
<p><strong>APAKAH RUH ANAK SEORANG MUSLIM LANGSUNG MASUK SURGA<br>
</strong></p>
<p>Oleh<br>
Ustadz Anas Burhanuddin MA</p>
<p>Pertanyaan.<br>
Assalamu’alaikum ! Ustad, nama saya muhammad dari Surabaya. Saya ingin menanyakan tentang ruh anak seorang Muslim yang meninggal dunia sebelum usia baligh (3 thn ). Apakah ruhnya langsung dimasukkan ke jannah atau bagaimana? Dan tentang hadits Nabi Ibrâhîm Alaihissallam menjaga mereka di jannah, apakah hadits itu shahîh ? Masykûro wa jazâkallâhu khaira</p>
<p>Jawaban.<br>
<em>Wa’alaikum salam warahmatullah wabarakatuh. </em>Saudara Muhammad, semoga Allâh mengumpulkan Anda beserta orang-orang tercinta di surga Firdaus.</p>
<p>Para Ulama sepakat bahwa anak keturunan dari seorang Muslim akan masuk surga. Imam an-Nawawi rahimahullah mengatakan.”Mereka yang terhitung sebagai Ulama Islam sepakat bahwa orang yang meninggal dari kalangan anak-anak umat Islam akan masuk surga, karena mereka belum dibebani taklîf (<em>mukallaf</em>).”<a href="#_ftn1" name="_ftnref1">[1]</a> Di antara dalil yang mendasarinya adalah sabda Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam :</p>
<p><strong>إِنَّ ذَرَارِيَّ الْمُؤْمِنِينَ فِي الْجَنَّةِ يَكْفُلُهُمْ إِبْرَاهِيمُ عَلَيْهِ السَّلَامُ</strong></p>
<p><em>Sungguh anak keturunan dari kaum Muslimin masuk surga, Ibr</em><em>â</em><em>h</em><em>î</em><em>m </em><em>Alaihissallam</em><em> akan mengasuh mereka.”</em>[HR. Ahmad no.8.324 , al-Hakim no. 3.399 dan Ibnu Hibban no. 7.446, dihukumi shahih oleh adz-Dzahabi dan al-Albani].</p>
<p>Ini sekaligus menjelaskan bahwa hadits tentang penjagaan Nabi Ibrâhîm Alaihissallam untuk anak-anak Muslimin  di surga adalah shahih.</p>
<p>Hal itu juga ditegaskan oleh hadits yang lain berikut ini:</p>
<p><strong>عَنْ أَبِي حَسَّانَ، قَالَ: قُلْتُ لِأَبِي هُرَيْرَةَ: إِنَّهُ قَدْ مَاتَ لِيَ ابْنَانِ، فَمَا أَنْتَ مُحَدِّثِي عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِحَدِيثٍ تُطَيِّبُ بِهِ أَنْفُسَنَا عَنْ مَوْتَانَا؟ قَالَ: قَالَ: نَعَمْ، صِغَارُهُمْ دَعَامِيصُ الْجَنَّةِ يَتَلَقَّى أَحَدُهُمْ أَبَاهُ – أَوْ قَالَ أَبَوَيْهِ -، فَيَأْخُذُ بِثَوْبِهِ – أَوْ قَالَ بِيَدِهِ -، كَمَا آخُذُ أَنَا بِصَنِفَةِ ثَوْبِكَ هَذَا، فَلَا يَتَنَاهَى – أَوْ قَالَ فَلَا يَنْتَهِي – حَتَّى يُدْخِلَهُ اللهُ وَأَبَاهُ الْجَنَّةَ</strong></p>
<p><em>Abu Hassan meriwayatkan, “Saya berkata kepada Abu Hurairah </em><em>Radhiyallahu anhu</em><em>, ‘Dua orang putra saya telah meninggal. Adakah hadits dari Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang Mukmin yang sudah meninggal yang bisa engkau sampaikan untuk menenangkan hati kami? Beliau </em><em>Radhiyallahu anhu</em><em> menjawab, ‘Ya.Anak-anak mereka adalah penghuni cilik surga.<a href="#_ftn2" name="_ftnref2"><strong>[2]</strong></a> Salah seorang dari mereka menyambut kedua orangtuanya, lalu memegang pakaian –atau tangan- orangtuanya sebagaimana saya sekarang memegang ujung bajumu, dan ia tidak melepaskannya sampai Allâh Azza wa Jalla memasukkan dirinya dan orangtuanya ke dalam surga.</em> [HR. Muslim no. 2.635]</p>
<p>[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 07/Tahun XVIII/1436H/2014. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196.Kontak Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079]<br>
________<br>
Footnote<br>
<a href="#_ftnref1" name="_ftn1">[1]</a> Syarah Shahih Muslim 16/207.<br>
<a href="#_ftnref2" name="_ftn2">[2]</a><em> Da’amish</em> adalah bentuk jamak dari kata <em>da’mush</em>.Makna asalnya adalah binatang kecil yang hidup di air dan tidak pernah lepas dari air. Dalam bahasa Inggris biasa disebut <em>triops</em>, dan nama ilmiahnya <em>triops longicaudatus</em>. Anak-anak umat Islam disifati dengan perumpamaan ini karena masih kecil dan akan kekal di surga.</p>
 