p>Dalam al-Quran, terdapat celaan untuk nyanyian dan musik. Allah berfirman,</p>
<p class="arab">وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ</p>
<p><em>“Di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan Lahwul hadits untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah.”</em> (QS. Luqman: 6)</p>
<p>Mengenai makna ‘<em>Lahwul Hadits</em>’ terdapat penjelasan dari beberapa sahabat, diantaranya</p>
<p>[1] Keterangan Ibnu Mas’ud,</p>
<p>Dari Abu Shahba’ al-Bakri,</p>
<p class="arab">أنه سمع عبد الله بن مسعود -وهو يسأل عن هذه الآية: {ومن الناس من يشتري لهو الحديث ليضل عن سبيل الله} -فقال عبد الله: الغناء، والله الذي لا إله إلا هو، يرددها ثلاث مرات</p>
<p>Beliau mendengar Abdullah bin Mas’ud – ketika ditanya tentang ayat di atas – kata Abdullah bin Mas’ud, “Itu nyanyian, demi Allah, Dzat yang tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Dia.” Beliau ulang-ulang sebanyak 3 kali. (Tafsir Ibnu Katsir, 6/330)</p>
<p>[2] Keterangan Ibnu Abbas <em>Radhiyallahu ‘anhuma,</em></p>
<p class="arab">قال حبر الأمة ابن عباس رضي الله عنهما : هو الغناء</p>
<p>Tinta umat islam – Ibnu Abbas  <em>Radhiyallahu ‘anhuma</em>, mengatakan, “Itu nyanyian.”</p>
<p>[3] Keterangan Imam Mujahid – <em>rahimahullah –,</em></p>
<p class="arab">وقال مجاهد رحمه الله : اللهو الطبل</p>
<p>Mujahid mengatakan, ‘<em>al-Lahw</em>u adalah genderang.’</p>
<p>(Tafsir at-Thabari, 21/40)</p>
<p>[4] Keterangan Hasan al-Bashri – <em>rahimahullah</em> –, beliau mengatakan,</p>
<p class="arab">أنزلت هذه الآية: {ومن الناس من يشتري لهو الحديث ليضل عن سبيل الله بغير علم} في الغناء والمزامير</p>
<p>“Ayat ini (Luqman: 6) diturunkan terkait nyanyian dan seruling.”  (Tafsir Ibnu Katsir, 6/331)</p>
<p>Ini semua menunjukkan bahwa musik adalah sesuatu yang tercela.</p>
<p>Apakah sesuatu yang tercela ini ada surga?</p>
<p>Untuk nasyid dan nyanyian, tidak semuanya tercela. Karena itu, pernah ada orang bernyanyi di samping Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> ketika hari raya, dan beliau biarkan.</p>
<p>Di surga, para bidadari menyambut para suaminya dengan nyanyian merdu mereka.</p>
<p>Dari Ibnu Umar <em>Radhiyallahu ‘anhuma</em>, Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">إِنَّ أَزْوَاجَ أَهْلِ الْجَنَّةِ لَيُغَنِّينَ أَزْوَاجَهُنَّ بِأَحْسَنِ أَصْوَاتٍ سَمِعَهَا أَحَدٌ قَطُّ ، إِنَّ مِمَّا يُغَنِّينَ : نَحْنُ الْخَيِّرَاتُ الْحِسَانُ أَزْوَاجُ قَوْمٍ كِرَامٍ</p>
<p><em>Sesungguhnya para istri di surga mereka bernyanyi di depan suaminya dengan suara yang paling merdu yang pernah didengar seseorang. Diantara lirik nyanyian mereka,</em></p>
<p class="arab">نَحْنُ الْخَيِّرَاتُ الْحِسَانُ أَزْوَاجُ قَوْمٍ كِرَامٍ</p>
<p><em>“Kami para bidadari indah, istri orang-orang yang mulia…”</em> (HR. Thabrani dalam Mu’jam al-Ausath, 5/149 dan dishahihkan al-Albani dalam Shahih at-Targhib)</p>
<p><strong>Adakah musik di surga?</strong></p>
<p>Ada beberapa ayat yang menyatakan bahwa penduduk surga tidak mendengar <em>laghwun</em> (suara sia-sia) dan suara-suara sumber dosa.</p>
<p>Diantaranya, firman Allah,</p>
<p class="arab">لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا وَلَا تَأْثِيمًا</p>
<p>“<em>Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa.”</em> (QS. Al-Waqi’ah: 25)</p>
<p>Allah juga berfirman di surat Thur,</p>
<p class="arab">يَتَنَازَعُونَ فِيهَا كَأْسًا لَا لَغْوٌ فِيهَا وَلَا تَأْثِيمٌ</p>
<p><em>“Di dalam surga mereka saling memperebutkan piala (gelas) yang isinya tidak (menimbulkan) kata-kata yang tidak berfaedah dan tiada pula perbuatan dosa.”</em> (QS. At-Thur: 23)</p>
<p>Ketika penjelasan tentang musik, apakah kelak ada di surga, Lembaga Fatwa Syabakah Islamiyah menjelaskan hukum musik, lalu menyebutkan dalil di surat al-Waqiah, kemudian menyatakan,</p>
<p class="arab">وعلى هذا، فما ينبغي للموسيقى أن تكون في الجنة؛ فإن الإثم واللغو وما شابههما لا مكان له في الجنة؛  وأيضا، فالجنة دار طيبة، وأهلها طيبون لا يشتهون إلا الطيب</p>
<p>Oleh karena itu, tidak layak musik ada si surga. Karena dosa dan bunyi sia-sia atau semacamnya tidak ada tempat di surga.. dan juga, surga adalah negeri yang baik, penghuninya orang-orang baik, dan mereka tidak menginginkan kecuali kebaikan. (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 257992)</p>
<p>Demikian, <em>Allahu a’lam.</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)</strong></p>
<p>Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Tanya Ustadz untuk Android</strong></a>.<br>
<a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Download Sekarang !!</strong></a></p>
<p><strong>KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting <a href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</a>.</strong></p>
<p><strong>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</strong></p>
<ul>
<li>
<strong>SPONSOR</strong> hubungi: 081 326 333 328</li>
<li>
<strong>DONASI</strong> hubungi: 087 882 888 727</li>
<li>
<strong>REKENING DONASI</strong> : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK</li>
</ul>
 