
<p>Pertanyaan</p>
<p>مسألة ( 7 )                         ( 26/2/1419هـ)<br>
سئل شيخنا رحمه الله : هل يوصف النبي  أنه “أفضل الخلق” ؟</p>
<p>Masalah ketujuh.</p>
<p>Syeikh Dr Ahmad al Qadhi -murid dari Syeikh Ibnu Utsaimin- mengatakan bahwa pada tanggal 26 Shafar 1419 H beliau pernah bertanya kepada Syeikh Ibnu Utsaimin, “<em>Apakah diperbolehkan mengatakan bahwa Nabi Muhammad adalah makhluk yang paling mulia?</em>”</p>
<p>فأجاب : لا نعلم بذلك . ولم يثبت بدليل حتى نقول به . والثابت أنه  “سيد ولد آدم”(3)فهو أفضل بني آدم ولا ريب .</p>
<p><strong>Jawaban beliau</strong>, “Kami tidak mengetahui benarnya ucapan tersebut. Ucapan tersebut tidak ada dalam dalil. Jika ada tentu kita bisa mengatakannya. Yang ada dalam hadits, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah <strong>sayyid </strong>atau pemimpin seluruh manusia. Tidaklah diragukan bahwa beliau adalah manusia yang paling mulia.</p>
<p>قد قال الله تعالى : “ولقد كرمنا بني آدم وحملناهم في البر والبحر ورزقناهم من الطيبات وفضلناهم على كثيرٍ ممن خلقنا تفضيلا” ولم يقل : على الجميع .</p>
<p>Allah <em>Ta’ala </em>berfirman, “<em>Dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan</em>” (QS al Isra:70).</p>
<p>Dalam ayat di atas Allah mengatakan, “atas kebanyakan makhluk” bukan “seluruh makhluk”.<br>
Demikian kutipan dari buku Tsamarah al Tadwin min Masail Ibnu Utsaimin karya Dr Ahmad bin Abdurrahman al Qadhi hal 8.</p>
<p>Artikel <a href="https://ustadzaris.com">www.ustadzaris.com</a></p>
 