
<p>Bagaimana cara memandikan jenazah? Sebenarnya ada dua cara, ada sekadar memenuhi wajib. Ada juga yang menambahkan perkara sunnah di dalamnya. Kali ini kita bahas cara memandikan jenazah yang pertama.</p>
<p> </p>
<h4 style="text-align: center;">Ada dua cara memandikan jenazah:</h4>
<ol>
<li>Mandi yang hanya memenuhi rukun (al-ghuslu al-adna).</li>
<li>Mandi yang sempurna.</li>
</ol>
<p> </p>
<h4 style="text-align: center;">Mandi yang memenuhi rukun</h4>
<p>yaitu mandi yang sekadar memenuhi wajib, dan mengangkat dosa.</p>
<p> </p>
<h4 style="text-align: center;">Caranya:</h4>
<ol>
<li>Menghilangkan najis pada jenazah jika ada.</li>
<li>Meratakan air pada seluruh tubuh jenazah.</li>
</ol>
<p> </p>
<h4 style="text-align: center;">Catatan:</h4>
<ol>
<li>Tidak disyaratkan untuk sahnya mandi adanya niat dari orang yang memandikan.</li>
<li>Boleh orang kafir untuk memandikan jenazah.</li>
<li>Maksud dari memandikan jenazah adalah nazhofah (membersihkan) sehingga seperti ini tidak butuh niat.</li>
<li>Memandikan jenazah tujuannya adalah untuk memuliakan dan membersihkan jenazah tersebut dan hukumnya wajib untuk setiap jenazah kecuali orang yang mati syahid di medan perang.</li>
<li>Tidak disyaratkan niat untuk memandikan jenazah bukan berarti tidak perlu memandikan orang yang mati karena tenggelam, tetap wajib untuk memandikannya. Karena perintah memandikan jenazah itu wajib, tetap orang-orang yang hidup wajib memandikan jenazah tadi. Karenanya kubur harus digali kembali untuk memandikan jenazah yang dikubur tanpa dimandikan. Namun kubur tidak perlu digali kembali, jika jenazah tidak dikafani.</li>
</ol>
<p> </p>
<h4 style="text-align: center;">Referensi:</h4>
<p style="text-align: center;"><em>Al-Mu’tamad fii Al-Fiqh Asy-Syafi’i.</em> Cetakan kelima, Tahun 1436 H. Prof. Dr. Muhammad Az-Zuhailiy. Penerbit Darul Qalam. 1:606-607.</p>
<p> </p>
<hr>
<p> </p>
<p>Disusun saat perlajanan Panggang – Jogja, 18 Dzulhijjah 1440 H, 19 Agustus 2019</p>
<p>Oleh: <a href="https://rumaysho.com/about-me" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p>Artikel <a href="http://Rumaysho.Com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Rumaysho.Com</a></p>
<p> </p>
 