
<p><strong>Pertanyaan:</strong><br>
Assalamu'alaikum ustadz, mau numpang tanya ustadz tentang masalah hukum jabat tangan yg bukan muhrim kita.<br>
Apakah hukumnya jabat tangan antara seorang guru dengan muridnya, ustadz?</p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « كُلُّ ابْنِ آدَمَ أَصَابَ مِنَ الزِّنَا لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنُ زِنَاهَا النَّظَرُ وَالْيَدُ زِنَاهَا اللَّمْسُ وَالنَّفْسُ تَهْوَى وَتُحَدِّثُ وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ أَوْ يُكَذِّبُهُ الْفَرْجُ ».</p>
<p>Dari Abu Hurairah, Rasulullah <em>shallallahu 'alaihi wa sallam</em> bersabda, “<em>Setiap orang pasti pernah ‘berzina’. Zina mata adalah pandangan terlarang. Zina tangan adalah sentuhan. Sedangkan hati berkeinginan dan berangan-angan. Sedangkan kemaluanlah yang membenar dan mendustakannya</em>” [HR Ahmad no 8582, dinilai sahih oleh Syaikh Syuaib al Arnauth].</p>
<p>Dalam hadits di atas Nabi <em>shallallahu 'alaihi wa sallam</em> menamai perbuatan menyentuh wanita yang tidak halal disentuh dengan sebutan ‘<strong>zina tangan</strong>’. Hal ini menunjukkan bahwa menyentuh wanita yang tidak halal untuk disentuh adalah tindakan yang hukumnya haram. Ketentuan ini bersifat umum baik antara guru dengan murid atau pun selainnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://ustadzaris.com">www.ustadzaris.com</a> </p>
 