
<p><em>Siapa yang bilang jadi orang kafir itu enak?</em><br>
<em>Jauh dari rahmat ilahi</em><br>
<em>Tak shalat lima kali sehari</em><br>
<em>Aurat tak dihijabi</em><br>
<em>Halal-haram tak dipeduli</em></p>
<p><em>Siapa yang bilang jadi muslim itu susah?</em><br>
<em>Padahal perkara duniawi dan ukhrawi semuanya serba tertata</em><br>
<em>Jelas siapa yang disembah, hanya Allah yang Maha Esa</em><br>
<em>Lelaki muslim mulia karena kerja kerasnya</em><br>
<em>Wanita muslimah terjaga kehormatannya</em><br>
<em>Anak-anak dipelihara hak-haknya</em><br>
<em>Orang tua dihormati keberadaannya</em><br>
<em>Halal-haram jelas perbedaannya</em><br>
<em>Surga tempat kembalinya</em></p>
<p><em>Sekiranya seseorang beranggapan syariat Allah itu menyusahkan</em><br>
<em>Pasti ada yang tak beres dengan fitrahnya sebagai makhluq Ar-Rahman</em><br>
<em>Sebenarnya dia yang belum tahu semua hikmah ketetapan Al-Hakim Al-‘Alim</em><br>
<em>Maka seharusnya dialah yang menyelam ke dalam hatinya kelam</em><br>
<em>Lalu kembali ke permukaan mencari cahaya hidayah yang luar biasa terang.</em></p>
<p class="arab" dir="RTL" align="center"><strong>طه ( 1 )</strong></p>
<p class="arab" dir="RTL" align="center"><strong> مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآَنَ لِتَشْقَى ( 2 )</strong></p>
<p class="arab" dir="RTL" align="center"><strong> إِلَّا تَذْكِرَةً لِمَنْ يَخْشَى ( 3 )</strong></p>
<p align="center"><em>“Thaha. </em><br>
<em>Tidaklah Kami turunkan Alquran kepadamu untuk memberatkanmu. </em></p>
<p><em>Melainkan sebagai pengingat bagi siapa saja yang takut (kepada Allah).”</em> (Q.s. Thaha: 1–3)</p>
<p><strong>Hanya sebatas sangkaan</strong></p>
<p>Orang-orang musyrik menyangka syariat Allah itu menyusahkan; diturunkan bagi manusia semata untuk menambah beban. Padahal kenyataan yang ada adalah sebaliknya; ilmu yang diajarkan Allah mendatangkan kebaikan yang sungguh banyak. Telah diriwayatkan dari Mu’awiyah dalam dua kitab Ash-Shahih; dia berkata, “Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab"><strong> “من يُرد الله به خيرًا يفقهه في الدين</strong></p>
<p>‘<em>Barang siapa yang diinginkan Allah kebaikan baginya maka dia akan dijadikan paham terhadap (ilmu) agama</em>.’”</p>
<p>Diriwayatkan dari Tsa’labah bin Al-Hakam; dia berkata, “Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab"><strong>يقول الله تعالى للعلماء يوم القيامة إذا قعد على كرسيه لقضاء عباده: إني لم أجعل علمي وحكمتي فيكم ( 5 ) إلا وأنا أريد أن أغفر لكم على ما كان منكم، ولا أبالي</strong></p>
<p><em>‘Allah Ta’ala berfirman kepada ulama pada hari kiamat –saat Allah duduk di Kursi-Nya untuk memutuskan perkara hamba-hamba-Nya–, ‘Aku tak menjadikan ilmu dan hikmah-Ku turun kepada Kalian melainkan Aku ingin mengampuni kalian dengannya. Jangan menolak-Ku!’”</em> (<em>Al-Mu’jam Al-Kabir</em>, 2:84; Al-Haitsami berkomentar dalam <em>Al-Majma’</em>, 1:126, “Para periwayatnya <em>tsiqah</em>.”)</p>
<p>Tentang firman Allah dalam surat Thaha ayat kedua, Qatadah menjelaskan, “Demi Allah! Dia tak membuat (manusia) susah. Akan tetapi Dia menjadikannya rahmat dan cahaya serta petunjuk menuju surga.” (<em>Tafsir Ibnu Katsir</em>, 5:272)</p>
<p>Tentang ayat ketiga, Qatadah juga menjelaskan, “Sesungguhnya Allah menurunkan kitab-Nya serta mengutus rasul-rasul-Nya sebagai rahmat yang menjadi bentuk kasih-Nya kepada para hamba. Supaya orang-orang mengingat (Allah) dan manusia memperoleh manfaat dari ayat yang didengarnya dari Kitabullah. Itulah peringatan yang diturunkan Allah; di dalamnya terkandung hal-hal yang dihalalalkan-Nya dan hal-hal yang diharamkan-Nya.” (<em>Tafsir Ibnu Katsir</em>, 5:272)</p>
<p>Bukan hanya pada zaman ini. Sejak zaman jahiliah pun, orang kafir mencibir kaum muslimin atas ketundukan mereka kepada syariat Allah.</p>
<p>“Sungguh engkau benar-benar susah karena telah meninggalkan agama (nenek moyang) kita!” Demikianlah lontaran ucapan Abu Jahal dan An-Nadhr bin Al-Harits kepada Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> itu tatkala melihat panjangnya ibadah dan kesungguhan beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Omongan serampangan itu menjadi sebab turunnya surat Thaha ayat pertama dan kedua. (Lihat <em>Asbabun Nuzul</em>, 1:205)</p>
<p>Sungguh tiada hiburan yang paling menghibur melainkan pembelaan Allah atas hamba-hamba-Nya yang shalih lagi patuh.</p>
<p>Sewaktu Alquran turun kepada Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dan para sahabatnya berdiri lalu mendirikan shalat. Melihat itu, berkatalah orang-orang kafir Quraisy, “Tidaklah Allah menurunkan Al Quran ini kepada Muhammad melainkan untuk menyusahkannya.” Oleh karena peristiwa ini, Allah menurunkan firman-Nya, “<em>Thaha. Tidaklah Kami turunkan Alquran kepadamu untuk menyusahkanmu</em>.” (Lihat <em>Asbabun Nuzul</em>, 1:205)</p>
<p><strong>Hidayah dan kesesatan jelas berbeda</strong></p>
<p>Ibnul Qayyim menguraikan pembahasan yang menarik dalam kitab beliau, <em>Al-Fawaid</em>:</p>
<p>Hidayah pertanda rahmat, kesesatan pertanda kesusahan.</p>
<p>Sebagaimana Allah <em>Subhanah</em> menggandengkan petunjuk dan ketakwaan serta kesesatan dan penyimpangan, maka demikian pula Allah menyandingkan petunjuk dan ramhat serta kesesatan dan  kesusahan.</p>
<p>Pertama, Firman-Nya,</p>
<p class="arab"><strong> « أولئك على هدى من ربهم وأولئك هم المفلحون » البقرة : الآية رقم : 5 ،</strong></p>
<p><em> “Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.”</em> (Q.s. Al-Baqarah: 5)</p>
<p class="arab"><strong>  وقال : « أولئك عليهم صلوات من ربهم ورحمة وأولئك هم المهتدون » البقرة : الآية رقم : 157 . </strong></p>
<p>Firman-Nya, <em>“Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”</em> (Q.s. Al-Baqarah: 157)</p>
<p>Dia berfirman tentang orang-orang mu’min,</p>
<p class="arab"><strong> « ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب » آل عمران : الآية رقم : 8 ، </strong></p>
<p><em> “(Mereka berdoa), ‘Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau. karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).’”</em> (Q.s. Ali Imran: 8)</p>
<p>Dia berfirman,</p>
<p class="arab"><strong> « ربنا آتنا من لدنك رحمة وهيئ لنا من أمرنا رشدا » الكهف : الآية رقم : 10 ، </strong></p>
<p><em> “(Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdo’a, ‘Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).’” </em>(Q.s. Al-Kahfi: 10)</p>
<p>Dia berfirman,</p>
<p class="arab"><strong>  « لقد كان في قصصهم عبرة لأولي الألباب ما كان حديثا يفترى ولكن تصديق الذي بين يديه وتفصيل كل شيء وهدى ورحمة لقوم يؤمنون » سورة يوسف : الآية رقم : 111 ، </strong></p>
<p><em> “Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.”</em> (Q.s. Yusuf: 111)</p>
<p>Dia berfirman,</p>
<p class="arab"><strong> « وما أنزلنا عليك الكتاب إلا لتبين لهم الذي اختلفوا فيه وهدى ورحمة لقوم يؤمنون » النحل : الآية رقم : 64 </strong></p>
<p><em> “Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al Qur’an) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.”</em> (Q.s. An-Nahl: 64)</p>
<p>Dia berfirman,</p>
<p class="arab"><strong> « ونزلنا عليك الكتاب تبيانا لكل شيء وهدى ورحمة وبشرى للمسلمين » النحل : الآية رقم : 89 ، </strong></p>
<p><em> “Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.”</em> (Q.s. An-Nahl: 89)</p>
<p>Dia berfirman,</p>
<p class="arab"><strong> « يا أيها الناس قد جاءتكم موعظة من ربكم وشفاء لما في الصدور ورحمة للمؤمنين » يونس : الآية رقم : 57 ، </strong></p>
<p><em> “Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.”</em> (Q.s. Yunus: 57)</p>
<p>Kemudian Allah Subhanah mengulang kembali penyebutan kedua hal tersebut. Dia berfirman,</p>
<p class="arab"><strong>  « قل بفضل الله وبرحمته فبذلك فليفرحوا » يونس : الآية رقم : 58 .</strong></p>
<p><em> “Katakanlah, ‘Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira.’”</em> (Q.s. Yunus: 58)</p>
<p>Generasi salaf mengungkapkan beragam tafsir untuk “<em>al-fadhl</em>” (keutamaan) dan “<em>rahmah</em>” (rahmat). Yang shahih, keduanya bermakna petunjuk (<em>al-huda</em>) dan nikmat (<em>an-ni’mah</em>). Keutamaan dari-Nya adalah hidayah-Nya, rahmat-Nya dalah nikmat-Nya/ oleh karena itu, Allah menyandingkan hidayah dan nikmat sebagaimana dalam firman-Nya di surat Al-Fatihah,</p>
<p class="arab"><strong>  « اهدنا الصراط المستقيم صراط الذين أنعمت عليهم » الفاتحة : الآية رقم : 6 .</strong></p>
<p><em> “Tunjukilah kami jalan yang lurus, ….”</em> (Q.s. Al-Fatihah: 6)</p>
<p>Di antaranya adalah firman-Nya kepada Nabi-Nya untuk mengingatkannya atas nikmat Allah kepadanya,</p>
<p class="arab"><strong>  « ألم يجدك يتيما فآوى ووجدك ضالا فهدى، ووجدك عائلا فأغنى » الضحى : الآية رقم : 6 ، 7 ، 8 </strong></p>
<p><em> “Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung , lalu Dia memberikan petunjuk.Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.”</em> (Q.s. Adh-Dhuha: 6—8)</p>
<p>Allah menggabungkan hidayah dan nikmat dengan kecukupan dan kekayaan.</p>
<p>Ayat lain yang menyatakan penjelasan ini adalah firman Allah tentang perkataan Nabi Nuh <em>‘alaihissalam</em>,</p>
<p class="arab"><strong> « يا قوم أرأيتم إن كنت على بينة من ربي وآتاني رحمة من عنده » هود : الآية رقم : 28 ، : </strong></p>
<p><em> “Wahai kaumku, bagaimana pikiranmu, jika aku ada mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku, dan diberinya aku rahmat dari sisi-Nya, ….”</em> (Q.s. Hud: 28)</p>
<p>Juga tentang ucapan Syu’aib,</p>
<p class="arab"><strong> « أرأيتم إن كنت على بينة من ربي ورزقني منه رزقا حسنا» هود : الآية رقم : 88 ، </strong></p>
<p><em> “Wahai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan dianugerahi-Nya aku dari pada-Nya rezki yang baik (patutkah aku menyalahi perintah-Nya)?”</em> (Q.s. Hud: 88)</p>
<p>Juga firman Allah tentang Nabi Khidhir,</p>
<p class="arab"><strong> « فوجدا عبدا من عبادنا آتيناه رحمة من عندنا وعلمناه من لدنا علما » الكهف : الآية رقم : 65 ، </strong></p>
<p><em> “Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.”</em> (Q.s. Al-Kahfi: 65)</p>
<p>Firman Allah kepada Rasul-Nya,</p>
<p class="arab"><strong> « إنا فتحنا لك فتحا مبينا، ليغفر لك الله ما تقدم من ذنبك وما تأخر ويتم نعمته عليك ويهديك صراطا مستقيما، وينصرك الله نصرا عزيزا » الفتح : الآية رقم : 1 ، 2 ، 3 ، </strong></p>
<p><em> “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang, serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus, juga supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak).”</em> (Q.s. Al-Fath: 1—3)</p>
<p>Firman-Nya,</p>
<p class="arab"><strong> « وأنزل الله عليك الكتاب والحكمة وعلمك ما لم تكن تعلم وكان فضل الله عليك عظيما » النساء : الآية رقم : 113 ، </strong></p>
<p><em> “Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu.”</em> (Q.s. An-Nisa’: 113)</p>
<p>Firman-Nya,</p>
<p class="arab"><strong> « ولولا فضل الله عليكم ورحمته ما زكى منكم من أحد أبدا » النور : الآية رقم : 21 ، </strong></p>
<p><em> “Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya,….”</em> (Q.s. An-Nur: 21)</p>
<p>Keutamaan-Nya adalah hidayah-Nya dan rahmat-Nya adalah nikmat-Nya. Kebaikan dari-Nya berupa keutamaan dan rahmat yang Dia karuniakan kepada mereka (hmaba-hamba-Nya),</p>
<p class="arab"><strong> « فإما يأتينكم مني هدى فمن اتبع هداي فلا يضل ولا يشقى » طه : الآية رقم : 123 ، </strong></p>
<p><em> “… Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.”</em> (Q.s. Thaha: 123)</p>
<p>Hidayah adalah lawan kesesatan. Sedangkan rahmat lawan dari kesusahan. Kandungan ini tersirat di awal surat Thaha,</p>
<p class="arab"><strong>« طه ، ما أنزلنا عليك القرآن لتشقى » طه : الآية رقم : 1 ، 2</strong></p>
<p><em>“Thaha . Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu agar kamu menjadi susah.”</em> (Q.s. Thaha: 1—2)</p>
<p>Ibnul Qayyim melanjutkan dengan uraian yang sangat manis, “Dia (Allah) menggabungkan turunnya Al-Qur’an kepadanya (Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>) dengan penafian rasa susah dari diri beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Sebagaimana Dia berfirman di akhir surat Thaha tentang kesungguhan ittiba’ beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> (terhadap syariat Allah),</p>
<p class="arab"><strong> « فلا يضل ولا يشقى» .</strong></p>
<p><em> ‘… Maka ia <strong>tidak akan</strong> sesat dan <strong>tidak akan</strong> celaka.’</em> (Q.s. Thaha: 123)</p>
<p>Hidayah, keutamaan, nikmat, dan rahmat adalah hal-hal yang saling berkaitan, tak terpisahkan satu sama lain. Serupa dengan itu, kesesatan dan kesusahan akan saling bertautan, tak terpisahkan satu sama lain.”</p>
<p><em>Maraji’</em>:</p>
<ul>
<li>Al-Fawaid, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, ِAl-Maktabah Asy-Syamilah.</li>
<li>Asbabun Nuzul Al-Qur’an, Al-Wahidi, Al-Maktabah Asy-Syamilah.</li>
<li>Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, Ibnu Katsir</li>
</ul>
<p>***<br>
Artikel Muslimah.Or.Id<br>
Penulis: Athirah Ummu Asiyah<br>
Muroja’ah: Ustadz  Ammi Nur Baits</p>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 