
<h4>Fatwa Syaikh Shalih bin Abdillah Al ‘Ushaimi</h4>
<p><strong>Soal:</strong><br>
Bagaimana <em>dhabit</em> (kaidah dan batasan) dari <em><a href="https://muslimah.or.id/1487-memahami-hakikat-syirik.html">syirik</a> asghar</em> (syirik kecil) itu, sehingga dengan mengetahui <em>dhabit</em> tersebut kita bisa mengenalnya?</p>
<p><strong>Jawab:</strong><br>
<em>Syirik asghar</em> adalah seseorang menempatkan sesuatu yang merupakan hak Allah kepada selain-Nya, namun tidak sampai menghilangkan <em>ashlul iman</em> (kadar iman yang minimal) dari dirinya.</p>
<p>Dan kaidah untuk mengetahuinya adalah sebagai berikut, perbuatan tersebut sesuai dengan sifat perbuatan syirik yang disebutkan dalam dalil-dalil dan disepakati para ulama bahwa perbuatan tersebut tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam. Contohnya seperti sabda Nabi <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em>:</p>
<p>الطيرة شرك</p>
<p>“<em>thiyarah </em>(menganggap sial) itu syirik”</p>
<p>Maka, dengan kaidah tersebut, bisa dikenali mana saja yang termasuk <em>syirik asghar</em>. Yaitu seseorang menempatkan sesuatu yang merupakan hak Allah kepada selain-Nya, namun tidak sampai menghilangkan <em>ashlul iman</em>.</p>
<p> </p>
<p>Sumber: <a href="http://www.youtube.com/watch?v=IuKIh0B975Q">http://www.youtube.com/watch?v=IuKIh0B975Q</a></p>
<p>—<br>
Penerjemah: Yulian Purnama<br>
Artikel <a href="https://muslimah.or.id/aqidah/bagaimana-batasan-syirik-asghar-itu.html" class="broken_link">Muslimah.Or.Id</a></p>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 