
<p>Terdapat <i>hadist</i> yang menjelaskan bahwa ketika hujan turun rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa alihi wasallam</i> keluar hingga hujan tersebut sedikit membasahi beliau. Sebagian orang mengira bahwa ini adalah <i>sunnah</i> untuk mandi hujan atau berhujan-hujanan. Ini tidak benar karena penjelasan ulama mengenai <i>hadits</i> ini adalah beliau membasahi sebagian anggota tubuhnya saja, bukan seluruh tubuh sebagaimana mandi. Berikut sedikit pembahasan mengenai hal ini.</p>
<p>Adapun <i>hadits</i>nya adalah sebagai berikut,</p>
<p class="arab" align="center">عن أنسٍ -رضي الله عنه-، قال: أصابنا ونحن مع رسول الله -صلى اللهُ عليه وسلم- مطرٌ، قال: فحسَر رسول الله -صلى اللهُ عليهِ وسلم- ثوبَه حتى أصابَه مِن المطر، فقلنا: يا رسول الله! لمَ صنعتَ هذا؟ قال: “لأنَّه حديثُ عهدٍ بِربِّه تعالى”</p>
<p>Dari Anas bin Malik <i>radhiallahu ‘anhu </i>berkata, “hujan turun membasahi kami (para Sahabat) dan Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa alihi</em> wasallam,  maka Rasululullah <em>shallallahu ‘alaihi wa alihi wasallam</em> membuka bajunya, sehingga hujan mengguyur beliau, maka kami bertanya, ‘Wahai Rasulullah untuk apa engkau berbuat seperti ini?’ Beliau menjawab,</p>
<p class="arab" align="center">لِأَنَّهُ حَدِيثُ عَهْدٍ بِرَبِّهِ تَعَالَى</p>
<p><i>“Karena sesungguhnya hujan ini baru saja Allah ta’āla ciptakan.” </i>(HR. Muslim no. 898).<i><br>
</i></p>
<p>Mereka memahami bahwa mandi hujan dan berbasah-basah adalah <i>sunnah, </i>padahal yang benar adalah sebagaimana penjelasan ulama bahwa maksud <i>hadits </i>ini adalah <b>menyentuhkan/menyingkap beberapa anggota badan dengan air hujan ketika pertama kali turun.</b></p>
<p>Ibnu Qudamah <i>rahimahullah</i> berkata,</p>
<p class="arab" align="center">قال ابن قدامة : ” فصل ويستحب أن يقف في أول المطر ويخرج رحله ليصيبه المطر</p>
<p>(Berkaitan dengan <i>hadits</i> tersebut, ini adalah)<i> “</i>Pasal disunnahkannya berdiri (di luar) ketika awal turun hujan dan mengeluarkan pelana (kendaraan) agar mengenai air hujan<i>”</i></p>
<p>Imam An-Nawawi <i>rahimahullah</i> berkata,</p>
<p class="arab" align="center">معنى حسر كشف أي كشف بعض بدنه ومعنى حديث عهد بربه أي بتكوين ربه اياه ومعناه أن المطر رحمة وهي قريبة العهد بخلق الله تعالى لها فيتبرك بها وفي هذا الحديث دليل لقول أصحابنا أنه يستحب عند أول المطر أن يكشف غير عورته ليناله المطر</p>
<p><i>“</i>Makna membuka bajunya adalah menyibaknya, yaitu menyibak sebagian tubuhnya. Dan makna “<em>baru saja Allah ciptakan</em>” ialah penciptaan dari Allah <i>Ta’ala</i> dan maknanya hujan itu adalah rahmat, yakni rahmat yang baru saja Allah ciptakan, maka nabi shallallahu ‘alaihi wa alihi sallam mengambil <i>barakah</i> (<i>tabarruk</i>) dari hujan tersebut. Konten hadits ini menjadi dalil bagi para ulama syafi’iyyah bahwa pada awal turunnya hujan disunnahkan untuk menyibak tubuhnya -selain aurat- sehingga terguyur hujan<i>”.</i></p>
<p>Pernyataan bahwa disunnahkan berhujan-hujanan adalah hal yang belum pernah kami ketahui dari pendapat para ulama. Demikian, semoga bermanfaat.</p>
<p>—</p>
<p>Penyusun: Raehanul Bahraen</p>
<p>Artikel <a href="http://www.muslim.or.id/">Muslim.Or.Id</a></p>
 