
<h2><strong>Cara Nabi Mengenali Umatnya Di Akhirat</strong></h2>
<p><em>Assalamu’alaikum..ada pertanyaan ustdz:</em></p>
<p><em>Ustadz bagaimana cara Nabi Muhammad mengenali umatnya nanti di akhirat, apalagi nanti manusia akan bekumpul bermilyaran-milyaran?</em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Segala puji bagi Allah atas keagungan sifat-sifat-Nya dan kemurahan anugerah-Nya, Shalawat dan Salam bagi Nabi Muhammad, berserta keluarga dan seluruh para sahabatnya.</p>
<p><em>Amma Ba’du:</em></p>
<p>Ketika hari kiamat terjadi seluruh manusia berkumpul dari awal penciptaan sampai akhir masa kehidupan dunia. Mereka yang mukmin atau kafir di padang Mahsyar akan dihitung amalan-amalannya. Diantara manusia yang begitu banyak itu, Nabi Muhammad <em>shalallahu alaihi wasallam</em> akan mengenal umatnya ketika datang ke Telaga dengan ciri-ciri khusus.</p>
<p>Bagaimana Nabi Muhammad <em>shalallahu alaihi wasallam</em> mengenal umatnya?</p>
<p>Allah <em>Taala </em>berfirman:</p>
<p class="arab">يَوْمَ نَدْعُو كُلَّ أُنَاسٍ بِإِمَامِهِمْ</p>
<p><em>(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya</em> (QS. Al Israa’: 71)</p>
<p>Ibnu Abi Hatim meriwayatkan, Ibnu Abbas <em>Radiyallahu ‘anhu</em> berkata, “Pemimpin kebaikan dan pemimpin kesesatan”</p>
<p>Anas bin Malik berkata, “(arti pemimpin) adalah Nabi setiap umat” (Tafsir Ibnu Abi Hatim, 7/2339)</p>
<p>Ayat ini menjelaskan bahwa umat manusia pada Hari Kiamat dipanggil secara berkelompok, dan umat Islam dipanggil pada kelompok yang dipimpin oleh Nabi Muhammad <em>shalallahu alaihi wasallam</em>. Dengan ini kita bisa memahami, bahwa Nabi mengenal umatnya ketika umatnya berada pada kelompok yang bersama dengannya.</p>
<p>Disisi lain, bahwa umat Islam memiliki ciri tersendiri yang dengannya Nabi Muhammad <em>shalallahu alaihi wasallam</em> mengenal mereka. Nabi <em>shalallahu alaihi wasallam</em> menjelaskan dalam sebuah hadits yang berbunyi:</p>
<p class="arab">وَدِدْتُ أَنَّا قَدْ رَأَيْنَا إِخْوَانَنَا. قَالُوا : أَوَلَسْنَا إِخْوَانَكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ، قَالَ : أَنْتُمْ أَصْحَابِي ، وَإِخْوَانُنَا الَّذِينَ لَمْ يَأْتُوا بَعْدُ . فَقَالُوا : كَيْفَ تَعْرِفُ مَنْ لَمْ يَأْتِ بَعْدُ مِنْ أُمَّتِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ فَقَالَ : أَرَأَيْتَ لَوْ أَنَّ رَجُلًا لَهُ خَيْلٌ غُرٌّ مُحَجَّلَةٌ بَيْنَ ظَهْرَيْ خَيْلٍ دُهْمٍ بُهْمٍ أَلَا يَعْرِفُ خَيْلَهُ؟ قَالُوا : بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ ، قَالَ : فَإِنَّهُمْ يَأْتُونَ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ الْوُضُوءِ وَأَنَا فَرَطُهُمْ عَلَى الْحَوْضِ</p>
<p><em>Saya berharap bahwa kami sudah bisa melihat saudara-saudara kami”. Mereka (para sahabat) berkata: “Bukankah kami adalah saudara-saudaramu, wahai Rasulullah ?, Beliau menjawab: “Kalian adalah sahabat-sahabatku, saudara-saudara kami adalah mereka yang belum datang (lahir) saat ini”. Mereka berkata: “Bagaimana engkau mengetahui orang yang belum ada saat ini dari umatmu, wahai Rasulullah?, Beliau menjawab: “Tidakkah engkau melihat, jika seseorang memiliki kuda bertanda putih pada muka dan kaki-kakinya berada diantara kuda-kuda hitam pekat, tidakkah ia bisa mengenal kudanya ?, Mereka menjawab: “Ya, wahai Rasulullah”. Beliau bersabda: “Mereka akan datang dengan wajah putih bersinar dan kaki tangan bercahaya pada bagian air wudhu, dan saya menunggu mereka di Telaga.</em> (HR. Muslim 249)</p>
<p>Dari ayat dan hadits di atas, kita bisa mengetahui bahwa Rasulullah <em>shalallahu alaihi wasallam</em> mengenal umatnya melalui dua perkara, yang pertama adalah pada hari kiamat umat Islam dipanggil bersama pemimpinnya, yaitu Nabi Muhammad <em>shalallahu alaihi wasallam</em>; darinya Nabi Muhammad mengenal umatnya.</p>
<p>Yang kedua adalah tanda putih bercahaya pada wajah, kaki, tangan yang merupakan tempat air wudhu, sehingga tanda tersebut menjadi pembeda dari umat manusia yang lain.</p>
<p>Semoga kita semuanya adalah orang-orang yang dikenali Rasulullah <em>shalallahu alaihi wasallam</em> dan mendapatkan minum dari telaganya… Amiin.<em> Wallahu’alam.</em></p>
<p><strong>***</strong></p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Sanusin Muhammad Yusuf , Lc. MA. (Dosen Ilmu Hadits STDI Jember)</strong></p>
<p>Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Tanya Ustadz untuk Android</strong></a>.<br>
<a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Download Sekarang !!</strong></a></p>
<p><strong>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</strong></p>
<ul>
<li>
<strong>REKENING DONASI</strong> : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK</li>
<li>
<strong>KONFIRMASI DONASI</strong> hubungi: 087-738-394-989</li>
</ul>
 