
<p><i><span style="font-weight: 400;">Al</span></i><i><span style="font-weight: 400;">h</span></i><i><span style="font-weight: 400;">amdulillâh, wash shalâtu was salâmu ‘alâ rasûlillah…</span></i></p>

<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Keimanan Terpusat di Hati</span></strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Keimanan itu aslinya berpusat di hati. Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wasallam </span></i><span style="font-weight: 400;">menjelaskan,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>“التَّقْوَى هَاهُنَا” وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ.</b></span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Takwa itu di sini”. Sambil beliau menunjuk ke dadanya tiga kali. </span></i><span style="font-weight: 400;">HR. Muslim dari Abu Hurairah </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ‘anhu.</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sesuatu yang berada di dalam hati aslinya tidak terlihat. Sebab tersembunyi di dalamnya. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Namun keimanan yang berada di dalam hati, bisa diketahui keberadaannya dengan tanda-tanda lahiriah yang terlihat mata.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/24026-cukupkah-beriman-dengan-dengan-hati-saja.html" data-darkreader-inline-color="">Cukupkah Beriman Dengan Dengan Hati Saja ?</a></strong></p>
<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Memakmurkan Masjid dan Tanda Keimanan</span></strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Di antara tanda keimanan tersebut adalah </span><b>memakmurkan masjid. </b><span style="font-weight: 400;">Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">berfirman,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>“إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ”</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Artinya: “</span><i><span style="font-weight: 400;">Yang memakmurkan masjid-masjid Allah itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut kecuali kepada Allah. Mereka itulah golongan yang selalu mendapat petunjuk</span></i><span style="font-weight: 400;">”. QS. At-Taubah (9): 18.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/45725-meninggal-ketika-menuju-ke-masjid-mendapat-jaminan-surga.html" data-darkreader-inline-color="">Meninggal Ketika Menuju Ke Masjid Mendapat Jaminan Surga?</a></strong></p>
<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Makna Memakmurkan Masjid</span></strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Berbagai keterangan para ulama tafsir mengenai makna memakmurkan masjid, bisa disimpulkan menjadi dua: </span></p>
<ol>
<li><strong> Memakmurkan fisik bangunannya.</strong></li>
<li><strong> Memakmurkan kegiatan di dalamnya.</strong></li>
</ol>
<p><span style="font-weight: 400;">Atau dengan kata lain menjaga masjid agar senantiasa makmur luar dan dalam.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Memakmurkan </span><b>fisik bangunan</b><span style="font-weight: 400;"> masjid, dimulai dari mendirikan masjid baru. Kemudian juga merawat bangunan masjid yang sudah ada. Baik fasilitas penerangannya, pengairannya, sirkulasi udaranya, karpetnya, hingga kebersihan dalam dan luar masjid.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Adapun memakmurkan kegiatan di masjid,</span> <span style="font-weight: 400;">terutama adalah dengan menggunakannya untuk shalat fardhu berjamaah tepat waktu. Kemudian juga mengisinya dengan majlis taklim secara rutin. Untuk mengkaji al-Qur’an dan hadits Rasul </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wasallam.</span></i><span style="font-weight: 400;"> Baik yang diperuntukkan buat kaum dewasa, maupun untuk anak-anak.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/42533-tidak-boleh-keluar-masjid-setelah-adzan.html" data-darkreader-inline-color="">Tidak Boleh Keluar Masjid Setelah Adzan</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Bahagia Memakmurkan Masjid</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Siapapun orang yang memiliki keimanan di hatinya, ia akan merasa bahagia untuk memakmurkan masjid. Atau minimal merasa bahagia melihat masjid-masjid dimakmurkan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Maka, orang yang terjangkiti kegalauan dan kegelisahan saat melihat suatu masjid makmur, ini pertanda keimanannya bermasalah. Yang lebih parah dari itu, ada orang yang merasa lebih senang melihat masjid sepi dibanding makmur. Bahkan berusaha membuat sepi masjid yang telah makmur. Cuma hanya karena beda ormas atau pilihan politik.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Semoga Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;"> memberikan hidayah kepada orang-orang yang terjangkiti hasad, iri, dengki dan berbagai penyakit hati lainnya. </span><i><span style="font-weight: 400;">Amien</span></i><span style="font-weight: 400;">…</span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/27087-keutamaan-membangun-masjid-dengan-niat-yang-ikhlas.html" data-darkreader-inline-color="">Keutamaan Membangun Masjid Dengan Niat Yang Ikhlas</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/26723-ayo-membangun-masjid.html" data-darkreader-inline-color="">Ayo Membangun Masjid!</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><span style="font-weight: 400;"> Pesantren ”Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 6 R. Tsani 1440 / 14 Desember 2018</span></p>
<p><strong>Penulis: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/abdullahzaen" data-darkreader-inline-color="">Ustadz Abdullah Zaen, Lc. MA.</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</a></span></strong></p>
 