
<p><strong style="color: #ff0000; font-size: small;">Jum’at, 20 Muharram 1433 (16 Desember 2011)</strong></p>
<p><span style="font-size: small; color: #0000ff;"><strong>Pukul 07.30</strong></span></p>
<p><span style="font-size: small;">Telah sampai berita kepada kami bahwasanya Syaikh Qarhaz bin Mahdy Al-Qarhazah, Syaikh ‘Auran, salah satu Masyaikh Wada’ah, telah wafat pada lusa kemarin, karena luka yang diderita beliau sejak dua hari yang lalu di rumah sakit As-salam di Sha’dah, demikian juga anak saudaranya juga terluka dan dalam kondisi yang sangat berbahaya.</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Blokade terus berjalan, tembakan dan bombardir masih terus berlangsung dengan senapan anti pesawat kaliber 37 mm bahkan sangat dahsyat sekali dengan sasaran masjid, kamar mandi dan WC terutama pada saat khutbah dan shalat jum’at. Juga tembakan mortar dengan sasaran gunung Al-Barraqah dan madrasah. Tercatat tiga orang terkena tembakan dan peluru mortar. Telah meninggal Al-Akh Abu Hafsh Al-‘Iraqy terkena pecahan mortar. Juga telah tertembak Al-Akh ‘Adil Mujahid Al-Laum Al-Wada’i dan beliau sedang berwudhu’ untuk shalat Magrib -semoga Allah menerimanya sebagai Syuhada’-posisi beliau sedang berjaga-jaga di Madrasah. Hari kemarin juga telah tertembak salah seorang pelajar dari propinsi Al-Ibb, dan beliau sedang berjaga-berjaga di gunung Al-Barraqah. Juga telah wafat Al-Akh Munir Khairullah karena lukanya yang telah beliau derita dari beberapa waktu yang lalu, semoga Allah menerimanya sebagai Syuhada’.</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Pagi hari, setelah shalat fajar telah dikebumikan lima orang Syuhada’ (<em>insya Allah</em>) yang telah meninggal beberapa waktu yang lalu, diataranya adalah :</span></p>
<ol>
<li><span style="font-size: small;">Al-Akh Munir bin Qoid Al-Ibb, terkena pecahan mortar di wajah dan punggungnya, dua hari yang lalu dan dalam keadaan pingsan, meninggal hari kemari.</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Al-Akh Adil bin Mujahid Al-Laum, termasuk warga Wada’ah, ditembak oleh <em>sniper</em> Rafidhah di madrasah, hari kemarin.</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Ibrohim Adz-Zimar, hari kemarin ditembak <em>sniper</em> Rafidhah dan beliau sedang berjaga-jaga di gunung Al-Barraqah.</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Al-Akh Mubarak dari Libia, beliau termasuk diantara Ikhwan yang terbunuh tanggal 12 Muharram, setelah pencarian yang cukup lama akhirnya ikhwah mendapatkan mayatnya di bawah Gunung Al-Barraqah.</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Al-Akh Ahmad dari Sudan, hari kemarin ditembak oleh sniper Rafidhah.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size: small;">Disana masih ada dua orang Syuhada’ (insya Allah), Abu Hafsh dari Libia yang tertembak hari ini waktu Zhuhur dan Ibrahim dari Sudan yang tertembak sore kemarin, sampai saat ini belum memungkinkan diturunkan dari Gunung Al-Barraqah.</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Hari ini, empat orang terluka di tempat yang berbeda, karena tembakan dan serangan Rafidhah.</span></p>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Di sisi lain Syaikh Yahya Al-Hajury menyampaikan pesan dengan judul : <em>Apakah hak kemanusian berhenti sampai di Dammaj?! </em>Beliau menegaskan apa yang terjadi di Dammaj, bahayanya akan merembet sampai ke rakyat Yaman secara khusus, dan jazirah Arab secara umum, juga dari generasi ke generasi, dan Negara ke Negara yang lainnya. Syaikh juga bertanya : kenapa (dunia) begitu apatisnya ? Bukankah Ahlu Sunnah berhak mendapatkan kehidupan yang aman secara bebas di Sha’dah ? beliau memberikan isyarat bahwasanya warga Dammaj tidak menuntut kecuali hak asasinya, mereka hidup disana sejak empat puluh tahun yang lalu, tidak pernah mengganggu (orang lain) dan juga tidak ada yang mengganggunya, dan seluruh penduduk Yaman menjamin bahwasanya Ahlu Sunnah tidak mengganggu seorangpun dengan keburukan.</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Berita yang datang menyebutkan pertempuran terus berlangsung di wilayah Kitaaf, antara kabilah Ahlu Sunnah yang berupaya membuka blokade di Dammaj dengan Rafidhah.</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Berita dari arah yang lain mengabarkan bahwasanya telah terbunuh dari kalangan Rafidhah sebanyak lima belas orang, ketika itu mereka merusaha menyerang pos perlidungan pasukan Ahlus Sunnah yang pada waktu itu sedang mengerjakan Shalat, tiba-tiba orang-orang Rafidhah menyerang dengan menggunakan mobil “Toqom” (mobil khusus military) secara mendadak menuju pasukan Ahlus Sunnah dan <em>Walhamdulillah</em> pasukan Ahlu Sunnah berhasil mematahkan serangan ini dan membunuh mereka.</span></li>
</ul>
<p> </p>
<p>—<br>
<span style="color: #ff0000;"> <strong style="font-size: small;">Kamis, 19 Muharram 1433 (15 Desember 2011)</strong></span></p>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Hari datang silih berganti, dan orang-orang Hutsi terus menghujani Dammaj dengan berbagai macam senjata kaliber sedang dan berat sebagai balasan dari kekalahan mereka di Kitaf. Blokade terus berlangsung, semoga Allah menjaga wali-wali-Nya dan menjadikan peluru-peluru tersebut dingin dan membawa keselamatan bagi saudara-saudara kami. Bahkan salah seorang yang memiliki keutamaan di Dammaj, menceritakan kepadaku, bahwasanya telah terjatuh tiga peluru mortar di tengah-tengah <em>ikhwah</em>, satu peluru meledak dan yang lainnya tidak meledak (<em>missfire</em>). <em>Alhamdulillah</em> tidak ada seorang pun yang terluka. Ini mencekik dan menambah kemarahan orang-orang Hutsi. </span></li>
<li><span style="font-size: small;">Dua orang anak terluka dan lukanya tidak begitu parah, salah seorang terkena di punggungnya dan kondisinya masih baik, <em>Alhamdulillah</em>.</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Jamal bin Umar, Utusan PBB datang menziarahi Sha’dah dua hari yang lalu dan bertemu dengan kepala daerah Sha’dah, Faris Mana’, juga pimpinan hutsi, Abdul-Malik Al-Hutsi -semoga Allah segera menyingkirkannya-. Mereka memperingatkan Ibnu Umar, wakil PBB tersebut, bahwasanya dia dalam keadaan bahaya kalau pergi ke Dammaj dengan memakai celana pantalon!(akhirnya membatalkan niatnya untuk mengunjungi Dammaj)</span></li>
</ul>
<p><span style="font-size: small;">Wahai hutsi ! Bukankan para wartawan datang ke Dammaj dengan memakai celana pantalon! Akan tetapi tujuan utama mereka (Rafidhah) adalah menghalang-halangi utusan PBB untuk pergi ke Dammaj dan menyaksikan kebiadaban Hutsi. Akan tetapi Allah Maha Mengetahui dan kami tidak mengeluh kecuali hanya kepada Allah Al-Wahid Al-Qahhar. Blokade akan terbuka sebagaimana yang akan engkau lihat bukan sebagaimana yang engkau dengar! Dan tembakan masih terus berlangsung sampai saat ini, semoga Allah menjaga wali-wali-Nya. Doakanlah untuk saudara-saudaramu di Dammaj dan di Wailah agar supaya Allah menolong mereka dari orang-orang Rafidhah.</span></p>
<p><span style="font-size: small;">— Dinukil berita ini oleh Al-Akh Khalid bin Muhammad Al-Ghirbany.</span></p>
<p><span style="font-size: small; color: #0000ff;"><strong>Pukul 14.30</strong></span></p>
<p><span style="font-size: small;">Serangan dan tembakan terus berlangsung dengan sengitnya, orang-orang Rafidhah menggunakan berbagai macam senjata kaliber sedang maupun berat seperti peluru mortar, meriam P10 dengan sasaran markaz dan sekitarnya. Juga asrama pelajar, gunung Al-Barraqah, dan rumah-rumah penduduk. Kelihatannya orang-orang Rafidhah memiliki gudang senjata <em>syarun</em> (yang tidak pernah habis) tembakan dan serangan sangat dahsyat sekali. Peluru mortar berjatuhan layaknya hujan karena begitu banyaknya, diperkirakan ada sekitar 120 peluru setiap harinya !</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Hari ini satu peluru mortar jatuh di pagar sebuah perkebunan dekat rumah salah satu penduduk Dammaj, sehingga melukai dua orang anak, Abdul-Karim bin Abdullah Mu’idh Al-Buny berumur 12 tahun, terluka di punggungnya, satu lagi anak pamannya, namanya Nasyir Mu’idh Al-Buny berumur 18 tahun, terluka di paha, tangan dan wajahnya akan tetapi lukanya terlihat ringan saja, <em>walhamdulillah</em>.</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Ya Dzat yang menggerakkan awan, kalahkan musuh-musuh (kami) dan hancurkan Rafidhah dan tolonglah kami dalam melawan mereka, Ya Dzat Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa! Ya Allah kami serahkan Rafidhah kepada-Mu, goncangkan bumi dibawah kaki-kaki mereka, kami serahkan mereka kepada-Mu sesungguhnya mereka tidak mampu melemahkan-MU !</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Dinukil berita ini oleh : Al- Akh Abu Abdillahi Al-Kuhlany- semoga Allah memberikan taufiq kepadanya.</span></p>
<p> </p>
<p><strong>Berita Lanjutan …</strong></p>
<p>Aku tidak tahu apa yang hendak aku tulis pada kesempatan ini !</p>
<p>Apakah aku akan mengisahkan kepada kalian dua orang yang terbunuh diantara pelajar, mereka terbunuh di Gunung Al-Barraqah dalam keadaan shalat, aku melihat salah seorang diantara keduanya tampak tersenyum dengan senyuman yang luar biasa !</p>
<p>Apakah aku akan mengisahkan kepada kalian tentang karamah-karamah yang terjadi pada ikhwah di medan perang !</p>
<p>Apakah aku akan mengisahkan kepada kalian tentang puluhan mayat-mayat Rafidhah yang berserakan di jalan-jalan, binasa, seakan-akan tangkai-tangkai pohon kurma yang berjatuhan ?</p>
<p>Apakah aku akan mengisahkan tentang berapa banyak orang-orang Rafidhah yang ditawan oleh mujahidin di medan perang ?</p>
<p>Akan tetapi aku akan kisahkan cerita dusta yang dirangkai oleh orang-orang Rafidhah dan disebarkan oleh mereka dalam penjelasan yang khusus, aku akan sampaikan kepada kalian, sehingga kalian tahu sejauh mana kedustaan orang-orang rofidhoh dalam mengelabuhi para pengikutnya.</p>
<p><strong>Isi Berita Tersebut :</strong></p>
<p>Sebagai balasan yang segera terhadap permusuhan yang dilakukan oleh kelompok (tentara) bayaran antek-antek (Negara Saudi), maka pasukan penolong Allah, (Rafidhah) telah melakukan serangan gerak cepat dan berhasil menghancurkan satu mobil yang mengangkut Takfiriyyin (orang yang suka mengkafirkan orang lain, ini tuduhan mereka) dan membunuh orang-orang yang didalamnya dan juga menghancurkan mobil yang lain menuju ke wilayah Al-Qit’ah, bagian dari kota Kitaaf. Mobil tersebut terbalik dan semua penumpangnya terbunuh, disisi lain terjadi serangan terhadap pasukan mereka (yang dimaksud adalah pasukan adalah Ahlus Sunnah) dengan peluru mortar sehingga puluhan dari mereka terbunuh dan mayat-mayat mereka masih berserakan di jalan-jalan, sebagaimana yang telah disampaikan sumber berita kami di medan perang. Di masa yang akan datang akan lebih pahit dan kelam bagi mereka, dengan ijin Allah, akan terpotong-potong leher para aggressor yang berusaha menimbulkan permusuhan di Masyareh .</p>
<p><strong>Bantahan terhadap statement Abdul-karim al-hutsy :</strong></p>
<p>Ya Abdul-Karim kalau engkau mau inspeksi ke lapangan pasti engkau akan melihat pasukanmu beserta mobil-mobilnya menjadi tawanan di tangan pasukan kabilah Ahlus Sunnah, dan bawa mayat-mayat pasukanmu di jalan, itu lebih baik bagi dirimu dari pada berdusta di hadapan orang-tua para pemuda pengikutmu. Kelihatannya wartawanmu memutar balikan fakta, atau memang engkau berkehendak menipu para pengikutmu !!?? Tidak mengapa ! Sekarang engkau hidup di alam mimpi wahai pembunuh wanita dan anak-anak !!!</p>
<p>—</p>
<p><span style="font-size: small; color: #ff0000;"><strong>Rabu, 18 Muharram 1433 (14 Desember 2011)</strong></span></p>
<p>Dengan karunia Allah, Pasukan Kabilah Ahlus Sunnah sudah berada sekitar 45 Km saja dari Dammaj, dan pertempuran terus berlangsung antara pasukan kabilah yang di ikuti pasukan ahlu sunnah yang datang dari seluruh Yaman melawan Rafidhah-semoga Allah menghancurkannya- dan mujahidin terus maju kedepan menuju ke Dammaj. Juga jebakan Rafidhah sangat banyak sekali sehingga mereka berjalan dengan penuh kehati-hatian, dan diantara mujahidin telah meninggal mati syahid (<em>insya Allah</em>) empat orang-semoga Allah merahmatinya- dan satu orang terluka-semoga Allah menyegerakan kesembuhannya-adapun di pihak Rafidhah terbunuh paling sedikit 12 orang. Itu yang tampak dihadapan <em>ikhwah</em>, yang tersembunyi lebih banyak lagi, karena Rafidhah sangat tertutup sekali dan selalu menyembunyikan kerugian mereka, baik nyawa ataupun perlengkapan perang. Supaya tidak mengoncangkan semangat pasukan mereka, yang selalu lari dan kalah berperang! Adapun di medan perang, mujahidin mendapatkan kemajuan yang sangat besar dan telah memutuskan jalan penghubung antara wilayah Kitaf dan wilayah Al-Qith’ah, dan kedua belah pihak saling menembak dengan peluru mortar. Sesuai dengan berita yang sampai kepada kami, bahwasanya pihak Mujahidin akan memulai serangan besar-besaran dan mereka meminta penduduk Kitaf untuk meninggalkan kota untuk sementara waktu, sehingga mereka dengan mudah membersihkan Rafidhah dari kota Kitaaf karena selama ini, Rafidhah menjadikan pos perlidungan mereka diantara rumah-rumah penduduk, dan menjadikan penduduk kota sebagai perisai hidup. Ini yang menjadikan pasukan Mujahidin agak terlambat dalam membersihkan kota Kitaaf dari pasukan Zindiq dan syirik.</p>
<p>— Ditulis oleh Abu Waqid Al-Qahthany.</p>
<p><span style="font-size: small; color: #0000ff;"><strong>Kesempatan Sekali Lagi Bagi Rafidhah Sebelum Waktunya Habis</strong></span></p>
<p><span style="font-size: small;">Hari telah berganti, blokade masih terus berlanjut. Tembakan pun tidak pernah berhenti, dengan berbagai macam senjata kaliber sedang dan berat, dan salah satu pelajar kami terluka karenanya, juga saudara kami, para penolong dari kabilah ahlus sunnah terus maju dan mengalahkan Rafidhah. Syaikh Yahya Al-Hajury -semoga Allah menjaganya-, para Masyaikh dan tokoh-tokoh wilayah Dammaj terus berupaya mempertahankan diri dari kekejaman orang-orang Rafidhah. Diantara statemen mereka adalah :</span></p>
<p dir="RTL" align="RIGHT"><span style="font-family: 'DejaVu Sans';"><span style="font-family: 'Traditional Arabic';"><span style="font-size: large;"><strong>الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه</strong></span></span></span><span style="font-family: 'Traditional Arabic', serif;"><span style="font-size: large;"><strong>..</strong></span></span><span style="font-family: 'DejaVu Sans';"><span style="font-family: 'Traditional Arabic';"><span style="font-size: large;"><strong>أما بعد</strong></span></span></span><span style="font-family: 'Traditional Arabic', serif;"><span style="font-size: large;"><strong>:</strong></span></span></p>
<p><span style="font-size: small;">Ini salah satu upaya perdamaian yang berulang-ulang dilakukan oleh Syaikh Yahya Al-Hajury-semoga Allah menjaganya-, para Masyaikh dan tokoh-tokoh Dammaj juga orang-orang yang loyal kepada mereka, untuk menghindari kezhaliman Rafidhah, kecuali kalau mereka (Rafidhah) hendak menarik negeri ini menuju ke peperangan antar golongan :</span></p>
<ol>
<li><span style="font-size: small;">Mereka harus keluar dari wilayah kami (Dammaj) karena mereka adalah para penyerang kecuali orang tersebut penduduk Dammaj.</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Menghapuskan Pos Pemeriksaan Khanik (nama sebuat tempat di pintu masuk Dammaj) dan tidak boleh menghalangi, menyerang kami dan orang-orang yang loyal kepada kami di Pos Pemeriksaan yang lainnya, juga termasuk tidak ada serangan terhadap rombongan (dari kami), juga yang datang kepada kami, dan apa yang datang secara khusus kepada kami, juga orang yang loyal kepada kami diseluruh Propinsi Sha’dah disertai jaminan khusus tidak bolehnya Rafidhah masuk ke wilayah kami, juga tidak boleh masuk ke Pos Khanik sesuai dengan isi perjanjian ini.</span></li>
</ol>
<p style="text-align: left;" align="CENTER"><span style="font-size: small;">— Ditulis Hari Rabu 18 Muharram 1433 H.</span></p>
<p> ***</p>
<p><em><span style="font-size: small;">Hari ini bombardir sangat dahsyat sekali, tidak ada jalan-jalan yang selamat darinya.</span></em></p>
<p><em><span style="font-size: small;">Bahkan sapipun tidak luput darinya, satu ekor sapi telah menjadi korban.</span></em></p>
<p><em><span style="font-size: small;">Kambingpun juga tidak selamat.</span></em></p>
<p><em><span style="font-size: small;">Dan salah satu ikhwah dari Sudan terluka karenanya.</span></em></p>
<p><em><span style="font-size: small;">Juga anak yang baru berusia tiga tahun.</span></em></p>
<p><em><span style="font-size: small;">Ini menunjukkan bahwasanya orang-orang rofidhoh berkehendak membinasakan semuanya.</span></em></p>
<p><em><span style="font-size: small;">Ya Allah kami serahkan orang-orang rofidhoh kepada-Mu, sesungguhnya mereka tidak mampu melemahkan-Mu.</span></em></p>
<p> </p>
<p><span style="font-size: small; color: #ff0000;"><strong>Dengan Karunia dan Kemurahan Allah</strong></span></p>
<p><span style="font-size: small;">Salah seorang pelajar melihat mobil Rafidhah melewati jalan di bawah gunung Al-Barraqah kemudian menembakinya dengan 13 peluru dan dia seorang pemula, baru belajar (menembak). Ia menyebabkan kerusakan yang besar pada mobil tersebut dan beberapa orang diantara mereka terbunuh dan lainnya terluka kemudian dibawa ke Sha’dah untuk mendapatkan pengobatan, Ya Allah tambahkanlah karunia yang agung kepada kami.</span></p>
<p><span style="font-size: small; color: #ff0000;"><strong>Pukul 14.30:</strong></span></p>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Hari ini tembakan dan serangan dengan berbagai macam senapan mesin dan meriam terus berlangsung dengan sangat kerasnya kearah markaz, asrama, gunung Al-Barraqah juga rumah-rumah penduduk sehingga menyebabkan kerusakan pada empat rumah. Seorang anak kecil terkena pecahan mortar, juga dua orang pelajar , satunya dari Sudan yang lainnya dari Somalia terkena tembakan pada tempat yang berbeda, <em>Wallahul Musta’an</em>.</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Secara khusus pelajar dari Propinsi Al-Ibb yang kami beritakan kemarin terkena tembakan di dadanya kemudian pingsan pada saat itu juga. <em>Alhamdulillah</em> telah sadar dari pingsannya akan tetapi tampaknya mengalami kelumpuhan separoh badan, dan para dokter menyimpulkan lukanya sangat berbahaya sekali, kami memohon kepada Allah agar menyegerakan kesembuhannya.</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Adapun di medan perang Kitaaf, hari ini salah satu Masyaikh Wailah yaitu Syaikh Yahya bin Muhammad bin Lutsah terkena pecahan mortar dan bersamanya salah seorang pembantunya, beliau menghembuskan nafas terakhirnya ketika sampai di jalan Al-Khadra’ dalam rangka pengobatannya, semoga Allah merahmatinya dan menerimanya sebagai seorang Syuhada’. Berita ini ditegaskan oleh situs resmi Majelis Kabilah Wailah, <em>Wallahul Musta’an</em>.</span></li>
</ul>
<p><span style="font-size: small;">Ya Dzat yang menjalan awan, kalahkan musuh-musuh (kami) dan hancurkan Rafidhah dan tolonglah kami dalam melawan mereka. Ya Dzat Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa! Ya Allah kami serahkan Rafidhah kepada-Mu. Goncangkan bumi dibawah kaki-kaki mereka, kami serahkan mereka kepada-Mu sesungguhnya mereka tidak mampu melemahkan-MU !</span></p>
<p> </p>
<p><span style="font-size: small; color: #ff0000;"><strong>Pukul 22.00 </strong></span></p>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Tembakan dan serangan terus berlangsung tanpa berhenti sebagaimana biasa dengan tanpa pengecualian sebagaimana yang telah kami sebutkan. Sampai hewan tidak selamat dari tembakan. Sapi, onta, 15 ekor kambing, ikut terbunuh, karena sebab serangan di arahkan ke rumah-rumah penduduk Dammaj.</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Anak perempuan kecil yang bernama Maryam bintu Abdul-Hakim terkena pecahan mortar di punggungnya pagi hari tadi karena rumahnya terkena ledakan mortar.</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Adapun di medan perang Kitaaf, terjadi pertempuran di beberapa tempat. Kabilah ahlus sunnah terus maju kedepan, juga berita terbunuhnya Syaikh Yahya bin Lutsah dan tiga orang yang bersama dengan beliau pada saat itu, satu orang dari kabilah Wadi Ubaidah, yang lain dari Hasyid dan salah satu pembantunya. Kejadian ini terjadi tatkala mereka sedang mengawasi kondisi medan perang setelah itu mereka duduk kemudian terjatuhlah peluru mortar di tempat itu, semoga Allah merahmati mereka semuanya dan menerimanya sebagai Syuhada’.</span></li>
<li>
<span style="font-size: small;">Mulailah rombongan Hutsiyyin terpecah belah, hari ini dua mobil yang mengangkut pasukan dari kabilah Ali Salim, mundur dan menarik diri dari medan perang Kitaf dan kembali ke kampung halamannya dan menolak berperang di barisan Hutsiyyin, kami memohon kepada Allah untuk mencerai-beraikan kelompok mereka dan memecah-belah jama’ahnya, </span><span style="font-size: small;"><em>Allhumma amin</em></span>
</li>
</ul>
<p>—<br>
<span style="font-size: small; color: #ff0000;"><strong>Selasa, 17 Muharam 1433 (13 Desember 2011)</strong></span></p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong style="font-size: small;">Blokade di Dammaj dan Kemurahan Rabbul ‘Ibad</strong></span></p>
<p><span style="font-size: small;">Hari berganti dan blokade masih berjalan,tembakan juga terus berlangsung, semoga Allah memberikan keselamatan kepada para pelajar.</span></p>
<p align="CENTER"><span style="font-family: Tahoma;"><span style="font-family: 'Traditional Arabic';"><span style="font-size: large;"><strong>بسم الله الرحمن الرحيم</strong></span></span></span></p>
<p align="CENTER"><span style="font-size: small;"><strong>Statement Dari Warga Wilayah Dammaj</strong></span></p>
<p align="CENTER"><span style="font-family: Tahoma;"><span style="font-family: 'Traditional Arabic';"><span style="font-size: large;"><strong>الحمد لله القوي المتين</strong></span></span></span><span style="font-family: 'Traditional Arabic', serif;"><span style="font-size: large;"><strong>, </strong></span></span><span style="font-family: Tahoma;"><span style="font-family: 'Traditional Arabic';"><span style="font-size: large;"><strong>والصلاة والسلام على المبعوث رحمة للعالمين</strong></span></span></span><span style="font-family: 'Traditional Arabic', serif;"><span style="font-size: large;"><strong>, </strong></span></span><span style="font-family: Tahoma;"><span style="font-family: 'Traditional Arabic';"><span style="font-size: large;"><strong>أما بعد </strong></span></span></span></p>
<p><span style="font-size: small;">Ini adalah pernyataan warga wilayah Dammaj, ditujukan kepada seluruh masyarakat dimana saja mereka berada, dan diantara pernyataan-pernyatan mereka, sebagaimana berikut :</span></p>
<ol>
</ol>
<ol>
<li><span style="font-size: small;">Sesungguhnya blokade yang zhalim lagi biadab ini permulaanya dari tanggal 22 Dzul-qa’dah 1432/20 Oktober 2011 sampai hari ini, tanggal 16 Muharram 1433/ 13 Desember 2011 masih diterapkan oleh orang-orang Hutsi kepada warga Dammaj yang dikelilingi oleh benteng pasukan dan persenjataan yang sangat banyak- dan targetnya adalah agama warga wilayah tersebut, dakwahnya yang utama dan bermanfaat, kehormatan, dan nyawanya, dan senantiasa mengancam ribuan anak-anak, wanita, orang-orang sakit, orang yang berusia lanjut juga orang-orang sakit menahun, semakin hari semakin keras dan bertambah pula beratnya dan kerusakannya tanpa belas kasihan tanpa merujuk kepada agama, perilaku ataupun akhlak siapapun, tanpa sesuatupun yang membenarkannya dan tanpa sebab kecuali kedzaliman, kebiadaban dan kegilaan yang menutupi akal mereka dan sesuatu (yang tersembunyi) yang dengannya mereka menjual agama dan rasa kemanusiannya.</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Warga Dammaj hidup dalam kondisi kemanusiaan yang sangat parah sekali dimana orang yang dekat maupun yang jauhpun mengetahuinya, sebagaiman yang telah ditegaskan oleh para wartawan, orang-orang HAM dengan berbagai macam latar belakang pemikiran mereka, dan mereka telah datang dan melihat dengan mata kepala mereka sendiri walaupun untuk bisa mendatangi wilayah ini mereka harus mendapatkan berbagai macam kesulitan dan ancaman dari pihak Hutsi / Rafidhah yang tujuannya untuk menutupi kejahatan yang sangat busuk kepada warga wilayah tersebut.</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Dan orang-orang Rafidhah masih terus membombardir wilayah tersebut dengan persenjataan berat, menengah , ringan dengan target perumahan, pertokoan, asrama pelajar, jalan-jalan, dan menembaki orang-orang yang lewat, baik laki-laki, perempuan , anak-anak, mereka akhirnya menjadi korban, baik meninggal ataupun terluka. Mereka menembakkan meriam-meriamnya, senapan mesin kearah masjid, perpustakaan, mobil, dapur milik Darul-Hadist, siang dan malam! Dan mereka terus memperluas pembangunan tempat perlindungan yang dari situ mereka mencari target serangan yang mengarah ke nyawa warga wilayah tersebut, rumah-rumah mereka, dan tempat-tempat yang penting, seperti tandon air yang masyarakat minum darinya, pompa air, bahkan hewan-hewan ternak dan juga seluruh hal-hal yang bermanfaat bagi warga tersebut.</span></li>
<li>
<span style="font-size: small;"><span style="font-size: small;">Semua yang disebutkan diatas telah dilakukan oleh orang Hutsi dibawah klaim adanya gencatan senjata ! Skenario perdamaian yang dibuat-buat mereka tidak lain adalah bertujuan menutup-nutupi kejahatan mereka dan memperburuk kondisi yang semakin parah yang mengancam kehidupan ribuan keluarga di wilayah Dammaj. </span></span><span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"><span class="Apple-style-span" style="font-size: small;">Maka semua klaim dari Rafidhah dan para pengekornya yang ada hubungannya dengan pihak yang resmi yang mengatakan adanya upaya terus-menerus dari berbagai pihak untuk perdamaian, ini adalah pernyataan dusta, seperti melempar abu ke mata, hanya sekedar tahapan-tahapan penundaan dan memperpanjang blokade yang zhalim ini oleh Rafidhah dan juga menekan warga Dammaj untuk memberikan apa yang mereka inginkan secara sempurna.</span></span><span class="Apple-style-span" style="font-size: small;">Maka kami mengumumkan, apa yang dikatakan Rafidhah tentang adanya usaha perdamaian, ini hanyalah berita dusta untuk memutarbalikkan fakta dengan menggambarkan orang-orang zhalim, pembunuh, pengepung berubah menjadi orang yang terzhalimi, orang yang terkepung, orang yang patut dikasihani!!! Inilah adalah tipu-muslihat musang belaka !! hakekatnya bukan sesuatu yang laku di jual di bursa berita! karena sesuatu yang tidak mungkin dirubah ! sebuahperistiwa berdarah yang matahari terbit dan tenggelam ikut menyaksikannya, dengan hanya sekedar kedustaan yang sangat jelas sekali di teriakan oleh rofidhoh dan corong-corongnya kesana dan kesini dalam statement mereka, diluarnya baik dibelakangnya penuh dengan adzab ! keadaan rofidhoh dan para pengekornya sebagaimana dikatakan : tangan yang satu bertasbih tangan yang lain membunuh !</span>
</li>
<li>
<span class="Apple-style-span" style="font-size: small;">Melihat kekeras- kepalaan Rafidhah zhalim, biadab dalam permusuhannya dan kezhalimannya yang tidak ada batasnya dan telah membunuh nyawa, merendahkan kehormatan, menghancurkan masjid-masjid, asrama dan tempat-tempat umum lainnya, semuanya bersifat umum, maka kami berkeinginan menyampaikan pernyataan :</span>
<ol>
<li><span style="font-size: small;">Kami memohon kepada Allah, Rabb-kami, Maalik Al-Muluk untuk menghindarkan kezhaliman dan kebiadaban ini dari kami dan menolong kami untuk menghindarinya.</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Menghimbau kepada seluruh kaum muslimin dari dalam maupun dari luar untuk mengingkari perbuatan mungkar yang jahat ini, menolong orang yang terzhalimi, dan melaksanakan apa yang telah Allah wajibkan kepadanya berkaitan dengan saudaranya, kaum mu’minin, yang hal ini sudah diketahui di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.</span></li>
<li>
<span style="font-size: small;">Menghimbau kepada pemerintah kami, mengarahkan panggilan kepada negeri kami, Perdana Menteri, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pertahanan, Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan, dan seluluh jajaran pimpinan negeri ini, untuk melaksanakan apa yang Allah wajibkan kepada mereka yang berkaitan dengan kedudukan kami sebagai warga Yaman, hidup di negeri Yaman, kami memiliki hak-hak sebagaimana penduduk yang lainnya, dan juga kewajiban sebagaimana yang lainnya :</span>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Kami punya hak tentang keamanan jalan.</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Kami juga memilik hak pendidikan bagi anak-anak kami , baik anak laki-laki maupun anak perempuan.</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Kami juga memiliki hak pengobatan dan (berobat) di Rumah Sakit, salah seorang diantara kami meninggal karena tidak mampu pergi ke Rumah Sakit.</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Kami juga memiliki hak bekerja dan menjalan tugas sebagai pegawai sebagaimana pegawai- pegawai yang lainnya di pemerintahan, diantara kami ada yang menjadi guru, dokter, insyinyur, apoteker, pegawai kantor, semuanya tidak mungkin mengerjakan tugas dan pekerjaan mereka, bahkan setiap saat mereka ketakutan akan nyawa, kehormatan, dan rumah-rumah mereka, siang dan malam.</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Kami juga memiliki hak pergi ke pasar, mengais rezeki, yang telah dilarang oleh Rafidhah semenjak dua bulan ini. </span></li>
</ul>
</li>
<li><span style="font-size: small;">Kami mengulang himbauan kepada orang berkepentingan dari para peminpin untuk melaksanakan apa yang Allah wajibkan kepada mereka, mencegah kezholiman dan menghalangi orang-orang zhalim dari kezholimannya dan memperhatikan keadaan rakyatnya.</span></li>
<li>
<span style="font-size: small;">Kami menuntut kepada, badan-badan sosial, organisasi masyarakat, yayasan sosial, dan semua media masa, baik koran, televisi, radio untuk menyampaikan permintaan kami ini kepada orang yang berkepentingan dan mensikapinya dengan sungguh-sungguh dan menyampaikan surat kami ini kepada siapa saja yang mungkin bisa ditemui :</span>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Bahwasanya kami menuntut diperlakukan kepada kami, perlakuan manusiawi !</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Kami meminta rasa aman dan menyeru kepadanya.</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Kami meminta dihapuskannya sikap zholim dan sikap permusuhan kepada kami.</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Kami juga meminta dihilangkannya blokade sejak 2 bulan yang lalu dari kami</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Juga penghentian serangan dari Rafidhah, tanpa belas kasihan, kejam dan bengis, siang dan malam.</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Dan meminta seluruh hak kami yang telah di jamin oleh agama kami yang lurus dan juga dijamin oleh standar prilaku manusia (yang wajar). </span></li>
<li><span style="font-size: small;">Juga kami memohon perhatian kepada semuanya untuk selalu siaga dan berhati-hati terhadap rencana-rencana (yang tersembunyi) dari orang-orang yang hasad dan dengki yang mentargetkan kekayaan negeri dan rakyat ini dan supaya mereka berupaya dengan sungguh-sungguh disertai permohonon pertolongan kepada Allah untuk menggagalkan rencana-rencana tersebut sehingga tidak tercapai maksud mereka, akhirnya mereka kembali dengan membawa kerugian dan kekalahan.</span></li>
</ul>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>—</p>
<p><span style="font-size: small; color: #ff0000;"><strong>Senin, 16 Muharraam 1433 (12 Desember 2011)</strong></span></p>
<p><span style="font-size: small; color: #0000ff;"><strong>Orang-orang Rafidhah Ketakutan</strong></span></p>
<p><span style="font-size: small;">Memulai hari ini, dan hari sebelumnya orang-orang Rafidhah membombardir Dammaj dengan sangat sengitnya. Disebabkan kemenangan yang telah dihasilkan para mujahidin pemberani di Wailah, maka berguguranlah korban Rafidhah dan berjatuhanlah pos-pos perlindungan mereka. Juga persenjataan mereka berhasil dikuasai oleh kabilah ahlus sunnah yang nantinya akan menjadi senjata untuk melawan orang-orang Rafidhah sendiri.</span></p>
<p><em><span style="font-size: small;">Blokade masih berlangsung bagi ahli Tauhid !</span></em></p>
<p><em><span style="font-size: small;">Tembakan juga tidak pernah berhenti dengan target orang-orang yang beriman !</span></em></p>
<p><em><span style="font-size: small;">Sha’dah mendidih dan bersiap-siap untuk menghentikan blokade !</span></em></p>
<p><em><span style="font-size: small;">Dan orang-orang hutsiyyin dalam keadaan kebingungan !</span></em></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Syaikh Yahya -semoga Allah menjaganya- menjelaskan :</strong></span><span style="font-size: small;"> apa yang dilakukan orang-orang Rafidhah terhadap 20 orang yang mati Syahid (<em>insya Allah</em>) yang telah mereka mutilasi, dan setelah semua ini mereka lakukan! Wahai ikhwah! Meraka sama sekali tidak mengasihinya dan membiarkannya dalam keadaan terbunuh bahkan datang membawa zat asam dan menyiramkan ke tubuh mereka sehingga menyebabkan wajah-wajah mereka menjadi rusak dan hitam. Bahkan sebagian diatara mereka terkelupas kulitnya. Demi Allah, terkelupas badan mereka. Demikianlah yang mereka lakukan diantara cara-cara terror dan menakut-nakuti, sehingga tubuh mereka membengkak dan meninggal karena zat asam yang mereka siramkan ke tubuhnya!</span></p>
<p><span style="font-size: small; color: #0000ff;"><strong>Pukul 17.00</strong></span></p>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Mulai sejak pagi tembakan dan bombardir masih terus berlangsung sebagaimana biasa dengan berbagai macam senjata kaliber berat dan menengah hingga saat ini, dari segala arah dengan target gunung Al-Barraqah, masjid dan tempat tinggal para pelajar dan demi Allah, pada saat aku berkomunikasi dengan salah satu Masyaikh disana, terdengar beberapa kali ledakan dan beliau di tempat perlindungannya bersebelahan dengan rumahnya, dekat dengan masjid dan Allah sebaik-baik Dzat Yang Menjaga,</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Telah meninggal mati Syahid (<em>insya Allah</em>) setelah Ashar, anak yang Shalih, Yasir bin Shalih An-Na’umy. Dia adalah salah seorang diantara anak-anak dan murid-murid kami di Shan’a di gunung Al-Barraqah. Beliau berada di tempat perlindunganya bersama dengan teman-temannya yang berada disana, akibat tembakan Bazooka, juga ada beberapa yang terluka dan belum diketahui berapa jumlahnya.</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Sebagaimana telah terjatuh peluru meriam P 10 di salah satu rumah penduduk warga Dammaj, menembus tembok rumahnya, dan beliau adalah saudaranya Syaikh Mahdy Qarhazah, umurnya sekitar 40 tahun, terluka di punggungnya dengan luka cukup lumayan, akan tetapi anak perempuannya yang kecil dia berada disebelahnya mendapatkan luka yang cukup parah di kepalanya, semoga Allah menyegerakan kesembuhan mereka berdua.</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Adapun berita secara khusus di medan pertempuran Kitaaf. Kabilah ahlus sunnah masih bermarkaz di tempat-tempat yang mereka telah kuasai pada hari kemarin, setelah mengusir orang-orang Syi’ah dari tempat itu. Diantara mereka ada yang terbunuh, terluka dan puluhan orang melarikan diri, kondisi disana mulai agak tenang walaupun masih adasedikit pertempuran.</span></li>
</ul>
<p><span style="font-size: small; color: #0000ff;"><strong>Pukul 19:19 </strong></span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Berita dari Syaikh Ahmad bin Thahir : Penting dan segera !</strong></span></p>
<p><em><span style="font-size: small;">Assalamu alaikum warahmatuLLahi wa barakatuh, </span></em></p>
<p><span style="font-size: small;">Semoga Allah membahagiakan harimu dengan kebaikan, saudaraku yang mulia : aku tidak ingin memperpanjang (pembicaraan) denganmu, aku hanya ingin mengabarkan kepadamu dengan berita gembira. Aku selalu mengikuti berita setiap enam jam sekali, salah seorang mujahidin di Dammaj mengabarkan kepadaku bahwasanya mereka sedang dalam pertempuran melawan orang-orang Rafidhah. Telah mengantarkan nyawa mereka (kepada kematian) dan telah sempit keselamatan bagi mereka dan telah lapang kebinasaannya dan tersisa jarak antara mereka dan Dammaj sekitar 8 kilometer saja. Mereka seakan-akan seperti kambing-kambing tanpa penggembala, di jalan-jalan, di lembah (tanpa ada yang memimpin). Dan di medan perang yang lainnya <em>ikhwah</em> mujahidin sudah sampai di kota Kitaaf, jaraknya sekitar 10 kilo meter dari Sha’dah dan terus maju dan tidak berhenti menuju sha’dah, pusatnya orang –orang Rafidhah, untuk mensucikannya dari noda-noda kesyirikan. Dan orang-orang Rafidhah berusaha dengan sekuat tenaga menghentikan pertempuran dan berdamai, akan tetapi <em>ikhwah</em> menolaknya-semoga Allah membalas kebaikan kepada mereka- tidak ada perjanjian bagi orang-orang Rafidhah (karena mereka selalu melanggar perjanjian yang dibuat) maka menjadi keharusan untuk menghancurkan dan membersihkan bumi dari kerusakan mereka. Tulisan ini dari saudaraku, Abu Abdurrahman dan aku berharap, tulisan ini disampaikan kepada orang yang memberikan perhatian kepada Sunnah dan Salafushalih dan juga urusan kaum Muslimin dan sesungguhnya pertongon akan datang !</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Telah meninggal mati Syahid (<em>insya Allah</em>) lima orang mujahidin di Kitaaf, salah satu diantaranya dari kota Aden dan yang lainnya dari Rusia dan mujahidin telah berhasil mengusai Kitaaf.</span></p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong style="font-size: small;">Pukul 22:41</strong></span></p>
<p><span style="font-size: small;">Saudara-saudara kami di bumi Wa’ilah dari kabilah ahlus Sunnah mendapatkan kemajuan yang sangat besar-semoga Allah selalu menolong mereka- dan orang-orang Rafidhah banyak sekali yang lari terbirit-birit dengan meningggalkan dibelakang mereka berbagai macam amunisi senjata ringan ataupun senjata menengah, jumlahnya sangat banyak dan banyak sekali bahkan makanan dan minuman mereka tinggalkan dan lar ! Juga anggur kering sampai celananya pun juga mereka tinggalkan! Segala pujian hanya milik Allah semata.</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Kami wasiatkan kepada ikhwah mujahidin untuk memperbanyak dzikir kepada Allah <em>Azza wa Jalla</em>. </span><span class="Apple-style-span" style="font-size: small;">Ya Allah rahmatilah Syuhada’ kami dan sembuhkanlah orang-orang yang terluka diantara kami! </span><span class="Apple-style-span" style="font-size: small;">Ya Allah muliakanlah pasukan <em>muwahhidin</em> dan hinakanlah pasukan setan!</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Ditulis oleh saudara : Khalid bin Muhammad Al-Ghirbany<br>
</span><span style="font-size: small;">Sumber : </span><span style="color: #0000ff;"><span style="text-decoration: underline;"><a href="http://www.m-noor.com"><span style="font-size: small;">www.m-noor.com</span></a></span></span><span style="font-size: small;"> dan <em>mauqi’</em> Syaikh Abdurrahman Al-‘Arumy.</span></p>
<p>—</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Ahad, 15 Muharram 1433H (11 Desember 2011 )</strong></span></p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>Pukul 08.00</strong></span></p>
<ul>
<li>Serangan dan tembakan masih sangat gencar sekali sepanjang malam hingga saat ini dengan target gunung Al-Barraqah dan sekitarnya dari segala arah.</li>
<li>Telah meninggal mati syahid (insya Allah) dua saudara kami di gunung Al-Barraqah akibat tembakan Rafidhah malam kemarin mereka adalah Hassan Ar-Rozihy dan Hilal Ar-Rimy, semoga Allah merahmatinya dan menerima mereka sebagai syuhada’.</li>
<li>Sebagaimana juga terkena tembakan salah seorang anak perempuan kecil di dekat rumahnya di pahanya oleh orang Rafidhah.</li>
<li>Ikhwah di Dammaj pada hari Sabtu telah mengevakuasi 19 orang mayat <em>ikhwah</em> yang meninggal sebagai syuhada’ (insya Allah) dari pelajar disana. Bukan sebagaimana yang telah kami kabarkan sebelumnya sebanyak 22 orang, sebagaimana berita yang pertama kali sampai kepada kami. Kemudian jelaslah jumlah yang sebenarnya adalah 19 orang, sisanya masih ada 3 orang di tempat lainnya, insya Allah hari ini (hari Ahad) akan dievakuasi dan jumlah secara global sebanyak 21 orang (4 0rang Aljazair, 3 orang Rusia, 2 orang Indonesia, 1 orang Pakistan, 1 orang India, aslinya Hadramaut, 3 orang libia, sisanya dari Yaman).</li>
<li>Selama 3 hari ikhwah yang meninggal ini berada di Az-Zailah, suatu tempat antara gunung Al-Barraqah dan Pos Pemeriksan yang sempit. Baru kemarin (hari Sabtu) orang-orang Rafidhah membolehkan mengevakuasi mayat-mayat ini padahal sebelumnya mereka melarang untuk mengambilnya. Walaupun ada diantara mereka yang terluka dan belum meninggal tetapi karena tidak memperoleh pengobatan dan penyelamatan, akhirnya mereka meninggal. Dan orang-orang Rafidhah telah <span style="text-decoration: underline;">merusak dan memutilasi</span> mayat-mayat ini.</li>
<li>Mayat para suhada’ ini dikuburkan kemarin malam, dan diletakkan 3 orang dalam satu kuburan, ada juga 2 orang dalam satu kuburan, tanpa di mandikan dan tanpa dishalatkan dan dikuburkan dengan baju-baju mereka, semoga Allah merahmatinya dan mengangkat derajatnya, <em>Wallahu Musta’an</em>.</li>
</ul>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>Pukul 23.00</strong></span></p>
<p>Kabilah-kabilah ahlus sunnah yang dipimpin oleh kabilah Wailah terus maju kedepan dan mendapatkan kemenangan yang sangat besar, diantaranya :</p>
<ul>
<li>Orang-orang Rafidhah telah terbunuh lebih dari 40 orang, salah seorang ikhwah yang berada digaris depan mengabarkan kepadaku, bahwasanya dia melihat di satu tempat ada sekitar 25 mayat orang-orang Rafidhah. Juga terlihat mayat-mayat mereka dipingggir jalan.</li>
<li>Juga kemajuan besar di Al-‘Amaq , sekitar 5 kilometer, daerah yang menuju ke arah Kitaaf dari medan perang As-Syirqiyyah dan sudah mulai mendekati pasar kota Kitaaf.</li>
<li>Mereka mendapatkan rampasan perang sangat banyak sekali, perlengkapan militer, diantaranya senapan mesin caliber 12,7 mm, juga senjata-senjata Rafidhah yang terbunuh.</li>
<li>Mereka berhasil menguasai tempat-tempat yang sangat srategis dan menjadikannya sebagai markaz yang sangat penting yang sebelumnya dikuasai oleh Rafidhah, juga mendapatkan senjata dan amunisi yang sangat banyak.</li>
<li>Telah meninggal dari kalangan kabilah ahlus sunnah sekitar 6 orang. Semoga Allah merahmatinya dan menerimanya sebagai syuhada’ dan sekitar 8 orang terluka.</li>
<li>Adapun di Dammaj, masih terus terjadi tembakan dan bombardir dari orang-orang Rafidhah sebagaimana biasa dengan target masjid dan sekitarnya. Dan juga gunung Al-Barraqah. Sehingga mengakibatkan dua orang terluka diantara pelajar.</li>
</ul>
<p>Daftar nama-nama pelajar yang meninggal mati syahid (insya Allah) 4 hari yang lalu, <em>Alhamdulillah</em>, hari kemarin <em>ikhwah</em> berhasil mengevakuasi mereka setelah orang-orang Rafidhah memutilasi tubuh mereka dan merusak wajahnya dengan zat asam supaya tidak dikenali, semoga Allah memutihkan wajah-wajah mereka dan memasukkan mereka ke Firdaus A’la sebagai Syuhada’, dan menghitamkan wajah-wajah orang-orang Rafidhah dan memasukkan mereka ke Jahannam dan kekal di dalamnya, <em>Allahumma amiin</em>.</p>
<ol>
<li>Musa (Rusia).</li>
<li>Kamal (Rusia).</li>
<li>Hamzah (Senegal).</li>
<li>Abdul Al-Karim (Perancis).</li>
<li>Muksim (Rusia).</li>
<li>Muadz (At-Taizy).</li>
<li>Yazid (Al-Jazairy).</li>
<li>Adam (Indonesia).</li>
<li>Ahmad (Libia).</li>
<li>Musa (As-Syaits).</li>
<li>Saad (Asymury).</li>
<li>Hisyam (Hadromy)</li>
<li>Adnan (At-taizy).</li>
<li>Mahummad (Al-Qirmany).</li>
<li>Murod (Al-Jazairy).</li>
<li>Thoha (Libia).</li>
<li>Aadil (Pakistan).</li>
<li>Hassan (Al-Jazairy).</li>
<li>Abdul Ghoni (Al-Jazairy).</li>
<li>Muhammad As-Subban (Al-Wada’i).</li>
<li>Mabruk (Libia).</li>
<li>Muhammad Amin (Indonesia).</li>
</ol>
<p>Semoga Allah merahmatinya dan menerima mereka sebagai Syuhada’, dan orang-orang yang terbunuh diantara kami masuk syurga dengan ijin Allah adapun orang-orang yang terbunuh dikalangan mereka masuk neraka, Allah penolong kami dan mereka tidak memiliki seorang penolong pun.</p>
<ul>
<li>Juga datang berita, hari ini, pengiriman lebih dari 15 mobil dari orang-orang syi’ah di Maron menuju ke medan perang As-Syirqiyyah untuk menghadang laju kabilah ahlus sunnah.</li>
<li>Perkembangan terakhir,  pesawat yang dibajak oleh orang-orang Rafidhah yang dikirim pemerintah untuk mengangkut orang-orang yang terluka dari rumah sakit di Sha’dah ke rumah sakit di Shan’a. Juga datang berita bahwasanya orang-orang Syi’ah menghalang-halangi mobil yang membawa orang-orang yang terluka. Kelihatannya orang-orang Syi’ah berusaha keras untuk menghalang-halangi orang-orang yang terluka dari kalangan ahlus sunnah untuk berobat dan membiarkan mereka meninggal. Sumber <span style="color: #0000ff;"><span style="text-decoration: underline;">www.m-noor.com</span></span>
</li>
</ul>
<p>—</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Sabtu, 14 Muharram 1433 H (10 Desember 2011)</strong></span></p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>Pukul 20.00</strong></span></p>
<p>Hari ini, dengan bantuan beberapa orang perantara, akhirnya <em>ikhwah</em> berhasil mengambil 21 mayat syuhada’ yang meninggal pada waktu terjadi peperangan di Al-Masrahah, gunung Al-Barraqah yang terjadi 2 hari yang lalu. Jumlah mereka semuanya 21 orang. Kami mengharapkan mereka meninggal dalam keadaan mati syahid. Perinciannya sebagai berikut :</p>
<ul>
<li>4 orang dari Al-Jazaair</li>
<li>1 orang dari Pakistan</li>
<li>3 orang dari Rusia</li>
<li>1 orang dari India, aslinya dari Hadramy</li>
<li>2 orang dari Indonesia</li>
<li>1 orang dari Libia</li>
<li>9 orang dari Yaman</li>
</ul>
<p>Sebab terbunuhnya <em>ikhwah</em> dengan jumlah yang cukup banyak ini, karena mereka menyerang markaz orang-orang syi’ah yang ada di Al-Masrahah dan <span style="text-decoration: underline;">membunuh semua orang syi’ah yang ada di tempat tersebut</span> kecuali dua orang saja yang berhasil melarikan diri. Tatkala orang-orang syi’ah mengetahui adanya penyerangan dan pembunuhan terhadap kelompok mereka maka mereka memborbardir <em>ikhwah</em> yang berada di tempat tersebut dengan berbagai macam senjata berat, diantaranya mortar, tank, dan P-10. Sehingga tidak memungkinkan bagi <em>ikhwah</em> untuk kembali ke tempat semula. Maka sebagian besar <em>ikhwah</em> pun meninggal di tempat tersebut, kecuali sedikit diantara ikhwan yang berhasil mundur. Semoga Allah merahmati mereka semuanya dan menerima mereka sebagai syuhada’.</p>
<p>Pada pertempuran tersebut, orang-orang syi’ah yang terbunuh ada sekitar 65 orang, dan berita yang beredar diantara orang-orang syi’ah di kota sha’dah, mereka mengakui ada sekitar 30 orang terbunuh, adapun di situs resmi mereka, hanya mengakui 5 orang saja. Ini kedustaan yang jelas dan pemutar balikan fakta yang biasa mereka lakukan. Dan yang sebenarnya sebagaimana yang di ceritakan salah seorang <em>ikhwah</em> pemberani yang ikut serta pada pertempuran tersebut, beliau berkata : “Aku telah membunuh orang-orang syi’ah dengan tanganku sendiri sebanyak 7 orang di satu tempat”. Dan saudara kita ini sampai sekarang masih hidup dan terluka pada pertempuran tersebut. Orang-orang syi’ah yang terbunuh sebanyak itu, apalagi yang terluka, jumlahnya puluhan.</p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>Dari Jaringan Berita di Damaj :</strong></span></p>
<p>Datang berita kepada kami bahwasanya para mujahidin ahlus sunnah di propinsi hajjah telah berhasil mengusai persenjataan dalam jumlah yang sangat banyak yang diselundupkan oleh orang-orang Syi’ah melalui pelabuhan “Maidy“ dan orang-orang syi’ah berusaha dengan mati-matian untuk menguasainya.</p>
<p>Sumber berita: akun facebook Syaikh Abdurraman ‘Al-Arumy.</p>
<p> </p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>Kejahatan Orang-orang Syi’ah Terhadap Kemanusian</strong></span></p>
<p>Pada hari ini, orang-orang syi’ah yang dipimpin oleh kepala daerah Sha’dah telah membajak pesawat beserta pilotnya, yang dikirim oleh pemerintah untuk membawa orang-orang yang terluka dari ahlus sunnah dari rumah sakit Darussalam di Sha’dah menuju Shan’a, ibu kota Negara untuk mendapatkan perawatan yang semestinya. Mereka menculik pilotnya dan menyita teleponnya. Sampi sekarang tidak diketahui keadaan pilot dan orang-orang yang terluka di dalamnya, semua ini mereka lakukan dengan alasan, belum ada ijin dari kepala daerah sha’dah, Faris Mana’.</p>
<p>Berita yang lainnya, orang-orang syi’ah pada berdatangan dari propinsi Shan’a, Hajja, Dzimar, ‘Imran dalam rangka- menurut klaim mereka- memerangi Wahhabiyyin.</p>
<p>Dan orang-orang Syi’ah meneruskan bombardirnya dengan senjata berat, mortar, P 10, dan meriam 37 mm, dengan target tempat tinggal para pelajar, rumah-rumah penduduk dan markaz darul-hadist di dammaj. Dan mereka telah memblokade ahlus sunnah di Dammaj lebih dari satu setengan bulan, melarang masuknya makanan dan obat-obatan dan juga menyerang dengan berbagai macam persenjataan berat dalam upaya mereka untuk mengusir ahlu sunnah dari dammaj dengan dalih mereka adalah orang-orang asing dan wilayah Sha’dah, semuanya adalah wilayah orang-orang syi’ah.</p>
<p>Dan juga orang-orang syi’ah yang diwakili kepala daerah Sha’dah melarang orang-orang dari palang merah dunia untuk mengobati para mujahidin yang terluka akibat serangan orang-orang syi’ah sehingga akhirnya mereka meninggal dunia, sementara ada kemungkinan mereka bisa terselamatkan kalau mendapatkan perawatan yang semestinya.</p>
<p>Sumber berita : kantor berita Ma’rib.</p>
<p>—<br>
<strong><span style="color: #ff0000;">Jum’at, 13 Muharram 1433 (9 Desember 2011)</span></strong></p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>Blokade di Dammaj Dan Kemurahan Rabbul-‘ibad</strong></span></p>
<p>Hari ini tampaklah kegilaan orang-orang Rafidhah karena kemenangan yang di wujudkan oleh rombongan kabilah Ahlus Sunnah maka mereka memborbardir markaz Darul-Hadist, masjid khusus wanita, tempat wudhu’, tempat tinggal para pelajar, dengan senjata berat dan menengah, seakan-akan seperti hujan turun dan merekapun dalam keadaan hysteria dan gila, ini menunjukkan rusaknya akal mereka! Karena kemurahan Allah (tidak ada korban diantara ikhwah) akan tetapi serangan dan tembakan mereka tidak pernah berhenti sampai pukul 12.00 siang, Ya Allah jagalah mereka, hamba-hamba (Mu) yang shalih.</p>
<p><strong><span style="color: #0000ff;">Pukul 12.00</span></strong></p>
<p>Sekarang target (mereka) adalah masjid, kamar mandi, tempat tinggal para pelajar, dan rumah-rumah kabilah Wadi’ah seperti rumah keluarga Mana’, keluarga Qayidah, demikian juga gunung Al-Barraqah tanpa ada pengecualian, serangan berlanjut dengan senjata-senjata berat, dan tida ada berita tentang adanya korban yang terkena serangan, Ya Allah selamatkanlah (mereka), Ya Allah selamatkanlah (mereka).</p>
<p>Kemarin sore orang-orang Syiah meledakkan kabel-kabel telepon yang tertanam di tanah, sehingga menyebabkan terputusnya jaringan telpon dan internet di daerah Dammaj secara keseluruhan, ini merupakan upayanya mereka untuk mengasingkan Dammaj dari dunia luar, juga tujuannya untuk menutupi kejahatan kemanusian yang mereka lakukan sehingga dunia tidak mengetahui (kejahatan) mereka di wilayah tersebut, Wallahu Musta’an. Insya Allah, Kami akan menyampaikan berita yang lebih terperinci di waktu yang akan datang.</p>
<p>Ya Allah Dzat yang menggerakkan awan, kalahkanlah Rafidhah, Hutsiyyin dan tolonglah kami dalam menghadapi mereka, wahai Dzat Yang Maha Kuat lagi Perkasa !</p>
<p>Ya Allah kami serahkan Rafidhah kepada-Mu, goncangkanlah bumi dibawah kaki-kaki mereka, kami serahkan mereka kepada-Mu, sesungguhnya mereka tidak mampu melemahkan-Mu dan segala puji hanya milik-Mu !</p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>Pukul 13.30</strong></span></p>
<p>Datang berita kepada kami, telah terjadi tembak-menembak antara sekelompok kabilah di wilayah ‘Imron denga Syi’ah di Masjid Az-Zahro’, Propinsi ‘Imron, salah satu diantara orang-orang Syi’ah yang bernama Muhammad ‘Aqabaat telah terbunuh dan beberapa orang telah terluka, dan orang-orang kabilah masih mengepung Masjid tersebut, demikianlah berita ini ditegaskan oleh kantor berita Syi’ah di akun facebook-nya.</p>
<p>Demikianlah yang dikehendaki oleh orang-orang Syi’ah munculnya fitnah SARA di negeri Yaman, semoga Allah memburukkan mereka!</p>
<p><strong>Senjata Apakah Yang Digunakan Orang-orang Rafidhah Untuk Menghadapi Ahlus Sunnah ?</strong></p>
<p><a href="https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2011/12/dammaj1.jpg"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-7708 alignleft" title="dammaj1" src="https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2011/12/dammaj1.jpg" alt="" width="38" height="81"></a>Salah satu senjata yang digunakan orang-orang Rafidhah untuk menembaki saudara kita di Dammaj adalah senjata yang pelurunya berkaliber 12,7 mm, senjata ini biasanya digunakan untuk senjata anti pesawat, sekarang, orang-orang Rafidhah menggunakan senjata tersebut dengan target manusia, kira-kira kalau kena salah satu diantara ikhwah, apa yang terjadi dengannya ? padahal senjata yang biasa digunakan disana adalah senjata automatis AK 47 dengan peluru kaliber 7,62 mm, bandingkan diantara dua peluru tersebut !</p>
<p>Dan ini gambar senjata yang mereka gunakan dengan tipe DShK-38 dengan kaliber 12,7, senjata anti pesawat yang digunakan untuk target manusia, dengan jarak maksimum mencapai 2000 meter.</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-7709" title="dammaj2" src="https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2011/12/dammaj2.jpg" alt="" width="146" height="240"></p>
<p>Ya Allah selamatkan saudara-saudara kami di Dammaj dari kebrutalan orang-orang Rafidhah !</p>
<p><strong>Gambar-gambar Yang menunjukkan Akibat Kebrutalan Syi’ah</strong></p>
<figure id="attachment_7710" aria-describedby="caption-attachment-7710" style="width: 300px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2011/12/dammaj3.jpg"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-7710" title="dammaj3" src="https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2011/12/dammaj3-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" srcset="https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2011/12/dammaj3-300x225.jpg 300w, https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2011/12/dammaj3.jpg 577w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px"></a><figcaption id="caption-attachment-7710" class="wp-caption-text">Masjid Khusus Wanitapun tidak selamat dari mereka</figcaption></figure>
<figure id="attachment_7711" aria-describedby="caption-attachment-7711" style="width: 300px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2011/12/dammaj4.jpg"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-7711" title="dammaj4" src="https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2011/12/dammaj4-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" srcset="https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2011/12/dammaj4-300x225.jpg 300w, https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2011/12/dammaj4.jpg 577w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px"></a><figcaption id="caption-attachment-7711" class="wp-caption-text">Mobil yang biasa digunakan untuk alat tranportasi dakwah</figcaption></figure>
<figure id="attachment_7712" aria-describedby="caption-attachment-7712" style="width: 225px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2011/12/dammaj5.jpg"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-7712" title="dammaj5" src="https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2011/12/dammaj5-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" srcset="https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2011/12/dammaj5-225x300.jpg 225w, https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2011/12/dammaj5.jpg 625w" sizes="(max-width: 225px) 100vw, 225px"></a><figcaption id="caption-attachment-7712" class="wp-caption-text">Salah satu rumah penduduk Dammaj</figcaption></figure>
<p>—</p>
<p>Penyusun: Ustadz Abu Sa’ad M. Nur Huda, MA.<br>
Artikel <a href="https://muslim.or.id">Muslim.Or.Id</a></p>
 