
<h2>Berdzikir atau Membaca Alquran Ketika Junub</h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong><br>
Assalamu’alaikum</p>
<p>Ustadz, bolehkah seseorang yang dalam keadaan junub melakukan dzikir-dzikir biasa atau membaca Alquran? Mohon beserta dalil-dalilnya.</p>
<p>Jazakallahu khoir<br>
Dari: Ibnu Hari<br>
<!--more--><br>
<strong>Jawaban:</strong><br>
Dibolehkan bagi orang yang junub untuk membaca dzikir atau bahkan membaca Alquran. Imam Al-Bukhari mengatakan dalam shahihnya,</p>
<p class="arab">وَلَمْ يَرَ ابْنُ عَبَّاسٍ بِالْقِرَاءَةِ لِلْجُنُبِ بَأْسًا . وَكَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يَذْكُرُ اللَّهَ عَلَى كُلِّ أَحْيَانِهِ</p>
<p>“Ibnu Abbas berpendapat bolehnya membaca Alquran bagi orang yang junub. Dan Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> berdzikir kepada Allah dalam setiap kesempatan waktunya.” (<em>Shahih Bukhari</em>, di bawah judul bab: Wanita Haid Menyelesaikan Semua Kegiatan Manasiknya).</p>
<p>Kemudian disebutkan dalam hadis Aisyah <em>radhiallahu ‘anha</em>, beliau menceritakan,</p>
<p class="arab">كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَذْكُرُ اللَّهَ عَلَى كُلِّ أَحْيَانِهِ</p>
<p>“Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> berdzikir kepada Allah dalam setiap kesempatan waktunya.” (HR. Muslim)</p>
<p>Hadis ini mencakup umum, sehingga termasuk membaca dzikir yang paling utama, yaitu membaca Alquran.</p>
<p>Ibnu Rajab mengatakan,</p>
<p class="arab">أما ابن عباس ، فقد حَكى عنه جواز القرآن للجُنب غيرُ واحِد</p>
<p>“Terkait Ibnu Abbas, diriwayatkan dari beliau tentang bolehnya membaca Alquran bagi orang yang junub, lebih dari satu riwayat.”</p>
<p>Ibnul Mundzir mengatakan,</p>
<p class="arab">روينا عن ابن عباس أنه كانَ يقرأ وِرْدهُ وهو جنب ، ورخّص عكرمة وابن المسيب في قراءته  وقال ابن المسيب : أليس في جَوفِـه ؟</p>
<p>“Kami mendapat riwayat dari Ibnu Abbas, bahwa beliau membaca wiridnya (sebelum tidur <em>pen.</em>) ketika sedang junub. Ikrimah dan Ibnul Musayyib memberi keringanan membaca Alquran ketika junub. Ibnul Musayyib mengatakan, ‘Bukankah hafalan Alquran itu ada di dalam tubuhnya’.”</p>
<p>Demikian pula pendapat yang dipilih oleh Nafi’ bin Jubair bin Muth’im. Terkait membaca Alquran dalam kondisi tidak suci, beliau mengatakan,</p>
<p class="arab">لا بأس به ، أليس القرآن في جَوفِـه ؟</p>
<p>“Tidak masalah, bukankah Alquran ada di dalam tubuhnya.”</p>
<p>Demikian keterangan Syaikh Abdurrahman As-Suhaim. Beliau adalah anggota Lembaga Dakwah dan Bimbingan Masyarakat di Riyadh.</p>
<p><strong>Catatan:</strong><br>
Keterangan di atas hanya membolehkan membaca Alquran bukan menyentuh Alquran. Orang yang sedang dalam hadas besar, boleh membaca Alquran dengan hafalannya, tanpa menyentuh Alquran.<br>
<em>Allahu a’lam</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)</strong><br>
<strong> Artikel <a href="https://konsultasisyariah.com/berdzikir-ketika-junub" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
 