
<h2><span style="font-size: 21pt;"><strong>Fatwa Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin -rahimahullah-</strong></span></h2>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><b>Soal:</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Bolehkah menerima hadiah dari orang yang kita ketahui dia bermuamalah dengan riba?</span></p>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><b>Jawab:</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Iya, hal itu diperbolehkan. Dibolehkan bagi seseorang untuk menerima hadiah dari orang yang bermuamalah riba. Dan boleh pula berjual-beli dengannya. Dan boleh juga menerima undangannya. Karena Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">Shallallahu’alaihi Wasallam </span></i><span style="font-weight: 400;">pun menerima hadiah dari orang Yahudi. Dan juga beliau membeli barang dari orang Yahudi. Maka beliau bermuamalah dengan mereka.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kecuali, jika kita tahu pasti bahwa andaikan kita menjauh darinya, tidak mau berjual-beli dengannya, tidak mau menerima hadiahnya, kemudian dia akan meninggalkan riba, maka ketika itu seharusnya demikianlah yang dilakukan. Yaitu, jangan berjual-beli dengannya, jangan menerima hadiahnya, karena ini adalah bentuk saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan.</span></p>
<p><strong>Sumber:</strong></p>
<p><a href="https://www.youtube.com/watch?v=aLCrQ-8ZcvY"><span style="font-weight: 400;">https://www.youtube.com/watch?v=aLCrQ-8ZcvY</span></a></p>
<p><strong>Penerjemah:<span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/author/yulian-purnama-s-kom" data-darkreader-inline-color=""> Yulian Purnama</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel<span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/author/yulian-purnama-s-kom" data-darkreader-inline-color=""> Muslim.or.id</a></span></strong></p>
 