
<p>Sunnah yang suci telah memberikan petunjuk bahwa seorang wanita boleh memberikan salam kepada pria jika ia yakin <strong>tidak akan menimbulkan fitnah</strong>.</p>
<p>Dari Ummu Hani binti Abu Thalib –<em>radhiyallāhu ‘anhā</em>– , ia berkata: “Saya pergi menemui Rasulullah <em>Shallāllāhu ‘alaihi wa sallam</em> pada tahun penaklukan Makkah. Saya menemui beliau ketika akan mandi, sedangkan Fatimah, putrinya menutupinya. Saya mengucapkan salam pada beliau. Beliau bertanya: “Siapa?” Saya menjawab: “Saya, Ummu Hani binti Abu Thalib.” Rasul menjawab: “Selamat datang Ummu Hani.” Ketika beliau selesai mandi, beliau berdiri dan menunaikan shalat sebanyak delapan rakaat dengan mengenakan satu pakaian. Ketika beliau telah usai menunaikan shalat, saya bertanya: “Ya Rasulullah! Saudaraku telah membunuh seorang pria yang saya serahkan perlindungannya pada Fulan bin Hurairah.” Rasulullah <em>Shallāllāhu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda: “Kami telah memberikan perlindungan orang yang telah engkau serahkan perlindungannya, wahai Ummu Hani.” <strong>[1]</strong></p>
<p>Terdapat sebuah hadis dhaif yang melarang wanita untuk memberi salam kepada pria. Akan kami sebutkan agar dijadikan peringatan.</p>
<p>Hadis ini adalah hadis Watsilah, diriwayatkan secara marfu’: <em>“Kaum pria boleh memberikan salam kepada wanita. Kaum wanita tidak boleh memberikan salam kepada pria.”</em><strong>[2]</strong></p>
<p>Al-Hafizh Ibnu Hajar di dalam <strong><em>Al-Fath </em></strong>(XI/36) berkata: “Sanad hadis ini lemah.”</p>
<p>Berangkat dari pemahaman di atas, maka seorang wanita juga boleh menjawab salam seorang pria. Allah –<em>Subhānahu wa Ta’ālā</em>– berfirman:</p>
<p style="text-align: right;">وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا</p>
<p><em> “Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, Maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.” </em>(Q.S An Nisa’:86)</p>
<p>Dari Abu Hazm Syaqiq bin Salamah-, ia berkata: “Dulu, kami setiap hari Jumat selalu merasa senang. Saya bertanya kepada Sahl: “Mengapa?” Dia menjawab: “Kami memiliki kenalan seorang nenek tua yang sering memberi kami kurma Madinah. Dia mengambil kurma itu dari pokoknya. Kemudian kurma tersebut diletakkan di dalam panci dan dia menggiling biji-bijian dari gandum. Jika kami telah usai menunaikan shalat Jumat, kami berangkat ke rumahnya dan memberikan salam padanya. Nenek itu memberikan kami kurma dan biji-bijian yang telah digiling. Karena itulah, kami merasa senang. Tidaklah kami tidur sejenak dan makan siang kecuali setelah menunaikan shalat Jumat.”<strong>[3]</strong></p>
<p>Dari ‘Aisyah –<em>radhiyallāhu ‘anhā</em>–, ia berkata: “Rasulullah <em>Shallāllāhu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda: ‘<em>Wahai ‘Aisyah! Ini malaikat Jibril, dia mengucapkan salam padamu.”</em></p>
<p>‘Aisyah berkata: “Saya berkata: ‘<em>Wa ‘alaihissalām wa rahmatullāh</em>, Engkau melihat apa yang tidak dapat kami lihat.”<strong>[4]</strong></p>
<p>Imam Al-Bukhari di dalam kitab Shahihnya mencantumkan kedua hadis di atas ini di dalam bab: “<em>Hukum Lelaki Mengucapkan Salam kepada Wanita dan Wanita Mengucapkan kepada Lelaki.</em>”</p>
<p>Al-Hafizh di dalam <strong><em>Al-Fath</em> </strong>(XI/36) berkata: “<u>Yang dimaksudkan, boleh seorang wanita mengucapkan salam kepada pria, <strong>jika tidak terdapat fitnah</strong></u>.”</p>
<p>————————————————————————————–</p>
<p><sup>[1] </sup>HR. Muttafaq ‘alaih</p>
<p><sup>[2] </sup>Hadits ini disandarkan oleh Ibnu Hajar di dalam <strong><em>Al-Fath</em></strong> (XI/36) kepada Abu Nu’aim di dalam “<strong><em>Amalul Yaum wal Lailah</em></strong>.”</p>
<p><sup>[3] </sup>HR. Muttafaq ‘alaih</p>
<p><sup>[4] </sup>Muttafaq ‘alaih</p>
<p> </p>
<p>Diketik ulang dari buku <em>“30 Keringanan Syari’at bagi Wanita”</em> karya Amru bin Abdul Mun’im bin Salim</p>
<p>Artikel muslimah.or.id</p>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 