
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p><em>Assalamu ‘alaikum warahmatullah wabarakatuh</em>. Izin bertanya. Bagaimana hukumnya jika seseorang wanita memiliki kebiasaan bersiul? Terima kasih. <em>Wassalamu ‘alaikum  warahmatullah wabarakatuh.</em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em>Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh.</em></p>
<p><em>Bismillah.</em> Bersiul termasuk perbuatan yang dibenci. Ibnu Muflih mengatakan, dalam <em>Al-Adab Asy-Syar’iyah,</em> bahwa Syekh Abdul Qadir mengatakan, “Bersiul dan tepuk tangan adalah dua perbuatan yang dibenci.” (<em>Adab Syar’iyah,</em> 4:57)</p>
<p>Di antara dalilnya adalah:</p>
<p>1. Allah mencela kebiasaan orang musyrikin yang suka bersiul dan bertepuk tangan. Allah berfirman,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">وَمَا كَانَ صَلاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ إِلَّا مُكَاءً وَتَصْدِيَةً</p>
<p>“<em>Tiada ibadah (yang) mereka (lakukan) di Baitullah kecuali sebatas bersiul dan bertepuk tangan</em>.” (QS. Al-Anfal:35).</p>
<p>2. Terdapat riwayat bahwa bersiul merupakan kebiasaan kaum Nabi Luth<em> ‘alaihis salam.</em></p>
<p>Hukum di atas, berlaku baik untuk laki-laki maupun wanita. <em>Allahu a’lam.</em></p>
<p>Dijawab oleh Tim Dakwah Konsultasi Syariah<br>
Arsip <a href="www.KonsultasiSyariah.com" target="_self">www.KonsultasiSyariah.com</a></p>
 