
<p>Saudaraku yang semoga disayangi Allah <em>Ta’ala</em>. Sebelum Engkau memutuskan untuk melakukan <em>“Childfree”</em> yaitu memutuskan tidak punya anak dalam pernikahan, kami ajak Anda merenung. Salah satunya adalah renungkan kalimat berikut,</p>
<p><strong>“Kita tidak ada di dunia,  jika orang tua kita memutuskan <em>childfree</em>.”</strong></p>
<p>Ya, kalimat di atas untuk memberikan renungan bagi mereka yang memutuskan untuk melakukan <em>childfree.</em> Benar, salah satu dampak memutuskan <em>childfree</em> yaitu tidak mempunyai anak dalam pernikahan.</p>
<p>Apabila kita berbicara masalah hak asasi dan hak memilih, memang benar, setiap orang berhak untuk memutuskan tidak punya anak, baik untuk sementara maupun selamanya dengan alasan apapun. Karena hidup itu adalah pilihan. Bahkan apabila ada orang memilih tidak beriman kepada Allah <em>Ta’ala </em>dan Rasul-Nya, kita tidak bisa memaksa mereka untuk beriman. Tidak ada paksaan dalam agama ini.</p>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">لَاۤ اِكْرَاهَ فِى الدِّيْنِ ۗ</span></p>
<p>“Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam).” (QS. Al-Baqarah [2]: 256)</p>
<p>Akan tetapi, kita adalah muslim yang beriman, tentu kita berusaha menjalankan syariat Islam yang Allah <em>Ta’ala </em>turunkan dan Allah <em>Ta’ala </em>hanya ridha dengan agama Islam.</p>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِسْلَامُ ۗ</span></p>
<p>“Sesungguhnya agama yang diridai dan diterima di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 19)</p>
<p>Patut kita camkan bahwa Allah <em>Ta’ala </em>yang lebih mengetahui bagaimana cara manusia hidup berbahagia dengan kebahagiaan hakiki, bukan kebahagiaan semu semata. Konsep kehidupan selain dari konsep Islam yang Allah <em>Ta’ala </em>turunkan hanyalah membawa kepada kesengsaraan yang terlihat seolah-olah kebahagiaan. Allah <em>Ta’ala </em>yang menciptakan manusia dan seluruh alam semesta sehingga Allah <em>Ta’ala </em>yang paling tahu konsep dan cara untuk berbahagia.</p>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">قُلْ أَأَنْتُمْ أَعْلَمُ أَمِ اللَّهُ ۗ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ كَتَمَ شَهَادَةً عِنْدَهُ مِنَ اللَّهِ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ</span></p>
<p>“Katakanlah, “Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah?” (QS. Al-Baqarah: 140)</p>
<p>Tentu saja konsep <em>childfree</em> ini tidak sesuai dengan ajaran Islam, sangat banyak sekali poin-poinnya, di antaranya:</p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>Pertama, mempunyai anak adalah fitrah manusia dan kebahagiaan orang tua adalah memiliki anak. Betapa banyak pasangan mandul yang sampai saat ini berusaha memiliki anak. Mereka bahkan rela mengorbankan apa saja untuk berobat agar memiliki anak. Pasangan yang mandul ini tentu saja sedih hidup mereka belum dikarunai anak.</strong></span></p>
<p>Anak-anak adalah permata hati dan kebahagiaan bagi mereka yang masih berada dalah fitrah.</p>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَاْلأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَئَابِ</span></p>
<p>“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, berupa wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali ‘Imran: 14)</p>
<p>Para Nabi ada yang belum dikaruniai anak sampai mereka berumur tua. seperti Nabi Ibrahim dan Zakaria <em>‘alaihimassalam.</em> Mereka tentu sedih jika tidak mempunyai anak dan yang meneruskan generasi dan gen mereka di muka bumi. Mereka pun berdoa kepada Allah <em>Ta’ala </em>agar dikaruniai anak dan Allah <em>Ta’ala </em>mengabulkan doa mereka.</p>
<p>Perhatikan doa Nabi Zakaria <em>‘alaihissalam</em> berikut ini,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">وَزَكَرِيَّا إِذْ نَادَى رَبَّهُ رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْداً وَأَنتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَْ</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَوَهَبْنَا لَهُ يَحْيَى وَأَصْلَحْنَا لَهُ زَوْجَهُ</span></p>
<p>“Dan (ingatlah kisah) Zakaria, ketika dia menyeru Tuhannya, “Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik. Maka Kami memperkenankan do’anya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan istrinya dapat mengandung.” (QS. Al-Anbiya’: 89-90)</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" href="https://muslim.or.id/66513-jangan-lupakan-doa-dan-tawakal-dalam-mendidik-anak.html" data-darkreader-inline-color="">Jangan Lupakan Doa dan Tawakal Dalam Mendidik Anak</a></strong></p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>Kedua, memiliki anak dan mendidik dengan baik termasuk sunnah.</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">عن أنس بن مالك قال كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَأْمُرُ بِالبَاءَةِ وَيَنْهَى عَنِ التَّبَتُّلِ نَهْيًا شَدِيْدًا وَيَقُوْلُ تَزَوَّجُوْا الْوَدُوْدَ الْوَلُوْدَ فَإِنِّي مُكَاثِرُ الْأَنْبِيَاءِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ</span></p>
<p>Anas bin Malik <em>radhiyallahu ‘anhu </em>berkata, “Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> memerintahkan untuk menikah dan melarang keras untuk membujang dan berkata, “Nikahilah wanita yang sangat penyayang dan yang mudah beranak banyak karena aku akan berbangga dengan kalian dihadapan para nabi pada hari kiamat.” (HR. Ibnu Hibban. Lihat <em>Al-Irwa’</em> no. 1784)</p>
<p style="text-align: left;"><span style="font-size: 14pt;"><strong>Ketiga, terlalu banyak dalil perintah agar kita memiliki dan memperbanyak keturunan.</strong></span></p>
<p>Salah satunya bahwa jumlah keturunan yang banyak adalah karunia. Sehingga Kaum Nabi Syu’aib <em>‘alaihissalam</em> diperingatkan tentang karunia mereka, yaitu jumlah yang banyak padahal dahulunya sedikit,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">وَاذْكُرُواْ إِذْ كُنتُمْ قَلِيلاً فَكَثَّرَكُمْ</span></p>
<p>“Dan ingatlah di waktu dahulu kamu berjumlah sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu.” (QS. Al-A’raf: 86)</p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>Keempat, anak mendatangkan rizki dengan izin Allah <em>Ta’ala.</em></strong></span></p>
<p>Yaitu dengan menjemput rizki dan tidak bermalas-malasan. Allah <em>Ta’ala </em>menyebut memberi rizki anak DAN baru kemudian orang tuanya. Allah <em>Ta’ala </em>berfirman,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ ۖ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ ۚ إِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْئًا كَبِيرًا</span></p>
<p>“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kami-lah yang akan memberi rizki kepada mereka dan juga kepadamu.” (QS. Al-Isra’: 31)</p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>Kelima, anak-anak adalah harapan kita ketika sudah tua. Bisa jadi ketika kita tua renta kelak akan berpenyakitan seperti terkena stroke (semoga Allah <em>Ta’ala </em>menjaga kita). Dalam keadaan seperti ini, yang paling ikhlas merawat kita adalah anak-anak kita.</strong></span></p>
<p>Terlebih anak tersebut adalah anak yang shalih yang berusaha berbakti mencari ridha orang tua.</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الْوَالِدِ، وَسُخْطُ الرَّبِّ فِي سُخْطِ الْوَالِدِ</span></p>
<p>“Ridha Allah bergantung kepada keridhaan orang tua dan murka Allah bergantung kepada kemurkaan orang tua.” (HR. Bukhari dalam <em>Adabul Mufrad)</em></p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>Keenam, anak-anak adalah amal jariyah paling berharga yang akan mendoakan kita ketika kita sudah meninggal kelak. Anak-anaklah yang paling mengingat kita dan mendoakan kita di saat orang lain melupakan kita.</strong></span></p>
<p>Bisa jadi orang tua akan terkaget-kaget di akhirat, karena dia mendapat kedudukan tinggi. Dia bertanya-tanya, ternyata karena doa anak-anaknya, bukan orang lain.</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَرْفَعُ الدَّرَجَةَ لِلْعَبْدِ الصَّالِحِ فِيْ الْجَنَّةِ فَيَقُوْلُ : يَا رَبِّ أَنىَّ لِيْ هَذِهِ ؟ فَيَقُوْلُ : بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ</span></p>
<p>“Sungguh, Allah benar-benar mengangkat derajat seorang hamba-Nya yang shalih di surga.” Maka ia pun bertanya, “Wahai Rabbku, bagaimana ini bisa terjadi?” Allah menjawab, “Berkat istighfar anakmu bagi dirimu.” (HR. Ahmad, Ibnu Katsir berkata, isnadnya shahih)</p>
<p>Tentu masih banyak poin pembahasan lainnya.</p>
<p>Demikian, semoga bermanfaat.</p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/61572-salah-satu-tanda-anak-durhaka.html" data-darkreader-inline-color="">Salah Satu Tanda Anak Durhaka</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/59829-yatim-piatu-karena-orang-tuanya-sangat-sibuk.html" data-darkreader-inline-color="">Yatim Piatu karena Orang Tuanya Sangat Sibuk, Tidak Peduli Anaknya</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p>@ Lombok, Pulau Seribu Masjid</p>
<p><strong>Penyusun:<span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" href="https://muslim.or.id/author/raehan" data-darkreader-inline-color=""> Raehanul Bahraen</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</a></span></strong></p>
<p>Artikel www.muslim.or.id</p>
 