
<p>Ini adalah bacaan ketika rukuk dan sujud sebagai pengamalan dari surah An-Nashr ayat terakhir. Yuk pelajari dari kitab Bulughul Maram.</p>
<p> </p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;"><strong>Bulughul Maram karya Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;"><strong>Kitab Shalat</strong></span></p>
<p align="center"><strong><span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-size: 18pt;">بَابُ صِفَةِ الصَّلاَةِ</span></strong></p>
<p style="text-align: center;" align="center"><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/tag/buluhul-maram-cara-shalat" target="_blank" rel="noopener"><span style="font-size: 18pt;"><strong>Bab Sifat Shalat</strong></span></a></span></p>

<p> </p>
<h2>Bacaan Rukuk dan Sujud Sekaligus</h2>
<h3>Hadits #294</h3>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي رُكُوعِهِ وَسُجُودِهِ: «سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي». مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.</span></p>
<p>Dari ‘Aisyah <em>radhiyallahu ‘anha,</em> ia berkata, “Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> <strong>dalam rukuk dan sujudnya</strong> membaca ‘SUBHAANAKALLOHUMMA ROBBANAA WA BIHAMDIKA, ALLOHUMMAGH-FIRLII’ (artinya: Mahasuci Engkau Ya Allah, Rabb kami dengan memuji-Mu, Ya Allah, ampunilah aku).” (<em>Muttafaqun ‘alaih</em>). [HR. Bukhari, no. 817 dan Muslim, no. 484]
</p>
<p> </p>
<h3><strong>Hadits lainnya:</strong></h3>
<p>‘Aisyah <em>radhiyallahu ‘anha</em> mengatakan,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكْثِرُ أَنْ يَقُولَ فِي رُكُوعِهِ وَسُجُودِهِ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي يَتَأَوَّلُ الْقُرْآنَ</span></p>
<p>“Saat rukuk dan sujud, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> memperbanyak membaca doa: ‘SUBHAANAKALLOHUMMA ROBBANAA WA BIHAMDIKA, ALLOHUMMAGH-FIRLII (artinya: Mahasuci Engkau Ya Allah, Rabb kami dengan memuji-Mu, Ya Allah, ampunilah aku)’, ini sebagai pengamalan perintah Al-Qur’an.” (HR. Bukhari, no. 4968 dan Muslim, no. 484. Imam Nawawi <em>rahimahullah</em> memberikan judul bab dalam Shahih Muslim untuk hadits ini, Bab “<em>Bacaan ketika rukuk dan sujud</em>”).</p>
<p>Yang menunjukkan hal ini adalah hadits dalam <em>shahihain </em>disebutkan,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">مَا صَلَّى النَّبِيُّ صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلاَةً بَعْدَ أَنْ نَزَلَتْ عَلَيْهِ: {{إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ *}} [النصر: 1] إِلاَّ يَقُوْلُ فِيْهَا: «سُبْحَانَكَ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي»</span></p>
<p>“Setelah turun surah An-Nashr, Nabi<em> shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> melakukan shalat lalu rutin membaca ‘SUBHAANAKA ROBBANAA WA BIHAMDIKA, ALLOHUMMAGH-FIRLII’ (artinya: Mahasuci Engkau, Rabb kami dengan memuji-Mu, Ya Allah, ampunilah aku).” (HR. Bukhari, no. 4667 dan Muslim, no. 219, 484)</p>
<p> </p>
<h3>Faedah hadits</h3>
<ol>
<li>Hadits ini menunjukkan disyariatkannya untuk orang yang shalat membaca “SUBHAANAKALLOHUMMA ROBBANAA WA BIHAMDIKA, ALLOHUMMAGH-FIRLII” ketika rukuk dan sujud.</li>
<li>Hadits ini jadi dalil boleh memperbanyak doa semacam itu.</li>
<li>Hadits ini jadi dalil boleh berdoa ketika rukuk dengan doa yang <em>ma’tsur</em> (berdasarkan dalil). Walaupun doa ketika sujud itu lebih banyak karena kita diperintahkan bersungguh-sungguh dalam doa saat sujud. Hadits sebelumnya menjelaskan bahwa kita diperintahkan untuk mengagungkan Rabb kita saat rukuk.</li>
</ol>
<p> </p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>Baca juga:</strong></span></p>
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;"><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/16715-faedah-bacaan-saat-rukuk-dan-sujud.html" target="_blank" rel="noopener">Bacaan Ketika Rukuk dan Sujud</a></strong></span></li>
<li><span style="color: #ff0000;"><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/1004-faedah-tafsir-surat-an-nashr-jika-datang-pertolongan-allah-pada-fathul-makkah.html" target="_blank" rel="noopener">Tafsir Surah An-Nashr</a></strong></span></li>
</ul>
<h3></h3>
<h3>Referensi:</h3>
<ul>
<li>
<em>Minhah Al-‘Allam fi Syarh Bulugh Al-Maram.</em> Cetakan pertama, Tahun 1432 H. Syaikh ‘Abdullah bin Shalih Al-Fauzan. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Jilid Ketiga. 3:96.</li>
</ul>
<p>—</p>
<p>Rabu pagi, 24 Jumadal Ula 1443 H, 29 Desember 2021</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://darushsholihin.com">@ Darush Sholihin Panggang Gunungkidul</a></span></p>
<p><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/about-me">Muhammad Abduh Tuasikal</a></span></p>
<p>Artikel<span style="color: #ff0000;"> <a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com">Rumaysho.Com</a></span></p>
 