
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p><em>Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh</em>, Pak Ustadz, Bagaimana dengan infak kepada orang tua atau orang yang menjadi tanggungan kita? <em>Jazakumullahu khairan katsira.</em></p>
<p><em>Herbono Utomo (herbono**@***.com)</em><br>
<!--more--><br>
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em>Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh.</em></p>
<p><strong>Diperbolehkan</strong> memberikan uang atau harta yang lainnya kepada orang lain yang menjadi tanggungan kita, <strong>selama itu bukan zakat</strong>, baik kepada orang tua maupun kerabat dekat. Bahkan, Allah memerintahkan bahwa ketika orang berinfak hendaknya mendahulukan orang tua. Allah berfirman,</p>
<p style="text-align: right;"><strong>يَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ قُلْ مَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ</strong></p>
<p>“<em>Mereka bertanya kepadamu tentang harta yang mereka infakkan. Katakanlah, ‘Harta yang kalian infakkan hendaknya diberikan kepada orang tua, para kerabat, anak yatim, orang miskin, dan <em>ibnu sabil</em>. Semua perbuatan baik yang kalian lakukan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.</em>‘” (Q.S. Al-Baqarah:215)</p>
<p>Maksud lafal “Allah Maha Mengetahuinya” adalah ‘Allah akan membalasnya, dengan balasan terbaik’.</p>
<p><em>Allahu a’lam.</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah).</strong><br>
<strong>Artikel <a href="https://konsultasisyariah.com/" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
 