
<p><strong>Hukum Memanfaatkan Bunga Bank untuk Biaya Administrasi</strong></p>
<p><em>Assalamualaikum Warohmatullohi Wa Barokaatuh,</em><br> <em><br>
 Ustadz apa hukumnya menggunakan bunga bank untuk membayar pajak bunga<br>
atau biaya kartu ATM dibank,apakah itu termasuk memakan riba,<br>
Jazakumullohu khoiron.</em><br> <em> Wassalamualaikum Warohmatullohi Wa Barokaatuh.</em></p>
<p>Dari: Abu Umair</p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em>Wa alaikumus salam Warohmatullohi Wa Barokaatuh</em></p>
<p><em>Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,</em><br data-mce-bogus="1"></p>
<p>Prinsip<br>
 utama yang perlu untuk selalu kita perhatikan, bahwa bunga bank yang<br>
ada di rekening nasabah, sama sekali bukan hartanya. Karena itu, nasabah<br>
 sama sekali tidak dibenarkan menggunakan uang bunga tersebut, untuk<br>
setiap kepentingan yang manfaatnya kembali kepada dirinya, apapun<br>
bentuknya.</p>
<p>Dalam masalah pajak misalnya, bisa jadi ada sebagian<br>
wajib pajak yang dia merasa didzalimi dengan adanya beban pajak yang<br>
menjadi kewajibannya. Namun dia tidak boleh menutupi kewajiban pajaknya<br>
dengan menggunakan bunga bank. Karena bunga bank ini bukan miliknya,<br>
sehingga tidak boleh dia gunakan untuk membayar kewajiban pajaknya,<br>
sehingga ada manfaat bunga bank itu yang kembali kepada dirinya.<br>
Sementara kaidah yang berlaku, kita tidak boleh menghilangkan kedzaliman<br>
 dengan mendzalimi orang lain.</p>
<p>Dr. Muhamad Ali Farkus – ulama al-Jazair – pernah ditanya tentang hukum membayar pajak dengan bunga. Jawaban beliau,</p>
<p class="arab">أمّا<br>
 إذا تولّدت على أمواله المودعة في البنك زيادة ربوية، فالواجب أن يتوب من<br>
ظلمه بأكله أموال الناس بالباطل، وتتوقف توبته على التخلص من المال الحرام<br>
الذي ليست له ولا للبنك صفة المالك، وإنما المال الحرام مال عام يرجع فيه<br>
إلى المرافق العامة، ومنافع المسلمين، ومصالحهم، أو الفقراء والمساكين عند<br>
تعذر ذلك بالنظر إلى عدم معرفة الأشخاص الذي ظلموا في هذه المعاملات<br>
الربوية وأخذت منهم زيادات ربوية.</p>
<p>“Jika uang yang disimpan<br>
menghasilkan tambahan bunga (riba) maka pemiliknya wajib bertaubat dari<br>
kedzalimannya, karena memakan uang orang lain dengan cara yang tidak<br>
benar. Bukti taubatnya adalah dengan membersihkan diri dari harta haram<br>
yang bukan miliknya dan tidak pula milik bank. Akan tetapi uang haram<br>
ini menjadi harta umum, yang harus dikembalikan untuk kepentingan umum<br>
kaum muslimin atau diberikan kepada fakir miskin. Mengingat tidak<br>
mungkin (dikembalikan ke pemilik), karena tidak diketahuinya siapa orang<br>
 yang didzalimi dalam transaksi riba ini, dan siapa yang hartanya<br>
diambil untuk bunga tersebut.”</p>
<p>Beliau melanjutkan,</p>
<p class="arab">ولما<br>
 كانت الزيادات الربوية مالا عاما يملكه عموم المسلمين، فلا يستطيع بملك<br>
الغير أن يسدّد به الضرائب التي فرضت عليه على وجه الاعتداء أيضا</p>
<p>“Karena<br>
 uang riba yang ditambahkan adalah uang umum yang dimiliki seluruh kaum<br>
muslimin, maka tidak mungkin seseorang menggunakan harta milik orang<br>
lain untuk membayar pajak yang menjadi beban kewajibannya, yang juga<br>
dipungut secara dzalim.”</p>
<p>*<em>Sumber: http://ferkous.com/ fatwa no. 120</em></p>
<p>Demikian<br>
 pula yang difatwakan dalam Fatawa Syabakah Islamiyah di bawah bimbingan<br>
 Syaikh Dr. Abdullah al-Faqih. Dalam fatwanya no. 23036 dinyatakan:</p>
<p class="arab">تغطية هذه الضرائب من فوائد البنك فلا يجوز، لما في دفعها من الحماية لماله، وبالتالي اتنفاعه من هذه الفوائد المحرمة</p>
<p>“Membayar<br>
 pajak dengan bunga bank, hukumnya tidak boleh, karena pembayaran pajak<br>
akan memberikan perlindungan bagi harta pemiliknya, sehingga dia telah<br>
memanfaatkan riba yang haram ini.”</p>
<p>Kita semua sepakat bahwa biaya<br>
administrasi bank atau biaya apapun yang dibebankan kepada nasabah<br>
adalah kewajiban yang harus dibayarkan oleh nasabah kepada bank atas<br>
layanan yang diberikan bank kepadanya. Karena itu, menggunakan bunga<br>
bank untuk menutupi biaya administrasi bank, sama halnya menggunakan<br>
bunga riba itu untuk kepentingan pribadi kita dan itu hukumnya<br>
terlarang.</p>
<p>Allahu a’lam</p>
<p><strong>Dijawab oleh <a href="http://www.konsultasisyariah.com/hukum-memanfaatkan-bunga-bank-untuk-biaya-administrasi/">Ustadz Ammi Nur Baits</a></strong></p>
<p><strong>Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting <a title="Software Akuntansi Terbaik di Indonesia" href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="dofollow" data-mce-href="http://zahiraccounting.com/id/">Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</a>.</strong></p>
<blockquote>
<p>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</p>
<ul>
<li>SPONSOR hubungi: 081 326 333 328</li>
<li>DONASI hubungi: 087 882 888 727</li>
<li>Donasi<br>
 dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah<br>
Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial</li>
</ul>
</blockquote>
 