
<p><span style="font-weight: 400;">Tulisan ini disarikan dari karya</span> <span style="font-weight: 400;">Prof. DR. Syaikh ‘Abdur Razz</span><span style="font-weight: 400;">ā</span><span style="font-weight: 400;">q bin ‘Abdil Mu</span><span style="font-weight: 400;">ḥ</span><span style="font-weight: 400;">sin Al-Badr yang berjudul </span><i><span style="font-weight: 400;">Kaifa tak</span></i><i><span style="font-weight: 400;">ū</span></i><i><span style="font-weight: 400;">nu mift</span></i><i><span style="font-weight: 400;">āḥ</span></i><i><span style="font-weight: 400;">an lilkhair </span></i><span style="font-weight: 400;">(Bagaimana menjadi pembuka pintu kebaikan),</span> <span style="font-weight: 400;">dengan sedikit penambahan. Semoga Allah menjadikan tulisan ini bermanfaat besar bagi diri penulis, keluarga dan para pembacanya. </span></p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Pembuka Pintu Kebaikan dan Penutup Pintu Keburukan</b></span></h4>
<p><span style="font-weight: 400;">Suatu saat Anas bin Malik </span><i><span style="font-weight: 400;">ra</span></i><i><span style="font-weight: 400;">ḍ</span></i><i><span style="font-weight: 400;">iyall</span></i><i><span style="font-weight: 400;">ā</span></i><i><span style="font-weight: 400;">hu‘anhu </span></i><span style="font-weight: 400;">meriwayatkan sebuah hadis dari rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">ṣ</span></i><i><span style="font-weight: 400;">allall</span></i><i><span style="font-weight: 400;">ā</span></i><i><span style="font-weight: 400;">hu‘alaihi wa sallam, </span></i><span style="font-weight: 400;">bahwa beliau bersabda,</span></p>
<p style="text-align: right;">إِنَّ مِنْ النَّاسِ ناسا مَفَاتِيحَ لِلْخَيْرِ مَغَالِيقَ لِلشَّرِّ ، وَ إِنَّ مِنْ النَّاسِ ناسا مَفَاتِيحَ لِلشَّرِّ مَغَالِيقَ لِلْخَيْرِ ، فَطُوبَى لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مفتاحَ الْخَيْرِ عَلَى يَدَيْهِ ، وَوَيْلٌ لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ  مفتاحَ الشَّرِّ عَلَى يَدَيْهِ</p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Sesungguhnya diantara manusia, ada orang yang menjadi pembuka pintu kebaikan dan penutup pintu keburukan, namun ada juga orang yang menjadi pembuka pintu keburukan dan penutup pintu kebaikan. Maka berbahagialah orang-orang yang Allah jadikan kunci kebaikan ada pada kedua tangannya. Dan celakalah orang-orang yang Allah jadikan kunci keburukan ada pada kedua tangannya”</span></i><span style="font-weight: 400;"> (HR Ibnu Majah, dan selainnya, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Terdapat banyak hadis yang semakna dengan hadis yang agung ini. Hadis-hadis tersebut mendukung kandungannya, dan menguatkan maknanya, diantaranya adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dalam sunannya. Diriwayatkan dari Abu Hurairah </span><i><span style="font-weight: 400;">ra</span></i><i><span style="font-weight: 400;">ḍ</span></i><i><span style="font-weight: 400;">iyall</span></i><i><span style="font-weight: 400;">ā</span></i><i><span style="font-weight: 400;">hu‘anhu</span></i><span style="font-weight: 400;"> bahwa Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">ṣ</span></i><i><span style="font-weight: 400;">allall</span></i><i><span style="font-weight: 400;">ā</span></i><i><span style="font-weight: 400;">hu‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> melewati beberapa orang yang sedang duduk-duduk, kemudian beliau bersabda:</span></p>
<p style="text-align: right;">أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِخَيْرِكُمْ مِنْ شَرِّكُمْ</p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang orang yang terbaik diantara kalian, yang terbedakan dengan orang yang terburuk diantara kalian?”.</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Terdiamlah mereka, lalu Nabi bertanya dengan pertanyaan itu tiga kali, lalu mereka berkata, </span><i><span style="font-weight: 400;">“Ya, kami mau wahai rasulullah. Beritahukanlah kepada kami tentang orang yang terbaik diantara kami, yang terbedakan dengan orang yang terburuk diantara kami”.</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selanjutnya beliau </span><i><span style="font-weight: 400;">ṣ</span></i><i><span style="font-weight: 400;">allall</span></i><i><span style="font-weight: 400;">ā</span></i><i><span style="font-weight: 400;">hu‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">bersabda,</span></p>
<p style="text-align: right;">خَيْرُكُمْ مَنْ يُرْجَى خَيْرُهُ وَيُؤْمَنُ شَرُّهُ وشركم من لا يرجى خيره ولا يؤمن شره</p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Sebaik-sebaik kalian adalah orang yang diharapkan kebaikannya dan (orang lain merasa) aman dari keburukannya. Dan seburuk-buruk kalian adalah orang yang tidak diharapkan kebaikannya dan (orang lain tidak merasa) aman dari keburukannya” </span></i><span style="font-weight: 400;">(HR. At-Tirmidzi dan selainnya,dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Tentulah seorang muslim yang baik, ketika membaca kedua hadis di atas dan hadis-hadis yang semisalnya, sangatlah menginginkan dirinya menjadi pembuka pintu kebaikan dan penutup pintu keburukan. Ia menginginkan dirinya termasuk orang yang mendapatkan kebahagiaan dan kehidupan yang baik.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dirinyapun tidak suka kalau menjadi pembuka pintu keburukan dan penutup pintu kebaikan, sehingga mendapatkan celaka, kerugian besar, kebinasaan, serta iapun terancam siksa yang keras karenanya.</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;"><br>
***</span></p>
<p><b>Referensi</b></p>
<ol>
<li>
<span style="font-weight: 400;"> Prof. DR. Syaikh Abdur Razzaq bin Abdil Muhsin Al-Badr </span><i><span style="font-weight: 400;">hafizhahullah </span></i><span style="font-weight: 400;">yang berjudul : </span><i><span style="font-weight: 400;">“Kaifa takunu miftahan lilkhoir”.</span></i>
</li>
<li>
<span style="font-weight: 400;">Halaman web: </span><span style="font-weight: 400;"><a href="https://muslim.or.id/8144-apakah-anda-termasuk-sebaik-baik-manusia.html">https://muslim.or.id/8144-apakah-anda-termasuk-sebaik-baik-manusia.html</a></span>
</li>
<li>Halaman web: <a href="https://muslim.or.id/14344-jadilah-kunci-kebaikan.html">https://muslim.or.id/14344-jadilah-kunci-kebaikan.html</a>
</li>
</ol>
<p>Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah</p>
<p>Artikel Muslim.or.id</p>
[serialposts]
 