
<h2><span style="font-weight: 400;">Bahaya Zina</span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Ibnu Abbas, seorang shahabat Nabi mengatakan,</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;"> </span><span style="font-weight: 400;">ما من عبد يزني إلا نزع الله منه نور الإيمان</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Tidak ada seorang pun yang berbuat zina kecuali Allah cabut cahaya iman dari dirinya.” (Fathul Bari 12/60) </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Dalam hati orang yang beriman terdapat cahaya iman. Zina memadamkan cahaya iman ini.”</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Manakala cahaya iman itu padam, hati tidak lagi bisa melihat jeleknya zina dan hubungan dengan lawan jenis.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;"> </span><span style="font-weight: 400;">Bahkan buruknya zina di matanya berubah menjadi indah dengan kedok cinta, kasih sayang dan perhatian.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;"> </span><span style="font-weight: 400;">Karena padamnya cahaya iman orang yang terjerumus zina itu sulit untuk sadar dan insyaf. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Oleh karena itu dalam al Quran zina itu disebut jalan hidup yang buruk.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Hal ini untuk menunjukkan betapa sulitnya bertaubat dari zina. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sekalipun sadar kalo zina itu jelek pelaku zina sulit sekali untuk memutuskan hubungan dengan pasangan zina karena zina itu jalan hidup. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Padahal indikator utama taubat dari zina adalah memutus hubungan dengan pasangan zinanya.</span></p>
<p><strong>Penulis: Ustadz Aris Munandar, S.S., M.P.I.</strong></p>
 