
<h1><b>Apakah Jual Beli Kurma Secara Online Termasuk Riba?</b></h1>
<p><em><b>Pertanyaan:</b></em></p>
<p><em><span style="font-weight: 400;">Ustadz, bagaimana hukum menjual kurma secara online? Dan sistemnya bukan COD. Jadi bayar dulu, serah terima barang nanti. Karena kalau ga salah kurma itu masuk ke komoditi ribawi.</span></em></p>
<p><em><span style="font-weight: 400;">(Rahmadanti)</span></em></p>
<p><b>Jawaban:</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kita mengetahui bahwa jual beli emas online termasuk riba karena tidak terjadi </span><i><span style="font-weight: 400;">yadan-bi-yadin</span></i><span style="font-weight: 400;"> (serah terima langsung di majelis akad). Sebagaimana hadis dari Ubadah bin Shamit </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ’anhu</span></i><span style="font-weight: 400;">, bahwa Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu’alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> bersabda:</span></p>
<p class="arab"><span style="font-weight: 400;">الذَّهبُ بالذَّهبِ . والفضَّةُ بالفِضَّةِ . والبُرُّ بالبُرِّ . والشعِيرُ بالشعِيرِ . والتمْرُ بالتمْرِ . والمِلحُ بالمِلحِ . مِثْلًا بِمِثْلٍ . سوَاءً بِسَواءٍ . يدًا بِيَدٍ . فإذَا اخْتَلَفَت هذهِ الأصْنَافُ ، فبيعوا كيفَ شئْتُمْ ، إذَا كانَ يدًا بِيَدٍ</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Emas dengan emas, perak dengan perak, burr dengan burr, sya’ir dengan sya’ir, tamr (kurma) dengan tamr, garam dengan garam, kadarnya harus semisal dan sama, harus dari tangan ke tangan (kontan). Jika jenisnya berbeda, maka juallah sesuka kalian, selama dilakukan dari tangan ke tangan (serah terima langsung di majelis akad)”</span></i><span style="font-weight: 400;"> (HR. Al-Bukhari, Muslim no. 1587, dan ini adalah lafadz Muslim).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Enam komoditas di atas dikelompokkan oleh para ulama berdasarkan </span><i><span style="font-weight: 400;">illah</span></i><span style="font-weight: 400;">-nya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan, </span><i><span style="font-weight: 400;">illah </span></i><span style="font-weight: 400;">dari kelompok emas-perak adalah </span><i><span style="font-weight: 400;">ats-tsamaniyah</span></i><span style="font-weight: 400;"> (alat pembayaran). Sedangkan </span><i><span style="font-weight: 400;">illah </span></i><span style="font-weight: 400;">kelompok selain emas-perak adalah </span><i><span style="font-weight: 400;">ath-thu’mu ma’al kayli </span></i><span style="font-weight: 400;">(makanan yang ditakar ukurannya) atau </span><i><span style="font-weight: 400;">ath-thu’mu ma’al wazni </span></i><span style="font-weight: 400;">(makanan yang ditimbang beratnya).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Bagaimana dengan kurma? Bukankah kurma disebutkan dalam hadis di atas? Perlu dipahami dahulu tiga kaidah dalam masalah ini:</span></p>
<h3><b>Kaidah pertama:</b></h3>
<p class="arab"><span style="font-weight: 400;">أن كل ربويين اتحدا في الجنس والعلة ، فإنه يشترط عند مبادلة أحدهما بالآخر شرطان : التماثل ، والحلول والتقابض</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Semua komoditi yang sama jenisnya dan </span><i><span style="font-weight: 400;">illah</span></i><span style="font-weight: 400;">-nya, maka dalam transaksinya disyaratkan dua syarat: sama kadarnya dan </span><i><span style="font-weight: 400;">al-hulul wat taqabudh </span></i><span style="font-weight: 400;">(langsung serah terima di majelis akad; kontan)”</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berdasarkan sabda Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu’alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> setelah menyebutkan komoditi riba yang sejenis:</span></p>
<p class="arab"><span style="font-weight: 400;">مِثْلًا بِمِثْلٍ . سوَاءً بِسَواءٍ . يدًا بِيَدٍ</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Kadarnya harus semisal dan sama, harus dari tangan ke tangan (kontan)”</span></i><span style="font-weight: 400;">.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Contohnya: barter emas dengan emas, barter perak dengan perak, barter uang dengan uang. Maka harus sama kadarnya dan harus serah terima langsung di majelis akad.</span></p>
<h3><b>Kaidah kedua:</b></h3>
<p class="arab"><span style="font-weight: 400;">كل ربويين اتحدا في علة ربا الفضل واختلفا في الجنس ، فيشترط عند مبادلة أحدهما بالآخر شرط واحد ، وهو : الحلول والتقابض</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Semua komoditi yang sama <em>illah</em>-nya, namun berbeda jenisnya, maka dalam transaksinya disyaratkan satu syarat: al-hulul wat taqabudh (langsung serah terima di majelis akad; kontan)”</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berdasarkan sabda Rasulullah</span><i><span style="font-weight: 400;"> shallallahu’alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;">,</span></p>
<p class="arab"><span style="font-weight: 400;">فإذَا اخْتَلَفَت هذهِ الأصْنَافُ ، فبيعوا كيفَ شئْتُمْ ، إذَا كانَ يدًا بِيَدٍ</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Jika jenisnya berbeda, maka juallah sesuka kalian, selama dilakukan dari tangan ke tangan (kontan)”</span></i><span style="font-weight: 400;">.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Contoh: membeli emas dengan uang, membeli emas dengan perak, membeli perak dengan uang. Maka tidak harus sama kadarnya, namun harus serah-terima di majelis akad secara langsung.</span></p>
<h3><b>Kaidah ketiga:</b></h3>
<p class="arab"><span style="font-weight: 400;">كل ربويين اختلفا في العلة ، فلا يشترط عند مبادلة أحدهما بالآخر لا الحلول والتقابض ، ولا التساوي والتماثل</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Semua komoditi yang berbeda <em>illah</em>-nya, maka dalam transaksinya tidak disyaratkan apa-apa, tidak disyaratkan sama ukurannya ataupun </span><i><span style="font-weight: 400;">al-hulul wat taqabudh </span></i><span style="font-weight: 400;">(langsung serah terima di majelis akad; kontan)”.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Contoh: membeli kurma dengan uang, membeli beras dengan uang. Maka tidak harus sama kadarnya dan tidak harus serah terima langsung.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">[Dinukil dari </span><i><span style="font-weight: 400;">Dhawabith fii Baabir Riba</span></i><span style="font-weight: 400;">, Syaikh Dr. Khalid Al Musyaiqih]</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sehingga jelas jual beli kurma dengan uang secara online masuk pada kaidah ketiga, tidak ada syarat serah terima di majelis akad dan tidak harus sama ukurannya. Karena uang dan kurma sudah berbeda <em>illah</em>-nya. Maka jual beli kurma dengan uang secara online hukumnya boleh saja.</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Wallahu a’lam.</span></i></p>
<p>***</p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dijawab oleh Ustadz </span><span style="font-weight: 400;">Yulian Purnama, S.Kom.</span><span style="font-weight: 400;"> </span></p>
<p><strong>Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Tanya Ustadz untuk Android</a>. <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Download Sekarang !!</a></strong></p>
<p><strong>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</strong></p>
<ul>
<li>
<strong>REKENING DONASI </strong>:</li>
</ul>
<p>BANK SYARIAH INDONESIA<br>
7086882242<br>
a.n. YAYASAN YUFID NETWORK<br>
Kode BSI: 451</p>
 