
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Saya ibu rumah tangga dari Yogyakarta, tolong jelaskan maksud hadits Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> sebagai berikut:<br>
“Aku dilarang membaca Al Quran ketika rukuk dan sujud”, sementara dalam sujud kita diperintahkan memperbanyak doa, karena saat itu adalah saat manusia/hamba paling dekat dengan Rabbnya, padahal doa-doa yang kita baca kan semua berasal dari Al-Qur’an.</p>
<p>Demikian pertanyaan saya, terima kasih</p>
<p>(Bq Anie Martiana, Yogyakarta)</p>
<p><!--more--><strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em> Alhamdulillah wahdah, washshalaatu wassalaamu ‘alaa rasuulillah wa aalihi wa shahbihii ajma’iin.</em></p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">وإني نهيت أن أقرأ القرآن راكعا أو ساجدا فأما الركوع فعظموا فيه الرب عز و جل وأما السجود فاجتهدوا في الدعاء فقمن أن يستجاب لكم</p>
<p><em>“Dan aku dilarang membaca Al-Quran ketika ruku’ dan sujud. Adapun ketika ruku’ maka hendaklah kalian mengagungkan Rabb ‘azza wa jalla, dan ketika sujud maka hendaklah kalian bersungguh-sungguh dalam berdoa karena yang demikian lebih berhak/pantas dikabulkan doa kalian.”</em> (HR. Muslim, dari Ibnu ‘Abbaas <em>radhiyallahu ‘anhuma</em>)</p>
<p>Jumhur ulama berpendapat bahwa larangan disini bersifat makruh (Lihat <em>Al-Mughny</em> 2/181, dan <em>Al-Majmu’</em> 3/411)</p>
<p>Berkata Az-Zaila’iy Al-Hanafy:</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">ويكره قراءة القرآن في الركوع والسجود والتشهد بإجماع الأئمة الأربعة</p>
<p><em>“Dan makruh membaca Al-Quran ketika ruku’, sujud, dan tasyahhud dengan kesepakatan imam yang empat.”</em> (<em>Tabyiinul Haqaiq Syarh Kanzi Ad-Daqaa’iq</em> 1/115)</p>
<p>Dengan demikian, hukum seseorang membaca doa dari Al-Quran dalam sujud adalah kembali kepada niatnya, apabila dia membacanya dengan niat membaca Al-Quran maka hukumnya makruh dan apabila niatnya adalah berdoa saja maka diperbolehkan. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل امرء ما نوى</p>
<p><em> “Sesungguhnya amalan-amalan itu dengan niat, dan bagi seseorang apa yang dia niatkan.”</em> (Muttafaqun ‘alaihi)</p>
<p>Berkata Az-Zarkasyi <em>rahimahullahu</em>:</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">وَمَحَلُّ كَرَاهَتِهَا إذَا قَصَدَ بِهَا الْقِرَاءَةَ ، فَإِنْ قَصَدَ بِهَا الدُّعَاءَ ، وَالثَّنَاءَ فَيَنْبَغِي أَنْ يَكُونَ كَمَا لَوْ قَنَتَ بِآيَةٍ مِنْ الْقُرْآنِ</p>
<p>“Dan kemakruhan membaca Al-Quran ketika sujud adalah apabila dia bermaksud membaca Al-Quran, adapun apabila maksudnya adalah berdoa dan pujian maka itu seperti orang yang qunut ketika shalat dengan membaca sebuah ayat dari Al-Quran.” (<em>Asnaa Al-Mathaalib fii Syarhi Raudhi Ath-Thalib-Zakariya Al-Anshary</em> 1/157 )</p>
<p>Komite Tetap untuk Fatwa dan Riset Ilmiyyah Saudi Arabia pernah ditanya tentang pertanyaan semakna dan mengatakan:</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">لا بأس بذلك إذا أتى بها على وجه الدعاء لا على وجه التلاوة للقرآن</p>
<p>“Tidak mengapa yang demikian (berdoa dengan doa dari Al-Quran ketika sujud) apabila membacanya dengan niat berdoa, bukan karena membaca Al-Quran.” (<em>Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah</em> 6/441 , ditandatangani oleh Syeikh Abdul ‘Aziz bin Baz, Syeikh Abdurrazzaq ‘Afifi, Syeikh Abdullah bin Qu’ud, dan Syeikh Abdullah bin Ghudayyaan)</p>
<p>Perlu diketahui oleh penanya bahwa tidak semua doa yang kita baca berasal dari Al-Quran.</p>
<p>Wallahu ta’aalaa a’lam.</p>
<p>Ustadz Abdullah Roy, Lc.</p>
<p>Sumber: <a title="tanyajawabagamaislam.blogspot.com" href="http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com" target="_blank">tanyajawabagamaislam.blogspot.com</a></p>
<p>Dipublikasikan oleh: <a title="KonsultasiSyariah.Com" href="https://konsultasisyariah.com" target="_blank">KonsultasiSyariah.Com</a></p>
 