
<p>Bagaimana hukum meludah di lantai masjid? Kali ini kita bahas kembali hadits dari Bulughul Maram mengenai hukum seputar masjid.</p>
<p> </p>
<div>
<p align="center"><span style="font-size: 18pt;"><strong>Bulughul Maram karya Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani</strong></span></p>
</div>
<div>
<p align="center"><span style="font-size: 18pt;"><strong>Kitab Shalat</strong></span></p>
</div>
<div>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">بَابُ المسَاجِدِ</p>
</div>
<div>
<p align="center"><span style="color: #ff0000;"><strong><span style="font-size: 18pt;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/tag/bulughul-maram-shalat" target="_blank" rel="noopener">Bab Seputar Masjid</a></span></strong></span></p>

</div>
<h2>Hukum Meludah di dalam Masjid</h2>
<h3>Hadits #262</h3>
<p> </p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">وَعَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْبُزَاقُ فِي الْمَسْجِدِ خَطِيئَةٌ وَكَفَّارَتُهَا دَفْنُهَا». مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.</p>
<p>Dari Anas <em>radhiyallahu ‘anhu,</em> ia berkata, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, “<em>Meludah dalam masjid adalah sebuah kesalahan, maka menebusnya (dendanya) adalah dengan menimbunnya (menutupnya) dengan tanah.</em>” (<em>Muttafaqun ‘alaih</em>) [HR. Bukhari, no. 415 dan Muslim, no. 552]
</p>
<p> </p>
<h3>Faedah hadits</h3>
<ol>
<li>Hendaklah seorang muslim tidak meludah di (lantai) masjid.</li>
<li>Hal ini disamakan dengan tidak boleh menghinakan masjid dan orang yang di dalamnya.</li>
<li>Meludah di (lantai) masjid termasuk dosa yang dicatat.</li>
<li>Kalau memang ingin meludah, hendaklah meludah ke sapu tangan atau di pakaiannya.</li>
<li>Kalau lantai masjid masih berupa tanah, lalu meludah di lantai, hendaklah ludah tersebut dipendam agar tidak mengganggu yang lain.</li>
</ol>
<p><strong><span style="font-size: 14pt;">Baca juga: <span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/29985-bulughul-maram-shalat-masjid-tidak-boleh-dikotori-buktinya-tidak-boleh-ada-hukuman-had-di-masjid.html" target="_blank" rel="noopener">Masjid Tidak Boleh Kotor</a></span></span></strong></p>
<p> </p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>Referensi:</strong></span></p>
<p><em>Minhah Al-‘Allam fii Syarh Bulugh Al-Maram</em>. Cetakan ketiga, Tahun 1431 H. Syaikh ‘Abdullah bin Shalih Al-Fauzan. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. 2:492-493.</p>
<p> </p>
<p>—</p>
<p>Selasa pagi, 12 Rabiul Awwal 1443 H, 19 Oktober 2021</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://darushsholihin.com">@ Darush Sholihin Pangggang Gunungkidul</a></span></p>
<p><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/about-me">Muhammad Abduh Tuasikal</a></span></p>
<p>Artikel<span style="color: #ff0000;"> <a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com">Rumaysho.Com</a></span></p>
 