
<h3 lang="en-US" style="text-align: center;" align="LEFT"><span style="color: #000000;">Menyoal Solusi Problematika Umat</span></h3>
<p lang="en-US" align="LEFT"><span style="color: #000000;"><i>Bismillah walhamdulillah wash shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du :</i></span></p>
<h4 align="LEFT"><span style="color: #000000;"><b><span style="color: #ff0000;">Fenomena pahit</span> </b></span></h4>
<p align="LEFT"><span style="color: #000000;">Ingatlah wahai saudaraku, d<span lang="en-US">akwah para Nabi </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>‘alaihimush shalatu was salam </i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">berdiri di atas pilar-pilar yang kokoh, jika salah satu pilar tersebut tidak ada , maka tidaklah sebuah dakwah dikatakan sebagai dakwah yang benar dan tidak akan membuahkan buah yang diharapkan dengan sempurna, walaupun dikerahkan berbagai daya upaya dan dihabiskan waktu yang lama untuk dakwah tersebut, sebagaimana hal ini terjadi dalam kenyataan, banyaknya gerakan dakwah masa kini, yang dakwah mereka tidak terbangun di atas pilar-pilar dakwah para Nabi </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>‘alaihimush shalatu was salam </i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">tersebut.</span></span></p>
<p align="LEFT"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Sejak dahulu, ulama telah memperingatkan adanya jama’ah dakwah yang memiliki manhaj (metode) dakwah yang menyelisihi manhaj dakwah para Rasul </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam. </i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">B</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">erkata salah seorang ulama dan mufti senior, Syaikh Shaleh Al-Fauzan </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>hafizhahullah</i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"> :</span></span></p>
<p align="LEFT"><span style="color: #000000;">“</span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Dan sesungguhnya gerakan dakwah apapun, yang tidak tegak di atas beberapa asas dakwah ini (yaitu: beberapa pilar dakwah yang telah disebutkan sebelumnya oleh beliau, silahkan baca: <em>Pilar-Pilar Dakwah Para Nabi ‘alaihimus salam dalam Menyelesaikan Problematika Umat</em> 1-4, pent)</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">, </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">dan manhaj (metodologi) gerakan dakwah tersebut tidak berdiri di atas manhaj para Rasul, maka tidak akan membuahkan hasil, malah pudar dan hanya akan menghasilkan kepayahan tanpa faedah yang berarti.</span></span></p>
<p lang="en-US" align="LEFT"><span style="color: #000000;">Bukti paling baik yang menunjukkan benarnya pernyataan di atas adalah adanya beberapa jama’ah dakwah zaman ini yang mencanangkan manhaj dakwah yang berbeda dengan manhaj para Rasul, beberapa jama’ah dakwah tersebut -kecuali sedikit diantara mereka- telah menutup perhatian sisi (yang paling mendasar, yaitu) aqidah (Tauhid), hingga akibatnya mereka berdakwah dengan berkutat pada perbaikan sisi-sisi lainnya (sementara sisi aqidah/Tauhid tidak mendapatkan perhatian besar,pent).</span></p>
<p align="LEFT"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">(Misalnya) Kelompok dakwah yang gerakan dakwahnya memperbaiki hukum dan politik, serta menuntut penegakan hukum-hukum Syar’i dan penerapan Syari’at yang terkait dengan masalah mu’amalah antar manusia, ini memang persoalan yang penting (untuk diperjuangkan), namun </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><b>bukanlah sisi yang terpenting</b></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">” (</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>Manhajul Anbiya’ fid Da’wah ilallah,</i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"> Syaikh Rabii’ Al-Madkhali</span></span><span style="color: #000000;"><i>, </i></span><span style="color: #000000;">pada bagian muqodimah, hal.9)</span><span style="color: #000000;"><i>.</i></span></p>
<h4 align="LEFT"><span style="color: #000000;"><b><span style="color: #ff0000;">Beberapa bentuk aktivitas dakwah dalam menyelesaikan problematika umat</span> </b></span></h4>
<p align="LEFT"><span style="color: #000000;">Syaikh Rabii’ Al-Madkhali </span><span style="color: #000000;"><i>hafizhahullah </i></span><span style="color: #000000;">menyebutkan dalam kitab di atas beberapa corak dakwah yang terpenting untuk dibahas, guna menangani problematika umat ini.</span></p>
<p align="LEFT"><span style="color: #000000;">Beberapa bentuk aktivitas dakwah tersebut</span><span style="color: #000000;"> adalah sebagai berikut:</span></p>
<p align="LEFT"><span style="color: #000000;"><b>Pertama, </b></span><span style="color: #000000;">jama’ah (baca: kelompok) yang mengambil manhaj para Rasul dalam aqidah </span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">(Tauhid)</span></span><span style="color: #000000;">, ibadah dan dakwah, berpegang teguh dengan Kitab Rabb mereka serta Sunnah Nabi mereka. Mereka pun meniti jalan Salafus Shaleh dalam aqidah, dakwah dan ibadah mereka.</span></p>
<p align="LEFT"><span style="color: #000000;">Inilah jalur yang wajib kaum muslimin lalui, dalam rangka melaksanakan firman Allah </span><span style="color: #000000;"><i>Ta’ala </i></span><span style="color: #000000;">:</span></p>
<p class="arab" dir="RTL" align="RIGHT">وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا</p>
<p align="LEFT"><span style="color: #000000;"><i>“Dan berpeganglah kalian semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai berai”. (</i></span><span style="color: #000000;">Ali ‘Imraan: 103).</span></p>
<p align="LEFT"><span style="color: #000000;">Allah meridhoi mereka (kelompok ini), karena -dengan taufik Allah- mereka mengerahkan segala daya upaya agar sesuai dengan manhaj yang benar, baik dalam hal ilmu (keyakinan), amal maupun dakwah, merekapun bersabar di atas jalan yang benar, sehingga menuai hasil yang diharapkan, berupa kemuliaan, kejayaan dan kebahagiaan umat ini.</span></p>
<p align="LEFT"><span style="color: #000000;"><b>Kedua, </b></span><span style="color: #000000;">jama’ah yang memberikan perhatian besar terhadap sebagian amal shaleh, namun terpengaruh oleh aliran tarekat sufiyyah yang menggoncangkan aqidah (Tauhid) sekian banyak pengikutnya dan terdapat beberapa pelanggaran dalam masalah aqidah </span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">(Tauhid) </span></span><span style="color: #000000;">dan ibadah mereka.</span></p>
<p align="LEFT"><span style="color: #000000;"><b>Ketiga,</b></span><span style="color: #000000;"> jama’ah </span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">yang memberikan perhatian besar terhadap masalah politik, ekonomi dan sosial kemasyarakatan agar sesuai dengan ajaran Islam. Perhatian besar mereka ini nampak dalam tulisan-tulisan, mimbar-mimbar dan universitas-universitas mereka. Mereka pun juga berupaya besar menegakkan pemerintahan Islami dan berhukum dengan hukum Allah. </span></span></p>
<p align="LEFT"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Dalam bidang perekonomian Islam pun mereka juga memberikan perhatian yang besar. Mereka mengerahkan usaha keras untuk mewujudkan semua ini. Sebenarnya perhatian mereka yang besar dalam bidang perekonomian Islam ini merupakan suatu yang patut disyukuri dan sebagian usaha mereka merupakan perkara yang bermanfa’at bagi umat ini, khususnya pada saat-saat ini. Namun yang harus dikritisi gerakan dakwah ini adalah bersamaan dengan semua itu, Keteledoran mereka dalam masalah aqidah </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">(Tauhid) sangat nampak jelas</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">. Kalaulah seandainya mereka juga mengerahkan kekuatan yang maksimal untuk memberikan perhatian yang besar terhadap perbaikan aqidah sesuai dengan manhaj para Nabi dalam memberantas kesyirikan, kebid’ahan, khurafat dan keyakinan-keyakinan yang batil, tentulah mereka telah ikut andil besar bagi kejayaan Islam dan muslimin.</span></span></p>
<p align="LEFT"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Dan tentulah mereka dikatakan telah memasuki “rumah melalui pintunya”, maksudnya mereka berdakwah dan memperbaiki umat dengan manhaj (metodologi) yang benar sesuai dengan manhaj para Nabi </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>‘alaihimush shalatu was salam. </i>(</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Diringkas dari : </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>Manhajul Anbiya’ fid Da’wah ilallah,</i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"> Syaikh Rabii’ Al-Madkhali,hal.</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">135-137).</span></span></p>
<h4 lang="en-US" align="LEFT"><span style="color: #ff0000;"><b>Renungan sejenak sebelum rincian penjelasan</b></span></h4>
<p align="LEFT"><span style="color: #000000;">Beberapa seri artikel ini, hakekatnya sebagai usaha para ulama kita </span><span style="color: #000000;"><i>rahimahumullah </i></span><span style="color: #000000;">dalam menunjukkan solusi bagi problematika umat ini, sekaligus merupakan be</span><span style="color: #000000;">ntuk nasehat dari ulama kita khususnya bagi para da’i –</span><span style="color: #000000;"><i>jazahumullahu khaira- </i></span><span style="color: #000000;">yang telah menghabiskan umurnya guna menyelesaikan problematika umat ini. </span></p>
<p align="LEFT"><span style="color: #000000;">Dan sesungguhnya para ulama sekarang menyampaikan nasehat ini, karena </span><span style="color: #000000;">bertolak dari tugas dan tanggung jawab yang besar mereka di hadapan Allah untuk menjelaskan agama Islam ini kepada manusia, Allah </span><span style="color: #000000;"><i>‘azza wa jalla</i></span><span style="color: #000000;"> berfirman,</span></p>
<p class="arab" dir="RTL" align="RIGHT">وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَتُبَيِّنُنَّهُ لِلنَّاسِ وَلَا تَكْتُمُونَهُ</p>
<p align="LEFT"><span style="color: #000000;"><i>“Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi Kitab (yaitu): “Hendaklah kalian menerangkan isi Kitab itu kepada manusia, dan jangan kalian menyembunyikannya”</i></span> <span style="color: #000000;"><span lang="en-US">(</span></span><span style="color: #000000;">Ali ‘Imraan: 187)</span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">.</span></span></p>
<p align="LEFT"><span style="color: #000000;">Disamping juga, sebagai bentuk menteladani para ulama dan da’i umat ini yang tulus ikhlas menasehati umat Islam, dari semenjak kurun para sahabat </span><span style="color: #000000;"><i>radhiyallahu ‘anhum</i></span><span style="color: #000000;"> hingga para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah</span><i> </i><span style="color: #000000;">zaman sekarang </span><span style="color: #000000;"><i>rahimahumullah </i></span><span style="color: #000000;">yang mendahului mereka dalam menyayangi dan menasehati umat ini</span><span style="color: #000000;"><i>.</i></span></p>
<p align="LEFT"><span style="color: #000000;">Oleh karena itu, selayaknyalah bagi para aktivis dakwah yang bersentuhan langsung dengan masalah ini, berlapang dada dan </span><span style="color: #000000;"><i>berhusnuzh zhan </i></span><span style="color: #000000;">(berprasangka baik) kepada saudaranya yang menasehati mereka, serta membuka selebar-lebarnya pintu hatinya untuk menerima kritikan ilmiyyah, demi meraih keridhoan <em>Rabbul ‘alamin</em>, sebagaimana Rasulullah </span><span style="color: #000000;"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i></span><span style="color: #000000;">mengajarkan kepada kita bagaimana berlapang dada menerima kebenaran. (</span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Diringkas dari </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">: </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>Manhajul Anbiya’ fid Da’wah ilallah,</i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"> Syaikh Rabii’ Al-Madkhali, hal.</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">137-138).</span></span></p>
<p align="LEFT"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Sobat,bukankah di dalam surat An-Naml, Nabi Sulaiman </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>‘alaihis salam </i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">juga menerima alasan ilmiyyah seekor burung Al-Hud-hud?</span></span></p>
<p align="LEFT"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Ini adalah artikel bagian pertama, yang berisikan pengantar untuk memasuki penjelasan berikutnya (pada artikel ke-2) tentang “Bukti-bukti benarnya pernyataan tentang </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">adanya jama’ah dakwah yang memiliki manhaj (metode) dakwah yang menyelisihi manhaj dakwah para Rasul </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"> ”. </span></span></p>
<p align="LEFT"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Dan sekilas akan dijelaskan pula apa makna </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>Khilafah Islamiyyah </i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">itu</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>. </i></span></span><span style="color: #000000;">Silahkan baca selengkapnya di : <a href="https://muslim.or.id/25542-benarkah-khilafah-islamiyyah-adalah-tujuan-2.html" target="_blank" rel="noopener">Benarkah Khilafah Islamiyyah Adalah Tujuan? (2)</a>.</span></p>
<p align="LEFT">***</p>
<p align="LEFT">Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah</p>
<p align="LEFT">Artikel Muslim.Or.Id</p>
 