
<p><b>Tips dari Zahir Accounting – <a href="http://zahiraccounting.com/id">Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</a></b></p>
<p>Fokus dalam berpikir menjadi hal yang sangat penting untuk<br>
menjalankan aktivitas. Konsentrasi penuh dipercayai dapat mempercepat<br>
proses penyelesaian tugas yang diemban pada saat itu. Kenyatannya untuk<br>
mendapatkan pikiran yang fokus tidak semudah yang dibayangkan, terlebih<br>
lagi bagi orang yang sensitif terhadap peristiwa-peristiwa yang menjadi<br>
pengganggu sekecil apapun itu. Berikut ini kami ingin membagi cara<br>
meningkatkan konsentrasi dalam bekerja dengan faktor luar sebagai<br>
pengganggu yang mesti diminimalisasi.</p>
<p>Pengganggu konsentrasi dapat disebabkan oleh dua perkara dasar yaitu <strong>Pengganggu dari Dalam</strong> dan <strong>Pengganggu dari Luar</strong>.<br>
 Pengganggu dari dalam atau intern berasal dari dalam diri dan penggangu<br>
 dari luar atau ekstern berasal dari keadaan sekitar Anda.</p>
<p><strong>Pengganggu dari Dalam</strong></p>
<p>Setiap<br>
 orang memiliki masalah pribadi yang beragam seperti masalah keluarga,<br>
beban hidup, keuangan, hingga percintaan. Tak ayal persoalan tersebut<br>
secara terpaksa tercurahkan kepada kegiatan pekerjaan di kantor. Sisi<br>
profesionalisme diuji dengan sangat untuk kasus ini. Mungkin yang sering<br>
 ditemui adalah pihak wanita entah dia menggerutu, cemberut, mudah<br>
marah, kalut, dsb. Seperti yang kita tahu bahwa wanita lebih menggunakan<br>
 perasaan dibandingkan dengan logika.</p>
<p>Selain faktor-faktor itu,<br>
pengganggu dari dalam bisa disebabkan oleh kurang cakapnya pegawai<br>
terhadap bidang pekerjaan yang dipegang. Fakta yang terjadi di lapangan<br>
pekerjaan banyak pegawai yang bekerja tidak berdasarkan latar belakang<br>
pendidikannya sehingga pegawai yang dimaksud akan menjadi galau bahkan<br>
bingung harus melakukan apa.</p>
<p>Dari hal itulah sukar sekali<br>
konsentrasi bekerja bahkan parahnya dapat mengakibatkan stres.  Ada<br>
beberapa cara mencegah atau setidaknya mengurangi dampak tersebut agar<br>
bekerja makin konsentrasi seperti:</p>
<p>1. Berdoa sebelum memulai pekerjaan. Ibadah ini menjadi hal yang diyakini paling efektif memberi ketenangan batin.</p>
<p>2.<br>
 Tahu diri. Ya, tahu diri dan sadar diri istilah lain dari muhasabah<br>
atau introspeksi. Dengan cara ini, pegawai diharapkan dapat menempatkan<br>
dirinya pada saat di rumah dan di kantor. Orang yang bisa menempatkan<br>
dirinya dengan benar dan bisa mengendalikan dirinya dalam berbagai<br>
situasi menandakan bahwa dia cakap menyesuaikan dirinya dengan enggan<br>
mencampuradukkan masalah pribadi dan kantor. Lupakan masalah pribadi<br>
atau simpan dalam-dalam masalah yang terjadi di luar kantor sehingga<br>
pikiran mudah fokus terhadap kegiatan kantor saja.</p>
<p>3. Jadilah<br>
orang yang disiplin. Orang yang disiplin mampu mengelola skala prioritas<br>
 tugas pekerjaan yang diemban. Meskipun skala prioritas telah ditetapkan<br>
 oleh perusahaan, kita harus tetap memiliki inisiatif yang tepat jika<br>
sewaktu-waktu ada proyek pekerjaan yang datang mendadak dan ini mungkin<br>
harus diprioritaskan. Denangan demikian setidaknya kita akan fokus.</p>
<p>4.<br>
 Rajin belajar dan menggali potensi. Belajar tidak harus di sekolah,<br>
tetapi belajar dapat dilakukan secara mandiri di rumah, di kantor, atau<br>
di manapun dan kapan pun ada kesempatan. Bahkan belajar dapat dilakukan<br>
dari adanya pengalaman. Membaca buku pengetahuan misalnya akuntansi<br>
dapat menambah wawasan kita akan kecakapan dalam bekerja khususnya dalam<br>
 bidang akuntansi juga. Orang yang memiliki wawasan luas akan cepat<br>
memahami apa yang akan dilakukannya sehingga dapat meminimalkan<br>
kemungkinan terjadinya kebingungan.</p>
<p><strong>Pengganggu dari Luar</strong></p>
<p>Tidak<br>
 ada kehidupan di dunia ini yang tidak diiringi dengan gangguan dari<br>
luar. Gangguan bisa diumpamakan sebagai risiko yang tanpa disadari dapat<br>
 hadir secara tiba-tiba sehingga diri kita pun akan terancam. Dalam<br>
pekerjaan, gangguan itu kerap terjadi entah itu teman sekerja yang<br>
terlalu mengintervensi pekerjaan kita, divisi lain yang lambat<br>
menjalankan tugasnya padahal divisi tersebut sangat berkaitan dengan<br>
divisi di mana kita ada di posisinya, divisi lain yang sering datang<br>
memberikan berkas tanpa terjadwal, atau sekadar pegawai lain yang sering<br>
 berlalu di sekitar tempat kerja kita.</p>
<p>Perlu siasat jitu untuk mengurangi frekuensi itu datang seperti:</p>
<p>1.<br>
 Bekerja di tempat yang jauh dari keramaian. Kerumunan orang biasanya<br>
identik dengan tempat kerja yang bersinggungan langsung dengan<br>
pelanggan. Ambil contohnya front office di bank atau toko. Itulah<br>
sebabnya mengapa perusahaan seperti ini memberikan ruang khusus back<br>
office.</p>
<p>2. Beri sekat sehingga tempat kerja akan berbentuk seperti<br>
 bilik. Hal ini dapat mengurangi terlihatnya orang yang berlalu di<br>
sekitar tempat kerja. Tentunya pandangan kita akan fokus ke pekerjaan<br>
kita sendiri.</p>
<p>3. Koordinasi dengan divisi lain agar setiap laporan<br>
 diberikan secara terjadwal sehingga kita pun akan tahu kapan laporan<br>
itu akan kita terima kecuali untuk hal yang mendesak.</p>
<p>4. Jika kita<br>
 bekerja di dalam ruangan khusus yang tertutup, sebaiknya tutup pintu<br>
ruangan agar suara bising mesin cetak, mesin foto kopi, atau suara orang<br>
 yang sedang bercakap-cakap tidak mengganggu konsentrasi.</p>
<p>Nah,<br>
inilah sekelumit cara meningkatkan konsentrasi dalam bekerja. Semoga<br>
dapat berguna bagi segenap pihak terutama bagi orang yang sukar<br>
konsentrasi dalam bekerja. <b>[<a href="http://zahiraccounting.com/id/blog/cara-meningkatkan-konsentrasi-dalam-bekerja/">Firman</a>]</b></p>
 