
<p><strong>Tanya:</strong></p>
<p><em> Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.</em><br>
Ustadz, apakah boleh suami melihat kemaluan istri atau sebaliknya dalam mandi bersama?</p>
<p>(0507412080)</p>
<p><!--more--><strong>Jawab:</strong></p>
<p><span> Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu.</span></p>
<p><span> Boleh bagi suami melihat kemaluan istri atau sebaliknya dalam mandi bersama dan dalam keadaan yang lain.<br>
Seorang sahabat yang bernama Mu’awiyah bin Haidah Al-Qusyairy pernah bertanya kepada Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>,</span></p>
<p><span> “Ya Rasulullah, aurat kami manakah yang harus kami tutup dan manakah yang boleh kami buka?” Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda:</span></p>
<p class="arab" style="text-align: right;">احْفَظْ عَوْرَتَكَ إِلَّا مِنْ زَوْجَتِكَ أَوْ مَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ<br>
<em></em></p>
<p><span>Artinya:<em> “Tutuplah auratmu kecuali dari istrimu atau budak perempuanmu.” </em>(HR. Abu Dawud, At-Tirmidzy, dan Ibnu Majah, dan dihasankan oleh Syeikh Al-Albany)<br>
</span></p>
<p><span>Hadits ini menunjukkan bolehnya istri melihat aurat suami dan bolehnya budak wanita melihat aurat sayyidnya (majikan), demikian pula suami atau majikan boleh melihat aurat istri dan budak wanitanya. (lihat <em>Kitab Aunul Ma’bud</em> 11 / 39).</span></p>
<p><span> Wallahu a’lam.</span></p>
<p>Ustadz Abdullah Roy, Lc.</p>
<p>Sumber: tanyajawabagamaislam.blogspot.com</p>
 